Snack Favorit Jennie BLACKPINK dalam 7 Kuliner Korea Populer
Korea Selatan menawarkan banyak makanan lezat yang layak dicoba. Mulai dari olahan mie tradisional hingga snack favorit Jennie BLACKPINK, ini daftarnya.

7 Kuliner Korea yang Wajib Dicoba Wisatawan, Termasuk Camilan Kekinian Favorit Jennie BLACKPINK
Korea Selatan telah lama menjadi magnet bukan hanya bagi penggemar drama dan K-pop, tetapi juga bagi para penikmat kuliner. Perkembangan wisata kuliner di Negeri Ginseng ini mengalami peningkatan pesat, didorong oleh paparan budaya populer yang semakin global. Wisatawan, termasuk banyak dari Indonesia, kini tidak hanya berburu lokasi syuting drama atau konser, tetapi juga dengan tekun mencari dan mencicipi aneka makanan khas Korea yang otentik. Dari jajanan pinggir jalan yang hangat hingga hidangan restoran yang memanjakan, kuliner Korea menawarkan spektrum rasa yang luas dan pengalaman yang mendalam. Berikut adalah tujuh kuliner Korea yang paling banyak dicari dan menjadi incaran utama turis, lengkap dengan informasi tentang mengapa hidangan ini begitu istimewa, termasuk salah satu camilan yang ternyata menjadi favorit idola global, Jennie BLACKPINK.
1. Tteokbokki: Pedas Manis yang Adiktif dari Pinggir Jalan
Tidak ada yang lebih mewakili semangat jalanan Korea selain sebungkus tteokbokki yang mengepul. Hidangan ini terdiri dari potongan kue beras berbentuk silinder (tteok) yang dimasak hingga kenyal dan dibaluri bumbu gochujang (pasta cabai merah Korea). Bumbu ini menciptakan profil rasa khas yang berpadu antara pedas, manis, dan gurih. Tteokbokki sering kali dimasak bersama bahan pelengkap seperti eomuk (fish cake), telur rebus, dan daun bawang, yang semakin memperkaya tekstur dan rasanya. Awalnya dianggap sebagai makanan rakyat sederhana, tteokbokki kini telah berevolusi dengan berbagai varian modern, seperti tteokbokki keju meleleh atau tteokbokki carbonara, yang menunjukkan fleksibilitas hidangan ini dalam memanjakan lidah generasi baru. Kehadirannya di setiap sudut pasar tradisional dan pusat keramaian menjadikannya ujian pertama bagi setiap turis yang ingin merasakan sensasi kuliner jalanan Korea yang sesungguhnya.
2. Korean Fried Chicken: Renyah Berlapis dengan Saus Endless
Ayam goreng Korea, atau sering disebut chikin, telah merebut hati pencinta kuliner di seluruh dunia. Rahasia utamanya terletak pada teknik penggorengan dua kali (double-frying) yang menghasilkan kulit luar yang super renyah dan tahan lama, sementara bagian dalam dagingnya tetap juicy dan lembut. Namun, yang benar-benar membedakan KFC Korea dari ayam goreng biasa adalah keberagaman pilihan saus dan topping-nya. Mulai dari varian Original yang gurih asin, Soy Garlic yang kaya akan aroma bawang putih dan kecap asin manis, hingga Yangnyeom yang memberikan ledakan rasa pedas-manis yang intens. Seringkali, ayam ini juga ditaburi kacang atau biji wijen untuk tekstur tambahan. Tak heran jika menyantap ayam goreng Korea sambil menyeruput bir lokal atau soju telah menjadi ritual bersantap yang sangat populer dan sosial.
3. Kimchi: Jantung Kesehatan dan Rasa Masak Korea
Kimchi bukan sekadar acar sayuran; ia adalah warisan budaya sekaligus fondasi rasa dalam masakan Korea. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi sayuran, umumnya sawi putih (baechu) atau lobak, dengan bumbu yang terdiri dari gochugaru (bubuk cabai Korea), bawang putih, jahe, udang kering, dan garam. Hasil fermentasi alami ini menghasilkan rasa asin, pedas, asam, dan umami yang kompleks. Kimchi tidak hanya dinikmati sebagai banchan (hidangan pelengkap) di setiap meja makan, tetapi juga menjadi bahan masakan utama dalam berbagai hidangan lain, seperti kimchi jjigae (sup pedas dengan tahu dan pork), kimchi bokkeumbap (nasi goreng kimchi), atau kimchi jjim (kimchi yang dimasak hingga empuk). Studi modern juga mengonfirmasi manfaat kesehatannya sebagai probiotik alami yang baik untuk pencernaan.
