Resep Kue Jojorong Khas Banten, Manis Legit Disukai Kapolri

Resep kue jojorong khas Banten yang disebut disukai Kapolri Suyudi Ario Seto. Simak bahan, takaran, dan cara membuatnya agar lembut dan legit.

Resep Kue Jojorong Khas Banten, Manis Legit Disukai Kapolri

Kue jojorong merupakan salah satu kue tradisional khas Banten yang kini semakin dikenal setelah disebut disukai oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Kue ini memiliki cita rasa manis, legit, dan gurih yang membuatnya digemari banyak orang. Popularitas kue jojorong pun meningkat seiring dengan penyebutan namanya dalam konteks pejabat tinggi kepolisian tersebut, menjadikannya salah satu camilan tradisional yang kembali mencuri perhatian publik.

Kue jojorong terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, gula merah, santan, dan daun pandan. Proses pembuatannya cukup unik karena adonan dimasak hingga mengental lalu dicetak dan dikukus hingga matang. Sederhananya bahan dan uniknya proses pembuatan membuat kue ini tetap bertahan sebagai bagian dari warisan kuliner masyarakat Banten dari generasi ke generasi.

Ciri Khas Kue Jojorong

Kue jojorong memiliki bentuk yang khas, yaitu menyerupai kerucut atau piramida kecil yang dibungkus dengan daun pisang. Bagian atasnya berwarna putih dari adonan tepung beras, sedangkan bagian bawahnya berwarna cokelat dari gula merah yang meleleh. Perpaduan dua warna tersebut menciptakan tampilan yang menarik dan mudah dikenali, sehingga kue ini kerap menjadi identitas visual dari jajanan tradisional Banten.

Tekstur kue jojorong sangat lembut dan kenyal. Rasanya manis legit dari gula merah berpadu dengan gurihnya santan. Aroma pandan yang harum semakin menambah selera. Kombinasi tekstur dan aroma inilah yang membuat kue jojorong terasa istimewa meskipun dibuat dari bahan-bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di pasar tradisional.

Bahan-Bahan Kue Jojorong

Untuk membuat kue jojorong dalam jumlah rumahan, diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:

  • 250 gram tepung beras
  • 100 gram gula merah, sisir halus
  • 500 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus

Bahan-bahan tersebut relatif mudah diperoleh, baik di pasar tradisional maupun di toko bahan kue. Penggunaan santan segar dari kelapa parut sangat dianjurkan karena memberikan rasa gurih yang lebih alami dibandingkan santan instan. Sementara itu, daun pandan berfungsi sebagai penambah aroma sekaligus pewarna alami yang membuat kue tampak lebih menarik.

Cara Membuat Kue Jojorong

Proses pembuatan kue jojorong terbilang sederhana, namun membutuhkan ketelatenan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Berikut langkah-langkah pembuatannya:

  1. Campurkan tepung beras, santan, dan garam. Aduk hingga rata dan tidak bergerindil.
  2. Masak adonan sambil terus diaduk hingga mengental dan matang. Angkat dan dinginkan.
  3. Siapkan daun pisang, lalu bentuk menjadi kerucut. Isi dengan adonan tepung beras hingga setengah bagian.
  4. Tambahkan gula merah sisir di atasnya, lalu tutup lagi dengan adonan tepung beras.
  5. Kukus kue jojorong selama kurang lebih 20 menit hingga matang.
  6. Angkat dan sajikan kue jojorong selagi hangat atau dingin.

Tahap memasak adonan tepung beras merupakan bagian yang paling menentukan. Adonan harus diaduk terus-menerus agar tidak menggumpal dan matang secara merata. Jika adonan tidak dimasak dengan benar, tekstur kue jojorong bisa menjadi keras atau mudah hancur saat dikukus.

Tips Membuat Kue Jojorong

Untuk mendapatkan kue jojorong yang legit dan gurih, gunakan gula merah berkualitas baik dan santan segar. Pastikan adonan tepung beras dimasak hingga benar-benar matang agar teksturnya kenyal dan tidak mudah hancur. Pemilihan gula merah yang berkualitas akan memengaruhi warna dan kedalaman rasa manis yang dihasilkan, sedangkan santan segar memberikan aroma gurih yang lebih kuat.

Selain itu, daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus sebaiknya dipilih yang masih segar dan tidak terlalu tua. Daun pisang yang layu atau kering dapat memengaruhi aroma kue dan membuat tampilannya kurang menarik. Sebelum digunakan, daun pisang dapat dilayukan sebentar di atas api agar lentur dan mudah dibentuk menjadi kerucut.

Kue jojorong cocok disajikan sebagai camilan sore hari bersama teh atau kopi. Kue tradisional ini juga sering dijadikan sebagai hidangan dalam acara-acara adat atau syukuran di daerah Banten. Kehadirannya dalam berbagai acara tersebut menunjukkan bahwa kue jojorong bukan sekadar jajanan pasar, melainkan bagian dari tradisi dan kebiasaan masyarakat setempat.

Dengan rasa manis, legit, dan gurihnya, tidak heran jika kue jojorong menjadi salah satu kue favorit Kapolri Suyudi Ario Seto. Kue ini juga menjadi bukti kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang patut dilestarikan. Bagi siapa pun yang ingin mencoba membuatnya di rumah, resep sederhana di atas dapat menjadi langkah awal untuk mengenal lebih dekat salah satu warisan kuliner Banten tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search