5 Kuliner Hidden Gem di Stasiun Juanda, Ada yang Legendaris!

Turun di Stasiun Juanda, jangan buru-buru pulang! Ada 5 tempat makan yang bisa dijangkau jalan kaki, dari bakmi legendaris hingga ayam goreng jumbo yang empuk.

5 Kuliner Hidden Gem di Stasiun Juanda, Ada yang Legendaris!

Stasiun Juanda di Jakarta Pusat bukan sekadar titik transit penumpang KRL Commuter Line. Di sekitar stasiun yang berada di kawasan Sawah Besar ini, tersebar banyak pilihan kuliner hidden gem yang cocok untuk sarapan, makan siang, atau sekadar mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan. Beberapa di antaranya bahkan telah berjualan selama puluhan tahun dan memiliki pelanggan setia yang datang secara rutin. Mulai dari bakmi legendaris yang sudah ada sejak 1966 hingga hidangan rumahan dengan harga bersahabat, kawasan ini menawarkan pengalaman kuliner yang layak untuk dijelajahi.

Berikut lima rekomendasi kuliner hidden gem di sekitar Stasiun Juanda yang bisa Anda coba, sebagaimana dirangkum dari laporan Food detik.com pada 19 Oktober 2026.

1. Bakmi Juanda 1966

Bakmi Juanda 1966 menjadi salah satu kuliner legendaris di kawasan ini. Sesuai namanya, bakmi ini sudah berjualan sejak tahun 1966, sehingga telah melewati berbagai generasi pelanggan. Lokasinya berada di Jalan Juanda, tak jauh dari Stasiun Juanda, sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari stasiun.

Bakmi di sini disajikan dengan gaya klasik. Mienya berwarna kuning dengan tekstur kenyal, disajikan bersama topping daging ayam atau babi sesuai pilihan pelanggan, serta kuah kaldu yang gurih. Porsinya dinilai pas untuk sarapan atau makan siang. Bagi pencinta kuliner tradisional, tempat ini menawarkan cita rasa yang konsisten sejak puluhan tahun silam dan menjadi bukti bahwa resep keluarga yang dijaga dengan baik mampu bertahan melintasi zaman.

2. Nasi Uduk Kebon Sirih

Nasi uduk menjadi pilihan sarapan favorit banyak orang, terutama warga Jakarta yang akrab dengan hidangan berbahan dasar beras yang dimasak dengan santan ini. Di sekitar Stasiun Juanda, terdapat warung nasi uduk yang sudah lama berjualan dan ramai diserbu pelanggan pada pagi hari.

Menu andalannya tentu nasi uduk dengan aneka lauk seperti ayam goreng, tempe orek, bihun, dan sambal kacang. Aroma nasi uduknya wangi dan rasanya gurih, menjadikannya kombinasi sarapan yang mengenyangkan sebelum memulai aktivitas. Warung ini menjadi salah satu destinasi pagi yang ramai, terutama bagi pekerja dan penumpang yang melintas di kawasan Sawah Besar.

3. Soto Betawi H. Ma’ruf

Soto Betawi H. Ma’ruf dikenal dengan kuah santannya yang kental dan gurih. Lokasinya tak jauh dari Stasiun Juanda, tepatnya di kawasan Kebon Sirih. Soto Betawi sendiri merupakan salah satu ikon kuliner khas Jakarta yang banyak dicari, dan versi H. Ma’ruf menjadi salah satu rujukan di kawasan ini.

Isiannya berupa daging sapi, jeroan, kentang, dan tomat. Kombinasi kuah santan yang kaya rempah dengan isian daging yang melimpah membuat hidangan ini cocok disantap saat cuaca sedang dingin atau saat perut lapar. Bagi Anda yang ingin mencicipi cita rasa Betawi autentik di tengah kesibukan ibu kota, soto ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

4. Warung Nasi Rames Bu Tini

Bagi yang mencari makan siang rumahan dengan harga terjangkau, warung nasi rames Bu Tini bisa menjadi pilihan. Aneka lauk seperti ayam goreng, telur balado, tempe, tahu, dan sayur tersedia setiap hari, sehingga pelanggan memiliki banyak variasi untuk disantap bersama nasi.

Porsinya cukup mengenyangkan dan rasanya seperti masakan rumah sendiri. Konsep nasi rames memungkinkan pelanggan memilih lauk sesuai selera, menjadikannya pilihan praktis bagi pekerja kantoran di sekitar kawasan yang menginginkan makan siang cepat, murah, dan tetap lezat.

5. Es Doger Juanda

Untuk melepas dahaga, es doger Juanda bisa menjadi pilihan. Es doger ini berisi tape ketan hitam, pacar cina, roti, dan susu, disiram es serut dengan sirup merah yang manis. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan rasa manis dan segar yang khas.

Es doger ini cocok disantap siang hari saat cuaca panas. Lokasinya tak jauh dari Stasiun Juanda dan mudah ditemukan, sehingga dapat menjadi penutup yang menyegarkan setelah menyantap hidangan berat di kawasan ini. Bagi penumpang yang baru turun dari KRL dan merasa gerah, es doger ini bisa menjadi pilihan untuk melepas dahaga sebelum melanjutkan perjalanan.

Kelima rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa kawasan sekitar Stasiun Juanda menyimpan beragam pilihan kuliner yang tidak selalu tampil mencolok namun memiliki kualitas dan sejarah tersendiri. Mulai dari bakmi legendaris hingga es doger segar, semuanya menawarkan cita rasa khas dengan harga bersahabat. Kawasan Sawah Besar dan Kebon Sirih yang mengelilingi stasiun ini memang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner lama Jakarta, sehingga tidak mengherankan jika banyak pedagang yang telah berjualan selama puluhan tahun dan tetap bertahan hingga kini.

Bagi Anda yang hendak mencoba, disarankan untuk memperhatikan waktu kunjungan. Beberapa warung, seperti nasi uduk dan bakmi, paling ramai pada pagi hingga siang hari, sementara es doger lebih nikmat disantap saat cuaca panas di siang hari. Dengan akses yang mudah dari Stasiun Juanda, menjelajahi kuliner di kawasan ini dapat menjadi agenda ringan yang menyenangkan, baik sebelum maupun sesudah menggunakan layanan KRL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search