Maia Estianty Cicip Lontong Kupang hingga Pecel Semanggi
Maia Estianty kembali bagikan momen ketika mencoba aneka kuliner khas Surabaya. Kali ini, ia mencoba sajian lontong kupang hingga pecel semanggi yang lezat.

Maia Estianty kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu figur publik yang paling aktif memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara. Kali ini, musisi dan pengusaha tersebut mencicipi sederet makanan khas daerah yang memiliki cita rasa dan karakter berbeda-beda. Konten kuliner terbarunya itu diunggah melalui kanal YouTube pribadinya dengan judul “ENDULITA! LONTONG KUPANG HINGGA PECEL SEMANGGI”. Dalam video tersebut, Maia tidak sendirian. Ia ditemani oleh suaminya, Irwan Mussry, serta beberapa anggota timnya yang turut mencoba berbagai hidangan yang disajikan. Kehadiran mereka menambah suasana santai dan akrab dalam sesi mencicipi makanan tersebut.
Makanan pertama yang dicicipi Maia Estianty adalah Lontong Kupang. Hidangan ini merupakan kuliner khas Sidoarjo, Jawa Timur, yang sudah cukup dikenal di berbagai daerah. Lontong Kupang disajikan dengan potongan lontong, kupang, serta kuah petis yang menjadi ciri khasnya. Kuah petis tersebut memberikan rasa gurih dan aroma yang kuat, sehingga membuat hidangan ini terasa khas dan berbeda dari kuliner sejenis. Saat menyantap hidangan itu, Maia sempat menjelaskan kepada penonton mengenai bahan utama makanan tersebut. “Ini kupang ya, kupang itu kerang kecil-kecil,” ujar Maia Estianty. Penjelasan sederhana itu membantu penonton yang mungkin belum familiar dengan kupang untuk memahami apa yang sedang ia santap.
Maia tampak menikmati lontong kupang yang disajikan. Ia bahkan menambahkan beberapa pelengkap untuk memperkaya rasa, seperti sate kerang dan kerupuk. Kombinasi tersebut membuat pengalaman menyantap lontong kupang semakin lengkap. Sate kerang memberikan tambahan tekstur dan rasa yang lebih kuat, sementara kerupuk menambahkan sensasi renyah di setiap gigitan. Momen ini menunjukkan bahwa Maia tidak hanya sekadar mencicipi, tetapi juga menikmati hidangan dengan cukup antusias.
Selanjutnya, Maia Estianty dan timnya mencicipi Pecel Semanggi. Makanan ini merupakan kuliner khas Surabaya yang terbuat dari daun semanggi yang direbus, kemudian disiram dengan bumbu kacang. Pecel Semanggi memiliki penampilan yang cukup unik karena menggunakan daun semanggi sebagai bahan utamanya, bukan sayuran yang biasa ditemukan dalam pecel pada umumnya. “Pecel semanggi ini khas Surabaya ya,” kata Maia. Ia tampak penasaran dengan rasa daun semanggi yang memiliki tekstur tersendiri. Setelah mencicipi hidangan tersebut, Maia memberikan komentarnya. Rasa penasaran itu menjadi salah satu daya tarik dalam konten kuliner yang ia buat, karena penonton diajak untuk mengikuti reaksi dan pendapatnya secara langsung.
Selain dua makanan tersebut, dalam video itu Maia Estianty juga mencicipi beberapa makanan lain. Beberapa di antaranya adalah tahu tek dan rujak cingur. Kedua hidangan itu juga merupakan kuliner khas Jawa Timur yang memiliki banyak penggemar. Tahu tek biasanya disajikan dengan tahu goreng, lontong, telur, dan bumbu petis yang kental. Sementara rujak cingur merupakan hidangan yang terdiri dari irisan cingur atau hidung sapi, sayuran, dan bumbu petis. Kehadiran makanan-makanan tersebut menambah variasi dalam sesi mencicipi yang dilakukan Maia dan timnya. Dengan demikian, video tersebut tidak hanya membahas satu atau dua makanan, tetapi memperkenalkan beberapa kuliner daerah sekaligus.
Konten kuliner Maia Estianty memang selalu menarik perhatian. Ia kerap membagikan pengalamannya mencicipi berbagai makanan khas daerah di Indonesia. Pendekatan yang ia gunakan cenderung santai dan personal, sehingga penonton merasa seperti ikut serta dalam perjalanan kuliner tersebut. Maia juga tidak segan memberikan komentar jujur mengenai rasa, tekstur, dan pengalaman makannya. Hal ini membuat kontennya terasa lebih hidup dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.
Sebelumnya, Maia Estianty juga pernah mencicipi berbagai kuliner khas daerah lain. Ia dikenal sebagai salah satu public figure yang gemar berburu makanan lokal. Kegemarannya itu tidak hanya terlihat dari konten yang ia unggah, tetapi juga dari cara ia menikmati setiap hidangan yang disajikan. Bagi Maia, kuliner daerah bukan sekadar makanan, melainkan juga bagian dari kekayaan budaya yang patut diperkenalkan kepada masyarakat luas. Melalui kanal YouTube-nya, ia turut berkontribusi dalam memperkenalkan berbagai makanan khas Indonesia kepada penonton, baik dari dalam maupun luar negeri.
Video terbaru Maia Estianty tersebut memperlihatkan bahwa kekayaan kuliner Nusantara sangat beragam. Setiap daerah memiliki hidangan khas dengan bahan, bumbu, dan cara penyajian yang berbeda. Lontong Kupang dari Sidoarjo, Pecel Semanggi dari Surabaya, tahu tek, dan rujak cingur merupakan contoh nyata dari keberagaman tersebut. Dengan mengangkat makanan-makanan itu dalam kontennya, Maia Estianty turut membantu memperkenalkan kuliner daerah kepada audiens yang lebih luas. Konten seperti ini juga dapat menjadi inspirasi bagi penonton untuk mencoba dan menghargai makanan khas daerah di sekitar mereka.








