Pensiun dari Timnas, Wajah Messi Dibuat dari Milanesa
Chef Damian Zanotti mengolah milanesa menjadi potret Lionel Messi di Buenos Aires sebagai penghormatan setelah sang kapten pensiun dari timnas Argentina.

Judul: Pensiun dari Timnas, Wajah Messi Diabadikan dalam Sepiring Milanesa yang Viral
Wajah Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian publik. Namun, kali ini sorotan tersebut tidak terjadi di lapangan hijau, melainkan di atas piring makan. Pada hari Kamis, 3 September 2026 ini, dunia maya diramaikan oleh sebuah karya seni kuliner yang sangat unik: seorang seniman berhasil menghadirkan wajah megabintang Inter Miami tersebut menggunakan bahan dasar milanesa. Karya ini muncul di tengah kabar mengejutkan mengenai keputusan Messi untuk pensiun dari timnas Argentina, menjadikannya momen yang emosional bagi para penggemar setia La Albiceleste.
Milanesa sendiri merupakan salah satu hidangan paling ikonik di Argentina. Secara sederhana, hidangan ini berupa daging yang dipipihkan hingga tipis, kemudian dilapisi dengan campuran telur dan tepung roti, lalu digoreng hingga berwarna keemasan dan bertekstur super renyah. Popularitas milanesa di Argentina sangat besar, hampir setara dengan asado atau daging panggang. Pengaruh imigran Italia pada abad ke-19 hingga ke-20 sangat terasa dalam hidangan ini, yang diyakini merupakan adaptasi lokal dari Wiener Schnitzel khas Austria. Di Argentina, milanesa memiliki banyak variasi penyajian, mulai dari disantap dengan kentang goreng, diolesi saus lemon, hingga dijadikan isian roti lapis yang tebal atau yang biasa disebut sándwich de milanesa.
Dalam unggahan yang tersebar luas di berbagai platform media sosial, terlihat bagaimana sang kreator dengan kesabaran luar biasa membentuk milanesa menyerupai wajah sang kapten timnas Argentina. Detail-detail wajah Messi diperhatikan dengan sangat teliti. Mulai dari bentuk mata yang khas dan teduh, hidung yang mancung, hingga janggut serta rambut yang menjadi ciri khasnya sejak beberapa tahun terakhir, semuanya tampak hidup dan sangat mudah dikenali oleh publik. Proses pembuatan karya seni kuliner ini tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi untuk memipihkan daging secara presisi dan kemudian membentuk tepung roti agar menghasilkan kontur wajah yang akurat. Tidak hanya persoalan rasa, tantangan terbesar adalah menjaga tekstur dan bentuk wajah tersebut tetap utuh saat proses penggorengan dilakukan. Hasil akhirnya pun di luar dugaan: sebuah potret wajah yang tidak hanya enak dipandang, tetapi juga tampak lezat untuk disantap.
Momentum kreatif ini pun langsung membanjiri linimasa media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet global. Banyak pengguna internet yang mengaku terpukau oleh tingkat kreativitas dan ketelitian yang ditunjukkan oleh seniman tersebut. Beragam komentar kagum seperti “detail banget”, “keren luar biasa”, hingga “sayang sekali jika harus dimakan” memenuhi kolom komentar pada unggahan tersebut. Beberapa warganet lain bahkan mencoba menebak-tebak berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan karya seni tersebut dan bagaimana cara sang seniman menjaga bentuk potret wajah Messi agar tidak berubah ketika digoreng. Fenomena ini berhasil membuktikan bahwa seni kuliner modern memiliki daya tarik luar biasa yang menghubungkan dunia olahraga, gastronomi, dan kreativitas manusia dalam satu piring saji.
Kehadiran karya milanesa berbentuk wajah Messi ini jelas memiliki makna yang mendalam, terutama karena datang bertepatan dengan kabar pensiunnya sang pemain dari tim nasional Argentina. Keputusan pensiun ini menjadi duka yang mendalam bagi jutaan pendukung timnas di seluruh dunia. Karya seni ini seolah menjadi bentuk nyata dari penghormatan dan perayaan atas karier legendaris Messi bersama timnas Argentina. Karier tersebut mencapai puncaknya pada bulan Desember 2022 ketika Messi berhasil membawa Argentina meraih gelar juara Piala Dunia di Qatar. Keberhasilan tersebut melengkapi seluruh koleksi trofi yang selama ini dirindukan, serta mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa di jagat raya ini.