4. Bibimbap: Mangkuk Pelangi yang Memanjakan Lidah dan Mata
Bibimbap, atau “nasi campur”, adalah perwujudan keseimbangan dalam satu mangkuk. Di dasar mangkuk panas (dolsot untuk varian yang kerak bawahnya renyah) terdapat nasi putih hangat yang disusun rapi di atasnya dengan berbagai macam namul (sayuran tumis atau mentah seperti bayam, wortel, lobak, tauge, dan zucchini), protein seperti daging sapi (bulgogi), ayam, atau makanan laut, serta telur goreng atau mentah di puncaknya. Semua bahan ini kemudian disajikan dengan gochujang atau saus kacang. Cara menikmatinya adalah dengan mengaduk seluruh isi mangkuk secara merata sebelum disantap, menciptakan harmoni rasa dan tekstur dalam setiap suapan. Variasi regional seperti bibimbap Jeonju yang terkenal dengan namulnya yang beragam atau dolsot bibimbap yang menawarkan sensasi kerak nasi yang gurih menambah kedalaman pengalaman kuliner hidangan ini.
5. Korean BBQ (K-BBQ): Pesta Memanggang dan Makan Bersama
Makan Korean BBQ bukan sekadar menyantap daging, melainkan sebuah pengalaman sosial yang interaktif. Di meja makan, terdapat pemanggang (bulpan) di mana para tamu secara langsung memanggang berbagai jenis daging berkualitas tinggi. Potongan samgyeopsal (perut babi) yang berlemak, galbi (iga sapi yang dibumbui manis), atau daging sapi premium dipanggang hingga matang sesuai selera. Setelah matang, irisan daging tersebut dilipat dalam daun selada (ssam) atau daun perilla, ditambahkan sejumput ssamjang (pasta kedelai pedas), irisan bawang putih panggang, atau kimchi untuk menciptakan satu gigitan yang sempurna. Aktivitas memanggang dan makan bersama ini menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, menjadikannya salah satu aktivitas kuliner paling dinikmati oleh kelompok wisatawan.
6. Japchae: Mie Kenyal Penuh Warna dan Kenikmatan
Japchae adalah hidangan mie tradisional yang menggunakan dangmyeon, sejenis mie transparan yang terbuat dari tepung kentang. Mie ini memiliki tekstur yang sangat kenyal dan tidak mudah lembek. Dangmyeon tersebut ditumis dengan beragam sayuran seperti wortel, bayam, jamur shiitake, dan bawang bombai, serta sering kali ditambahkan irisan daging sapi atau makanan laut. Bumbu utamanya adalah kecap asin manis dan minyak wijen, yang memberikan aroma harum dan rasa gurih-manis yang khas. Meskipun sering disajikan sebagai banchan, japchae juga bisa menjadi hidangan utama atau lauk pelengkap nasi. Penampilannya yang berwarna-warni dan rasanya yang seimbang membuatnya selalu menjadi favorit di berbagai kesempatan, dari pesta hingga hidangan sehari-hari.
7. Bingsu: Es Serut Penyegar dengan Topping Tanpa Batas
Untuk menghilangkan dahaga atau menutup makan, wisatawan berduyun-duyun mencari bingsu. Hidangan pencuci mulut ini terdiri dari es yang diserut hingga sangat halus dan lembut, menyerupai tekstur salju. Lapisan es ini kemudian ditutupi dengan berbagai macam topping yang manis dan segar. Varian klasiknya adalah patbingsu, yang memanfaatkan kacang merah kental, susu kental manis, dan potongan mochi. Namun, variasi modernnya kini sangat beragam, termasuk bingsu dengan topping buah-buahan segar seperti stroberi atau mangga, matcha (teh hijau), cokelat, atau bahkan es krim. Setiap suapan bingsu menawarkan sensasi dingin yang menyegarkan dengan kombinasi rasa yang menggugah selera, menjadikannya hidangan penutup atau camilan sore yang sempurna, terutama saat cuaca sedang panas.
Di balik fenomena kuliner Korea yang sedang booming ini, terdapat pengaruh kuat dari budaya pop, khususnya para idola K-pop. Salah satu contoh nyata adalah Jennie dari grup BLACKPINK, yang sering membagikan momen santainya di media sosial. Dalam beberapa unggahan, ia terlihat sangat menikmati tteokbokki, mengonfirmasi status camilan jalanan tersebut sebagai favorit pribadinya. Selain itu, ia juga diketahui menyukai hotteok, sejenis pancake tradisional Korea yang digoreng berisi campuran gula cokelat, kayu manis, dan kacang-kacangan. Penampakan idola sekelas Jennie dengan gemar menyantap jajanan lokal ini tidak hanya memperkuat citra kuliner Korea, tetapi juga memicu tren wisata kuliner yang meniru jejak sang bintang di kalangan penggemarnya.
Ketujuh kuliner di atas, dari tteokbokki yang pedas hingga bingsu yang dingin, dari pengalaman sosial K-BBQ hingga kompleksitas rasa bibimbap, merepresentasikan keragaman dan kedalaman budaya kuliner Korea. Setiap hidangan membawa cerita, teknik tradisional, dan kemampuan beradaptasi dengan tren modern. Bagi wisatawan, mencicipi kuliner-kuliner ini bukan hanya sekadar memuaskan rasa lapar, tetapi juga merupakan jalan paling lezat untuk memahami dan menikmati warisan budaya Korea Selatan yang dinamis dan terus berkembang. Pengalaman kuliner ini menjadi kenikmatan tersendiri yang melengkapi perjalanan, menciptakan kenangan manis yang tertinggal jauh setelah pulang ke tanah air.








