Jangan Buang Makanan! Ini Bedanya Best By vs Use By
Makanan kemasan punya keterangan tanggal dengan istilah berbeda. Jangan sampai salah mengenali istilah populer, seperti Best By hingga Use By.

Daftar isi: [Hide]
- 0.1Mengapa Label Tanggal Penting?
- 0.2Best By (Sebaiknya Digunakan Sebelum)
- 0.3Use By (Gunakan Sebelum)
- 0.4Sell By (Jual Sebelum)
- 0.5Expiration Date (Tanggal Kedaluwarsa)
- 0.6Faktor yang Mempengaruhi Masa Simpan
- 0.7Dampak Lingkungan dan Ekonomi
- 0.8Tips Praktis Mengelola Makanan Berdasarkan Label
- 0.9Regulasi dan Perkembangan Terkini
Judul: Jangan Langsung Buang Makanan! Kenali Perbedaan Best By, Use By, dan Istilah Lain pada Label Kemasan
Setiap hari, jutaan ton makanan berakhir di tempat pembuangan sampah hanya karena konsumen salah memahami arti tanggal yang tercantum pada kemasan. Di Indonesia, fenomena food waste atau pemborosan pangan menjadi perhatian serius, terutama ketika banyak orang secara otomatis membuang produk begitu tanggal yang tertera terlewati. Padahal, tidak semua label tanggal menunjukkan bahwa makanan sudah tidak layak konsumsi. Istilah seperti Best By, Use By, Sell By, dan Expiration Date memiliki makna yang sangat berbeda, dan memahami perbedaan ini dapat membantu kita mengurangi limbah, menghemat uang, serta tetap menjaga keamanan pangan.
Artikel ini akan mengupas secara rinci definisi, implikasi, dan cara membaca label tanggal pada makanan kemasan. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda tidak perlu lagi terburu-buru membuang makanan yang masih aman dan berkualitas.
Mengapa Label Tanggal Penting?
Label tanggal pada kemasan makanan berfungsi sebagai panduan bagi konsumen dan pengecer untuk memastikan produk dikonsumsi dalam kondisi terbaik. Namun, tidak ada standar global yang seragam untuk istilah-istilah ini. Setiap negara atau bahkan produsen memiliki kebijakan sendiri. Di Amerika Serikat, misalnya, label tanggal tidak diwajibkan secara federal kecuali untuk susu formula bayi. Sementara di Uni Eropa, aturan lebih ketat dengan pembedaan jelas antara best before dan use by. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur pencantuman tanggal kedaluwarsa (expired date) pada pangan olahan, tetapi istilah lain seperti best before sering muncul pada produk impor.
Kebingungan terbesar muncul karena konsumen menganggap semua label tanggal sebagai sinyal “basi” atau “beracun”. Faktanya, sebagian besar label hanya menunjukkan puncak kualitas, bukan keamanan. Untuk memahami hal ini, mari kita bedah satu per satu istilah yang paling umum ditemukan.
Best By (Sebaiknya Digunakan Sebelum)
Best By adalah istilah yang paling sering disalahartikan. Tanggal ini menunjukkan batas waktu di mana produsen menjamin produk berada dalam kondisi kualitas terbaik—baik dari segi rasa, tekstur, aroma, maupun nilai gizi. Setelah tanggal Best By terlewati, makanan belum tentu rusak atau berbahaya. Produk seperti sereal, keripik, biskuit, pasta kering, dan makanan kaleng biasanya masih aman dikonsumsi berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah tanggal tersebut, asalkan kemasan tidak rusak dan disimpan dengan benar.
Contoh nyata: Sebungkus keripik kentang dengan label Best By 17 Agustus 2026 (hari ini) mungkin masih renyah dan enak jika dimakan besok. Namun, jika dibiarkan terbuka, teksturnya bisa melempem lebih cepat. Intinya, Best By adalah soal kualitas, bukan keamanan. Produk dengan kadar air rendah (seperti tepung, gula, kopi instan) cenderung memiliki masa simpan yang sangat panjang meskipun tanggal Best By sudah lewat.