Selain Piala Dunia, Messi juga memiliki segudang prestasi lain yang sulit ditandingi oleh pemain mana pun. Ia telah memecahkan berbagai rekor, mulai dari jumlah penghargaan Ballon d’Or yang ia kumpulkan, menjadi pencetak gol terbanyak di Barcelona, hingga meraih gelar La Liga dalam berbagai musim. Sepanjang kariernya di Eropa, ia menjadi momok menakutkan bagi setiap lini pertahanan lawan. Kini, di usia yang tidak lagi muda, Messi tetap menunjukkan performa mengesankan bersama Inter Miami di kompetisi Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat. Meskipun telah berstatus sebagai pemain senior, ketajamannya dalam memimpin lini serang dan visi bermainnya yang luar biasa masih menjadi tontonan yang memukau.
Dari sudut pandang budaya kuliner, penggunaan makanan sebagai media untuk menggambarkan tokoh terkenal sebenarnya telah memiliki sejarah panjang. Fenomena yang kerap disebut sebagai food art atau seni pangan ini seringkali menggunakan berbagai bahan seperti bubuk kopi, sayur-sayuran, hingga mie sebagai kanvasnya. Namun, membuat potret wajah dari milanesa merupakan tantangan tersendiri karena tekstur daging yang padat dan tidak mudah dibentuk. Keunggulan karya ini justru terletak pada kemampuan sang seniman untuk mengubah keterbatasan bahan menjadi sebuah mahakarya yang sempurna dan hampir mustahil untuk ditiru oleh orang lain.
Bagi para penggemar setia Messi di Indonesia, fenomena membuat wajah Messi dari milanesa ini tentu sangat menarik untuk diikuti. Banyak yang berharap agar sang seniman sudi berbagi tutorial langkah demi langkah pembuatannya. Dengan begitu, mereka pun bisa mencoba membuatnya di rumah masing-masing sebagai bentuk apresiasi. Meskipun hingga berita ini dituliskan sang kreator belum merilis video panduan pembuatannya secara mendetail, namun hal tersebut tidak mengurangi antusiasme para penggemar yang terus mencari tahu informasi lebih lanjut terkait resep dan teknik pembuatan potret wajah idola mereka tersebut.
Karya seni kuliner milanesa ini tidak hanya sukses menarik perhatian para pecinta sepak bola, tetapi juga memicu diskusi menarik di kalangan pecinta kuliner di berbagai negara. Argentina, yang merupakan negara asal Messi dan menjadi tempat lahirnya milanesa, menjadi titik temu yang sempurna untuk memadukan dua budaya besar: sepak bola dan gastronomi. Perpaduan ini berhasil menciptakan perbincangan lintas benua yang menghangatkan suasana di tengah kabar duka perpisahan Messi dengan timnas. Pertanyaan seputar jenis daging yang digunakan, rempah apa saja yang dicampurkan, hingga bagaimana cara mempertahankan bentuk wajah saat digoreng pun menjadi bahan diskusi yang menarik. Semua elemen tersebut memperkaya cerita di balik fenomena viral ini dan membuatnya semakin hidup.
Hingga artikel ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Messi atau perwakilannya terkait karya milanesa yang menampilkan wajahnya tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan sang megabintang akan melihat atau bahkan memberikan respons terhadap kreativitas para penggemarnya tersebut di kemudian hari. Terlepas dari apapun tanggapan sang pemain, satu hal yang sudah pasti adalah bahwa karya seni berbentuk milanesa ini telah berhasil mencuri perhatian dunia dan membuktikan bahwa rasa cinta terhadap seorang legenda sepak bola dapat diekspresikan melalui berbagai cara yang sangat beragam dan penuh inovasi, termasuk melalui sepiring makanan tradisional yang lezat dan familiar.








