Arumi Bachsin Jajan Kuliner Tradisional: dari Bubur Ayam sampai Mukbang Penyetan
Di Instagram, artis Arumi Bachsin hobi membagikan momen kulineran serunya. Ia suka makan makanan tradisional, mulai dari bubur ayam sampai penyetan.

Daftar isi: [Hide]
Arumi Bachsin kembali menunjukkan kecintaannya pada kuliner Nusantara melalui berbagai unggahan di media sosial. Istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, ini dikenal aktif membagikan momen kesehariannya, termasuk kebiasaan menyantap makanan tradisional Indonesia yang sederhana namun kaya rasa. Dari bubur ayam hangat di pagi hari hingga mukbang penyetan pedas, berikut rangkuman momen kulineran Arumi Bachsin yang berhasil dihimpun dari berbagai unggahannya.
1. Sarapan Bubur Ayam dengan Topping Melimpah
Arumi Bachsin memulai harinya dengan menu sarapan yang identik dengan kehangatan, yaitu bubur ayam. Dalam unggahan terbarunya, ia terlihat menikmati semangkuk bubur ayam yang disajikan dengan beragam topping menggugah selera. Cakwe yang renyah, kerupuk, dan irisan daun bawang segar menjadi pelengkap utama. Tidak ketinggalan, ia menambahkan sambal dan kecap manis untuk memperkaya cita rasa gurih dari kuah bubur tersebut. Kebiasaan sarapan bubur ayam ini bukan hanya sekadar mengisi perut, tetapi juga menjadi cara Arumi untuk menikmati hidangan yang membangkitkan kenangan masa kecil di kampung halamannya.
2. Mukbang Penyetan dengan Lauk Ayam Kampung
Pada momen lain, Arumi Bachsin tampil lebih berani dengan melakukan mukbang atau siaran langsung menyantap makanan dalam porsi besar. Menu yang dipilih adalah penyetan, salah satu hidangan khas Jawa Timur yang terkenal dengan sambalnya yang pedas menggigit. Dalam video tersebut, ia menyantap penyetan dengan lauk ayam kampung yang empuk, ditemani tahu dan tempe goreng, serta lalapan mentah seperti timun, kemangi, dan kol. Pelengkap wajib yang tidak pernah ia lewatkan adalah sambal terasi yang diulek kasar. Gaya makannya yang lahap dan tanpa basa-basi membuat para pengikutnya di media sosial ikut tergugah selera. Mukbang penyetan ini juga menunjukkan bahwa Arumi tidak canggung menikmati hidangan rakyat yang sederhana.
3. Nasi Pecel, Hidangan Khas Jawa Timur yang Selalu Dirindukan
Selain bubur dan penyetan, Arumi Bachsin juga terlihat menikmati nasi pecel, hidangan yang juga identik dengan daerah asalnya, Jawa Timur. Nasi pecel yang ia santap terdiri dari nasi putih hangat yang disajikan dengan aneka sayuran rebus seperti kacang panjang, bayam, dan tauge. Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis, khas racikan pecel. Untuk menambah kenikmatan, ia menambahkan lauk pendamping berupa telur dadar yang digoreng tipis dan kerupuk udang yang renyah. Dalam unggahannya, Arumi mengaku bahwa nasi pecel adalah salah satu menu favoritnya karena rasa bumbu kacangnya yang autentik dan mengingatkannya pada masakan rumahan.
4. Jajan Pasar Tradisional: Klepon, Onde-Onde, dan Nagasari
Kecintaan Arumi Bachsin pada kuliner tradisional tidak hanya terbatas pada makanan berat. Ia juga gemar mengonsumsi jajanan pasar yang kerap dijumpai di pasar-pasar tradisional Indonesia. Beberapa kali ia membagikan momen menikmati kue-kue basah seperti klepon yang berisi gula merah cair di dalamnya, onde-onde yang digoreng hingga kecokelatan dengan taburan wijen, serta nagasari yang dibungkus daun pisang dengan isian pisang di tengahnya. Menurut Arumi, camilan-camilan klasik ini selalu berhasil membawanya bernostalgia ke masa kecil. Ia juga sering membeli jajanan pasar ini dari pedagang keliling atau pasar terdekat, sebagai bentuk dukungannya terhadap para pelaku usaha kecil di sektor kuliner tradisional.
5. Menikmati Soto Ayam Kuah Bening yang Hangat
Soto juga menjadi salah satu hidangan yang tidak pernah absen dari daftar favorit Arumi Bachsin. Dalam salah satu unggahannya, ia terlihat menikmati semangkuk soto ayam dengan kuah bening yang masih mengepul panas. Soto tersebut dilengkapi dengan potongan ayam suwir, bihun, kol, dan taburan bawang goreng. Untuk menambah kesegaran, Arumi memeras jeruk nipis ke dalam kuahnya dan menambahkan sambal rawit agar mendapatkan sensasi pedas yang pas. Ia juga menikmati soto dengan nasi putih hangat dan kerupuk sebagai pendamping. Momen menikmati soto ini menunjukkan bahwa Arumi menghargai hidangan berkuah yang menyehatkan dan cocok dinikmati kapan saja, baik saat cuaca dingin maupun sebagai menu makan siang.
Melalui berbagai unggahan tersebut, Arumi Bachsin secara konsisten menunjukkan bahwa kecintaannya pada kuliner tradisional Indonesia tidak pernah pudar. Gaya makannya yang sederhana, lahap, dan apa adanya justru membuatnya semakin dekat dengan para penggemar dari berbagai kalangan. Ia tidak hanya sekadar menikmati makanan, tetapi juga turut melestarikan warisan kuliner Nusantara dengan cara memperkenalkannya kepada publik melalui platform digital.
Fenomena ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan selebritas Indonesia, di mana banyak artis mulai beralih dari sekadar memamerkan makanan mewah di restoran mahal menjadi lebih mengapresiasi kekayaan rasa dari hidangan lokal. Arumi Bachsin menjadi salah satu contoh figur publik yang berhasil menggunakan pengaruhnya untuk mengangkat kembali popularitas makanan-makanan tradisional yang mungkin mulai terlupakan oleh generasi muda.
Selain itu, kebiasaan Arumi yang kerap membeli dari pedagang kecil juga memberikan dampak positif secara ekonomi. Dengan mengunggah momen tersebut ke media sosial yang memiliki jutaan pengikut, ia secara tidak langsung membantu mempromosikan usaha mikro di sektor kuliner. Hal ini sejalan dengan semangat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Dari sisi konten, unggahan kulineran Arumi Bachsin juga dinilai memiliki nilai estetika tersendiri. Penyajian makanan yang ditampilkan dalam foto atau video selalu terlihat menggugah selera, dengan pencahayaan yang baik dan sudut pengambilan gambar yang menarik. Meskipun hidangannya sederhana, presentasi yang apik membuat penonton merasa ingin mencoba menu yang sama.
Bagi para penggemar yang ingin meniru jejak kulineran Arumi, tidak ada salahnya untuk mulai menjelajahi pasar tradisional terdekat atau warung makan sederhana yang menyajikan menu serupa. Bubur ayam, penyetan, nasi pecel, jajan pasar, hingga soto adalah hidangan yang mudah ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia dengan cita rasa yang bervariasi sesuai daerah masing-masing.
Dengan terus membagikan momen-momen seperti ini, Arumi Bachsin tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan inspirasi bahwa makanan tradisional layak untuk dibanggakan dan dinikmati oleh semua kalangan, termasuk generasi muda yang semakin akrab dengan kuliner internasional. Kehadirannya di media sosial menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Indonesia adalah aset budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.