Use By (Gunakan Sebelum)
Use By memiliki arti yang lebih ketat. Tanggal ini umumnya digunakan pada produk yang mudah rusak (perishable) dan memiliki risiko keamanan pangan yang lebih tinggi jika disimpan terlalu lama. Produk seperti daging segar, ikan, susu segar, telur, dan makanan siap saji biasanya mencantumkan Use By. Setelah tanggal ini terlewati, produsen tidak dapat menjamin keamanan produk, meskipun secara visual tampak baik-baik saja.
Perlu dicatat bahwa Use By bukan berarti makanan langsung beracun pada detik setelah tengah malam. Namun, risiko pertumbuhan bakteri patogen seperti Salmonella atau Listeria meningkat secara signifikan seiring waktu, terutama jika rantai dingin terputus. Oleh karena itu, untuk produk dengan label Use By, disarankan untuk mematuhi tanggal tersebut. Jika tanggal sudah lewat, lebih baik dibuang. Namun, ada pengecualian: telur yang disimpan di lemari pendingin seringkali masih aman beberapa minggu setelah Use By, asalkan dimasak hingga matang sempurna.
Sell By (Jual Sebelum)
Sell By adalah istilah yang ditujukan untuk pengecer, bukan konsumen. Tanggal ini memberi tahu toko atau supermarket kapan produk harus dijual atau dipajang. Tujuannya adalah untuk memudahkan manajemen inventaris dan memastikan konsumen mendapatkan produk dengan sisa masa simpan yang cukup. Setelah tanggal Sell By terlewati, produk masih boleh dijual di beberapa negara, tetapi biasanya akan didiskon atau dipindahkan ke rak khusus.
Sebagai konsumen, Anda tidak perlu khawatir dengan tanggal Sell By. Produk seperti susu atau yogurt yang masih dalam kemasan tertutup dan disimpan di lemari pendingin seringkali masih baik selama beberapa hari setelah Sell By. Gunakan indra Anda—cium, lihat, dan cicipi sedikit—untuk menentukan kelayakan. Jika tidak ada tanda-tanda kerusakan seperti bau asam, jamur, atau perubahan tekstur, produk masih bisa dikonsumsi.
Expiration Date (Tanggal Kedaluwarsa)
Di Indonesia, istilah “kedaluwarsa” atau expiration date diatur secara ketat oleh BPOM. Tanggal ini menunjukkan batas akhir suatu produk dijamin aman dan layak dikonsumsi. Berbeda dengan Best By, expiration date memiliki implikasi hukum dan keamanan. Produk yang melewati tanggal kedaluwarsa tidak boleh diedarkan atau dijual. Konsumen juga sangat disarankan untuk tidak mengonsumsinya, terutama untuk produk seperti susu formula bayi, makanan diet khusus, atau obat-obatan.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua produk yang lewat tanggal kedaluwarsa langsung berbahaya. Makanan kaleng dengan pH rendah (misalnya sayuran kaleng) dapat bertahan bertahun-tahun jika kaleng tidak penyok, berkarat, atau menggembung. Tetapi karena tidak ada jaminan keamanan dari produsen, risiko tetap ada. Prinsip kehati-hatian adalah yang terbaik: jika ragu, buanglah.
Faktor yang Mempengaruhi Masa Simpan
Selain label tanggal, cara penyimpanan sangat memengaruhi keawetan makanan. Suhu, kelembaban, paparan cahaya, dan oksigen adalah musuh utama makanan. Misalnya:
- Susu: Jika disimpan di pintu kulkas yang suhunya fluktuatif, susu bisa rusak lebih cepat daripada jika disimpan di rak tengah atau bawah.
- Roti: Roti tawar yang disimpan di suhu ruang akan berjamur dalam beberapa hari, tetapi jika dibekukan, bisa bertahan berbulan-bulan.
- Minyak goreng: Paparan cahaya dan udara mempercepat ketengikan. Simpan di botol gelap dan tempat sejuk.
