Curry Puff Michelin & Kanomsiam Hadir di Festival Kuliner Jakarta

Festival kuliner ini hadirkan makanan khas Asia di Jakarta Selatan. Selain chicken salted egg dari Singapura yang viral, ada 3 jajanan yang tak kalah enak!

Curry Puff Michelin & Kanomsiam Hadir di Festival Kuliner Jakarta

Curry Puff Michelin dan Kanomsiam Ramaikan Festival Kuliner Asia di Jakarta Selatan

Jakarta, 24 Agustus 2026 – Pencinta kuliner di ibu kota kembali dimanjakan dengan hadirnya festival makanan khas Asia yang digelar di Jakarta Selatan. Festival yang berlangsung sejak akhir pekan ini tidak hanya menghadirkan hidangan viral seperti chicken salted egg dari Singapura, tetapi juga memperkenalkan tiga jajanan tradisional yang tidak kalah menggugah selera. Dua di antaranya yang menjadi sorotan utama adalah curry puff yang telah diakui oleh panduan Michelin serta kanomsiam, kudapan manis khas Thailand yang mulai naik daun.

Festival kuliner ini dirancang sebagai wadah bagi para pelaku usaha makanan untuk memperkenalkan cita rasa otentik dari berbagai negara di Asia. Lokasi yang strategis di Jakarta Selatan menjadi nilai tambah tersendiri, mengingat kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat gaya hidup dan kuliner terbesar di Indonesia. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Jakarta, tetapi juga dari kota-kota penyangga seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi, yang sengaja meluangkan waktu untuk mencicipi sajian langka yang jarang ditemui di gerai makanan biasa.

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah kehadiran curry puff ala Michelin. Curry puff sendiri sebenarnya merupakan makanan yang sudah dikenal luas di Asia Tenggara, terutama di Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Namun, versi yang dihadirkan dalam festival ini memiliki standar kualitas yang berbeda. Curry puff tersebut dikembangkan oleh koki yang pernah bekerja di restoran berbintang Michelin, dengan teknik pembuatan pastry yang lebih presisi dan isian yang kaya rempah. Kulitnya yang berlapis-lapis renyah di luar namun lembut di dalam, berisi campuran kentang, ayam, dan bumbu kari yang diracik dengan proporsi seimbang. Setiap gigitan menghadirkan ledakan rasa yang hangat dan kompleks, menjadikannya salah satu menu yang paling banyak diburu pengunjung sejak hari pertama festival.

Tidak jauh dari stan curry puff, pengunjung juga dapat menemukan kanomsiam, jajanan tradisional Thailand yang mungkin masih asing di telinga sebagian orang. Kanomsiam adalah sejenis kue beras berbentuk bunga dengan tekstur kenyal dan lembut, biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut dan saus gula aren atau santan kental. Dalam festival ini, kanomsiam dihadirkan dalam beberapa varian rasa, mulai dari pandan, durian, hingga cokelat, untuk menarik minat pengunjung lokal yang gemar bereksperimen dengan rasa baru. Proses pembuatannya yang membutuhkan cetakan khusus dan ketelitian tinggi menjadikan kanomsiam sebagai hidangan yang terbilang unik dan jarang ditemukan di luar Thailand.

Selain dua jajanan tersebut, festival ini juga menampilkan tiga jajanan lain yang tidak kalah menarik untuk dicoba. Pertama, ada onde-onde ketan hitam khas Taiwan yang digoreng hingga renyah dengan isian kacang hijau manis. Kedua, ada takoyaki ala Jepang dengan topping saus okonomiyaki dan katsuobushi yang melimpah. Ketiga, ada es campur durian khas Malaysia yang menyajikan potongan durian segar dengan es serut, susu kental manis, dan berbagai topping seperti nangka serta kelapa muda. Ketiga jajanan ini sengaja dipilih untuk memberikan variasi rasa yang lengkap, mulai dari gurih, manis, hingga segar, sehingga pengunjung dapat menikmati perjalanan kuliner lintas negara dalam satu lokasi.

Menariknya, festival ini juga memberikan perhatian khusus pada aspek kebersihan dan keberlanjutan. Seluruh stan menggunakan peralatan makan ramah lingkungan yang dapat didaur ulang, dan panitia menyediakan area cuci tangan yang memadai di beberapa titik strategis. Hal ini sejalan dengan tren industri kuliner modern yang semakin peduli terhadap dampak lingkungan. Selain itu, panitia juga bekerja sama dengan pengelola kawasan untuk memastikan alur pengunjung tetap tertib, terutama pada jam-jam sibuk seperti sore hingga malam hari ketika jumlah pengunjung mencapai puncaknya.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati festival ini tanpa harus mengantre terlalu lama, disarankan untuk datang lebih awal, sekitar pukul 10.00 pagi, ketika stan-stan baru saja dibuka dan suasana masih relatif sepi. Sementara itu, bagi yang menyukai suasana ramai dan ingin merasakan energi malam hari, kunjungan pada pukul 18.00 hingga 21.00 bisa menjadi pilihan, meskipun harus bersabar dengan antrean yang lebih panjang. Harga makanan di festival ini bervariasi, mulai dari Rp15.000 untuk jajanan ringan hingga Rp50.000 untuk porsi besar atau menu premium seperti curry puff Michelin dan es durian.

Tidak hanya menyajikan makanan, festival ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik akustik dan demo memasak oleh sejumlah koki undangan. Pengunjung dapat menyaksikan langsung bagaimana kanomsiam dibentuk menggunakan cetakan tradisional, atau bagaimana teknik melipat pastry ala Michelin menghasilkan tekstur yang sempurna. Interaksi langsung dengan para koki ini memberikan nilai edukasi tersendiri, terutama bagi pengunjung yang tertarik untuk belajar memasak atau sekadar ingin memahami proses di balik setiap hidangan.

Festival kuliner ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dan panitia mengonfirmasi bahwa akan ada penambahan stan pada akhir pekan berikutnya untuk mengakomodasi permintaan yang terus meningkat. Dengan kombinasi antara hidangan viral, jajanan otentik, serta suasana yang meriah, festival ini menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi warga Jakarta dan sekitarnya selama musim libur akhir Agustus ini. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan daftar menu dapat diakses melalui akun media sosial resmi penyelenggara atau situs web pengelola kawasan tempat festival digelar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search