Gulai Masuk 8 Sup Terenak Dunia, Pria Bungkus Sisa Makanan

Gulai Sumatra masuk daftar 8 hidangan kuah terenak di dunia. Ada pula aksi pria mengumpulkan sisa makanan di food court untuk dibawa pulang.

Gulai Masuk 8 Sup Terenak Dunia, Pria Bungkus Sisa Makanan

Liputan khusus detikFood pekan ini menyajikan sejumlah berita kuliner yang menarik perhatian pembaca, mulai dari pengakuan internasional terhadap gulai sebagai hidangan kuah terenak hingga aksi peduli lingkungan berupa membungkus sisa makanan di food court. Berikut rangkuman berita boga tersebut.

Gulai Masuk Daftar Hidangan Kuah Terenak di Dunia

Gulai kembali menorehkan prestasi di kancah kuliner dunia. Hidangan khas Indonesia ini masuk dalam daftar hidangan kuah terenak versi sebuah media internasional. Gulai dikenal dengan kuahnya yang kaya rempah, gurih, dan berwarna kekuningan. Bumbu seperti kunyit, lengkuas, serai, dan santan membuat cita rasanya khas. Tak heran jika gulai digemari banyak orang, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Pengakuan ini menambah panjang daftar hidangan Nusantara yang mendapat tempat di mata dunia. Gulai, yang selama ini lekat dengan masakan rumah tangga dan warung makan tradisional, kini disebut sejajar dengan hidangan berkuah dari berbagai negara lain. Bagi pecinta kuliner, popularitas gulai juga membuka peluang eksplorasi ragam variasi daerah, seperti gulai kambing, gulai ayam, gulai ikan, hingga gulai nangka yang biasa disajikan sebagai pendamping.

Aksi Bungkus Sisa Makanan di Food Court

Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh sejumlah pengunjung food court. Mereka membungkus sisa makanan untuk dibawa pulang agar tidak terbuang sia-sia. Gerakan ini dinilai positif untuk mengurangi sampah makanan. Selain menghemat pengeluaran, membawa pulang sisa makanan juga membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Sampah makanan memang menjadi persoalan yang kerap luput dari perhatian. Padahal, makanan yang terbuang tidak hanya berarti kehilangan nilai gizi dan biaya, tetapi juga berdampak pada lingkungan karena proses pembusukan di tempat pembuangan menghasilkan gas yang berkontribusi pada perubahan iklim. Karena itu, kebiasaan membungkus sisa makanan menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, tanpa perlu biaya atau peralatan khusus.

Ragam Kuliner Nusantara yang Mendunia

Kuliner Indonesia terus menunjukkan eksistensinya di mata dunia. Berbagai hidangan tradisional seperti rendang, sate, dan nasi goreng sudah lama dikenal. Kini giliran gulai dan hidangan berkuah lainnya yang mendapat pengakuan. Pengakuan internasional ini diharapkan dapat mendorong promosi wisata kuliner Indonesia. Dengan begitu, semakin banyak wisatawan yang tertarik mencicipi kelezatan makanan khas Nusantara.

Efek berantainya pun cukup luas. Ketika sebuah hidangan mendapat sorotan internasional, perhatian terhadap bahan baku, rempah, dan cara pengolahannya ikut meningkat. Hal ini dapat memberi dampak positif bagi petani rempah, pelaku usaha kuliner kecil, serta daerah penghasil bahan pangan khas. Dengan kata lain, pengakuan terhadap gulai bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga peluang ekonomi bagi banyak pihak.

Tips Menyimpan Sisa Makanan dengan Aman

Membungkus sisa makanan memang baik untuk mengurangi pemborosan. Namun, penting memperhatikan cara menyimpannya agar tetap aman dikonsumsi. Simpan sisa makanan dalam wadah tertutup dan masukkan ke lemari pendingin. Pastikan makanan dikonsumsi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Panaskan kembali hingga benar-benar matang sebelum disantap.

Beberapa hal lain juga perlu diperhatikan. Pisahkan makanan berkuah dari makanan kering agar tekstur dan rasanya tidak berubah. Beri label atau catatan tanggal pada wadah agar tidak lupa kapan makanan disimpan. Hindari memasukkan makanan yang masih panas langsung ke lemari pendingin karena dapat memengaruhi suhu dan kualitas makanan lain di dalamnya. Selain itu, perhatikan tanda-tanda kerusakan seperti bau tidak sedap, lendir, atau perubahan warna sebelum makanan dipanaskan kembali.

Tren Kuliner Berkelanjutan

Isu keberlanjutan kini menjadi perhatian di dunia kuliner. Banyak pelaku usaha mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola limbah makanan dengan lebih baik. Konsumen juga diajak berperan aktif, salah satunya dengan membungkus sisa makanan. Langkah kecil ini jika dilakukan bersama-sama akan memberi dampak besar bagi lingkungan.

Tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap asal-usul bahan makanan dan dampak pilihan mereka. Sejumlah restoran mulai menawarkan porsi yang bisa disesuaikan, menyediakan wadah ramah lingkungan, hingga mengolah kembali bahan sisa menjadi produk yang bermanfaat. Di sisi lain, konsumen semakin terbiasa membawa wadah sendiri dan merencanakan pembelian agar tidak berlebihan. Kolaborasi antara pelaku usaha dan konsumen inilah yang dinilai menjadi kunci terwujudnya kuliner yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search