Konsumen juga perlu waspada terhadap tanda-tanda fisik kerusakan: bau tidak sedap, perubahan warna, pertumbuhan jamur, tekstur berlendir, atau kemasan yang menggembung (pada produk kaleng). Tanda-tanda ini lebih dapat diandalkan daripada sekadar tanggal, terutama untuk produk dengan label Best By.
Dampak Lingkungan dan Ekonomi
Kesalahan membaca label tanggal berkontribusi besar terhadap limbah pangan global. Menurut data FAO (Food and Agriculture Organization), sekitar sepertiga dari semua makanan yang diproduksi di dunia hilang atau terbuang setiap tahun. Di negara maju, sebagian besar limbah terjadi di tingkat konsumen, dan salah satu penyebab utamanya adalah kebingungan soal label tanggal.
Di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat bahwa sampah makanan merupakan komponen terbesar dalam timbulan sampah nasional. Jika setiap rumah tangga lebih cermat dalam memahami Best By dan Use By, potensi pengurangan limbah bisa sangat signifikan. Selain menghemat pengeluaran rumah tangga, langkah ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembusukan makanan di tempat pembuangan akhir.
Tips Praktis Mengelola Makanan Berdasarkan Label
- Baca label dengan saksama: Bedakan apakah yang tertera adalah Best By, Use By, atau Expired. Jika tidak ada penjelasan, cari petunjuk lain seperti “baik digunakan sebelum” atau “gunakan sebelum”.
- Terapkan sistem FIFO (First In, First Out): Letakkan produk yang akan segera kedaluwarsa di bagian depan lemari atau rak agar lebih dulu dikonsumsi.
- Gunakan indra Anda: Jangan hanya mengandalkan tanggal. Cium, lihat, dan cicipi sedikit jika perlu. Untuk produk kering seperti biskuit atau sereal, tanggal Best By yang lewat biasanya tidak masalah.
- Bekukan untuk memperpanjang umur: Banyak produk seperti daging, roti, atau sayuran bisa dibekukan sebelum tanggal Use By tiba. Pembekuan menghentikan pertumbuhan bakteri, meskipun kualitas tekstur mungkin berubah.
- Perhatikan kemasan: Kaleng yang penyok, kemasan plastik yang bocor, atau tutup yang longgar mempercepat kerusakan, terlepas dari tanggal yang tercantum.
- Edukasi anggota keluarga: Pastikan semua orang di rumah memahami perbedaan ini agar tidak ada yang terburu-buru membuang makanan yang masih layak.
Regulasi dan Perkembangan Terkini
Di beberapa negara, gerakan untuk menyederhanakan label tanggal sedang berlangsung. Inggris, misalnya, telah menghapus label Sell By pada beberapa produk untuk mengurangi kebingungan. Di Amerika Serikat, beberapa produsen besar mulai beralih ke label yang lebih jelas seperti “BEST If Used By” untuk kualitas dan “USE By” untuk keamanan. Di Indonesia, BPOM mewajibkan pencantuman tanggal kedaluwarsa pada pangan olahan dalam negeri maupun impor. Namun, istilah best before atau best by yang sering muncul pada produk impor tidak selalu diatur secara spesifik, sehingga konsumen perlu waspada.
Pada tanggal 17 Agustus 2026 ini, saat Anda memeriksa lemari dapur dan menemukan sekotak sereal dengan label Best By hari ini, Anda tidak perlu panik. Sereal tersebut kemungkinan besar masih renyah dan bergizi selama disimpan di wadah kedap udara. Sebaliknya, jika Anda menemukan sepotong daging ayam mentah dengan label Use By tanggal kemarin, sebaiknya jangan ambil risiko—buang atau segera masak hingga matang jika belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Memahami perbedaan antara Best By, Use By, dan istilah lainnya bukan hanya soal pengetahuan, melainkan juga langkah nyata untuk hidup lebih hemat, sehat, dan ramah lingkungan. Dengan informasi yang tepat, kita bisa berkontribusi mengurangi limbah pangan tanpa mengorbankan keamanan. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk membuang makanan, luangkan waktu sejenak untuk membaca label dengan cermat dan menggunakan akal sehat.








