Momen Romantis dr. Gia Cicip Tanghulu hingga Hati Unta

Selalu romantis, Dokter Gia dan istrinya, Syafira Imaniar punya momen manis saat kulineran bersama. Ada juga momen saat merayakan ulang tahun.

Momen Romantis dr. Gia Cicip Tanghulu hingga Hati Unta

Dokter sekaligus influencer Gia Pratami dikenal sebagai sosok yang doyan mencicipi berbagai kuliner. Ia kerap membagikan momen kulinerannya kepada publik melalui media sosial, mulai dari jajanan kaki lima hingga hidangan yang terbilang tidak biasa. Kebiasaan ini membuatnya memiliki basis pengikut yang cukup besar, terutama dari kalangan penggemar kuliner yang ingin mengetahui pengalaman mencicipi makanan secara langsung dari sudut pandang seorang dokter.

Kali ini, dr. Gia membagikan pengalamannya mencicipi tanghulu hingga hati unta. Tanghulu sendiri merupakan jajanan asal Tiongkok yang terbuat dari buah-buahan, umumnya stroberi atau anggur, yang ditusuk seperti sate lalu dilapisi gula cair yang mengeras sehingga membentuk lapisan renyah di permukaan. Jajanan ini sempat viral di Indonesia dan menjadi salah satu camilan yang banyak diburu, khususnya oleh kalangan muda. Sementara itu, hati unta merupakan hidangan yang jauh lebih tidak umum dijumpai di Indonesia dan tergolong sebagai kuliner eksotis yang menuntut keberanian tersendiri untuk mencobanya.

Kedua jenis makanan tersebut menunjukkan rentang minat kuliner dr. Gia yang cukup lebar. Di satu sisi, ia menikmati jajanan manis yang sedang tren dan mudah ditemukan di pusat perbelanjaan. Di sisi lain, ia juga bersedia mencoba hidangan yang berasal dari tradisi kuliner yang berbeda dan jarang ditemui di meja makan sehari-hari. Kombinasi ini menjadikan konten kulinernya memiliki daya tarik tersendiri, karena tidak hanya menyajikan makanan yang akrab di lidah masyarakat, tetapi juga memperkenalkan pengalaman rasa yang mungkin belum pernah diketahui banyak orang.

Sebagai seorang dokter, latar belakang profesinya turut memberi warna pada cara ia membahas makanan. Publik sering kali tertarik pada bagaimana seorang tenaga kesehatan menanggapi makanan-makanan tertentu, terutama yang berkaitan dengan kandungan gula, lemak, atau bahan-bahan yang jarang dikonsumsi. Meski demikian, dalam momen kulineran yang dibagikannya kali ini, fokus utama tetap pada pengalaman mencicipi dan menikmati makanan, bukan pada analisis nilai gizi atau anjuran kesehatan.

Tanghulu, misalnya, merupakan camilan yang proses pembuatannya cukup sederhana namun membutuhkan teknik tersendiri. Lapisan gula harus dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu agar dapat mengeras dengan sempurna ketika membungkus buah. Jika suhu terlalu rendah, lapisan gula tidak akan mengeras; jika terlalu tinggi, gula bisa gosong dan menghasilkan rasa pahit. Tekstur lapisan gula yang renyah berpadu dengan kesegaran buah di dalamnya menjadi ciri khas yang membuat tanghulu digemari. Bagi sebagian orang, sensasi menggigit lapisan gula yang pecah di mulut merupakan daya tarik utama dari jajanan ini.

Sementara itu, hati unta merupakan bahan makanan yang dalam beberapa tradisi kuliner di Timur Tengah dan Asia Tengah diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari tumisan, sup, hingga sajian panggang. Hati sendiri dikenal memiliki rasa yang kuat dan tekstur yang padat, sehingga cara pengolahannya sangat menentukan hasil akhir. Bagi mereka yang belum terbiasa, hati unta bisa terasa jauh lebih pekat dibandingkan hati ayam atau sapi yang lebih umum dikonsumsi di Indonesia. Karena itu, mencicipi hati unta dapat dianggap sebagai pengalaman kuliner yang menantang bagi sebagian orang.

Momen kulineran dr. Gia ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam dunia kuliner Indonesia, di mana konten kreator dan influencer semakin berperan dalam memperkenalkan beragam jenis makanan kepada masyarakat. Melalui unggahan foto dan video, mereka tidak hanya mempromosikan tempat makan tertentu, tetapi juga membangun narasi tentang keberagaman rasa dan budaya kuliner. Penonton pun semakin terbuka untuk mencoba makanan yang sebelumnya mungkin dianggap asing atau tidak lazim.

Bagi sebagian pengikutnya, konten semacam ini berfungsi sebagai panduan sebelum memutuskan untuk mencoba sendiri. Ulasan mengenai rasa, tekstur, dan cara penyajian memberikan gambaran awal yang membantu calon pembeli atau pencoba membuat pertimbangan. Di sisi lain, bagi mereka yang sekadar mencari hiburan, momen ketika dr. Gia mengekspresikan reaksi terhadap rasa tertentu menjadi bagian yang menghibur dan membuat konten terasa lebih dekat dengan keseharian penonton.

Yuk, intip momen kulineran dr. Gia dalam foto-foto berikut ini. Deretan foto tersebut memperlihatkan bagaimana ia menikmati tanghulu yang manis dan renyah, sekaligus momen ketika ia mencicipi hati unta yang jauh lebih eksotis. Setiap gambar menangkap ekspresi dan suasana yang berbeda, memberikan gambaran menyeluruh tentang perjalanan rasa yang ia alami. Bagi penggemar kuliner, unggahan ini bisa menjadi inspirasi untuk memperluas cakrawala rasa dan tidak ragu mencoba hal-hal baru di dunia makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search