Duo YouTuber Jajal Cabai Terpedas Meksiko Pakai Indomie

Pasangan YouTuber Gerry Girianza dan Bella Kuku tengah berada di Amerika. Mereka membeli cabe terpedas dan mencampurkannya dengan mie instan dan kari.

Duo YouTuber Jajal Cabai Terpedas Meksiko Pakai Indomie

Dua YouTuber asal Indonesia, Chandra Liow dan Kevin Hendrawan, kembali menghadirkan konten tantangan makan ekstrem dalam kanal YouTube mereka. Setelah sebelumnya dikenal lewat berbagai uji nyali kuliner, kali ini keduanya menjajal salah satu cabai terpedas di dunia, Carolina Reaper, yang mereka beli langsung di sebuah pasar di Meksiko. Yang membuat tantangan ini berbeda dari konten sejenis adalah cara mereka mengonsumsinya: alih-alih memakan cabai mentah secara langsung, keduanya memilih mencampurkan cabai tersebut ke dalam semangkuk Indomie.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Chandra Liow, keduanya terlihat berada di area pasar di Meksiko dan membeli Carolina Reaper, cabai yang selama ini dikenal sebagai salah satu varian paling pedas di dunia. Chandra dan Kevin tampak antusias ketika mencoba cabai tersebut. “Kita bikin Indomie pakai cabai ini,” ujar Chandra dalam video itu, mengisyaratkan bahwa mereka akan mengolah cabai tersebut menjadi bumbu tambahan untuk mi instan favorit banyak orang Indonesia.

Keduanya kemudian menyiapkan Indomie dan menambahkan Carolina Reaper yang telah dihaluskan ke dalamnya. Begitu makanan tersebut disantap, reaksi pun langsung muncul. Kevin terlihat kepedasan dan segera mencari minuman untuk meredakan sensasi panas di mulutnya, sementara Chandra berusaha bertahan dan terus memakan Indomie yang telah dicampur cabai tersebut. “Ini benar-benar pedas sekali,” kata Kevin sambil memegang mulutnya, menggambarkan betapa kuatnya efek cabai yang mereka konsumsi.

Carolina Reaper sendiri pernah dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia oleh Guinness World Records pada 2013. Tingkat kepedasannya mencapai lebih dari 1,5 juta Scoville Heat Units (SHU). Sebagai perbandingan, cabai rawit merah yang akrab di lidah masyarakat Indonesia umumnya memiliki tingkat kepedasan sekitar 100 ribu hingga 200 ribu SHU, sedangkan cabai jalapeno hanya berkisar 2.500 hingga 8.000 SHU. Angka tersebut menunjukkan bahwa Carolina Reaper berada jauh di atas cabai-cabai yang biasa dikonsumsi sehari-hari, sehingga wajar jika reaksi kepedasan yang dialami Kevin dan Chandra begitu kuat.

Kombinasi Carolina Reaper dengan Indomie menjadi daya tarik tersendiri dalam konten tersebut. Indomie dikenal luas sebagai makanan yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, sementara Carolina Reaper merupakan cabai dengan reputasi internasional sebagai yang terpedas. Pertemuan dua elemen ini menciptakan kontras yang menghibur: makanan sederhana yang akrab dipadukan dengan bahan yang tingkat kepedasannya ekstrem. Pendekatan ini juga membuat tantangan terasa lebih relatable bagi penonton, karena Indomie bukanlah makanan asing bagi sebagian besar audiens di Indonesia.

Aksi Chandra dan Kevin ini menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang mengapresiasi keberanian mereka mencoba cabai terpedas di dunia, meski harus merasakan efek pedas yang luar biasa. Tidak sedikit pula penonton yang dibuat geli melihat reaksi spontan keduanya, terutama saat Kevin berusaha meredakan sensasi panas di mulutnya. Respons semacam ini menunjukkan bahwa konten tantangan makan ekstrem masih memiliki daya tarik tersendiri bagi audiens YouTube Indonesia, terutama ketika dikemas dengan kepribadian dan humor para pembuat konten.

Dari sisi kuliner, penggunaan Carolina Reaper menuntut kehati-hatian. Cabai dengan tingkat kepedasan di atas 1,5 juta SHU dapat menimbulkan sensasi terbakar yang intens, bahkan pada orang yang terbiasa mengonsumsi makanan pedas. Reaksi tubuh seperti berkeringat, mata berair, hingga keinginan untuk segera mencari minuman pendingin adalah hal yang umum terjadi. Dalam video tersebut, Kevin tampak mengalami reaksi tersebut, sementara Chandra memilih untuk melanjutkan tantangan meski merasakan efek yang sama. Perbedaan respons ini justru menambah dinamika dan hiburan dalam konten.

Selain aspek tantangan, video ini juga secara tidak langsung memperkenalkan Carolina Reaper kepada audiens Indonesia yang mungkin belum familiar dengan cabai tersebut. Informasi mengenai tingkat kepedasan dan perbandingannya dengan cabai lokal seperti rawit merah dan jalapeno memberikan konteks yang berguna bagi penonton. Dengan begitu, konten tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan singkat mengenai skala kepedasan cabai yang diukur dalam Scoville Heat Units.

Keberadaan pasar di Meksiko sebagai lokasi pembelian cabai juga menambah nuansa otentik dalam video. Meksiko dikenal sebagai salah satu pusat kuliner pedas dunia, dengan beragam jenis cabai yang menjadi bagian dari budaya makan masyarakatnya. Membeli Carolina Reaper langsung di pasar setempat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan membeli cabai impor di Indonesia, sekaligus memperkaya narasi perjalanan kuliner yang disajikan Chandra dan Kevin kepada penonton.

Secara keseluruhan, tantangan makan Carolina Reaper bersama Indomie yang dijalani Chandra Liow dan Kevin Hendrawan menghadirkan kombinasi antara keberanian, humor, dan eksplorasi kuliner lintas budaya. Video tersebut memperlihatkan bagaimana dua pembuat konten Indonesia berinteraksi dengan salah satu cabai terpedas di dunia, sekaligus menghubungkannya dengan makanan yang sangat akrab bagi audiens tanah air. Reaksi kepedasan yang tulus, komentar warganet yang beragam, serta informasi mengenai tingkat kepedasan Carolina Reaper menjadikan konten ini relevan bagi penonton yang menyukai tantangan kuliner ekstrem maupun bagi mereka yang sekadar ingin mengetahui seberapa pedas cabai tersebut dibandingkan cabai sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search