Ayam Goreng Suharti vs Ny. Suharti, Ternyata Ini Bedanya

Konsumen sering bingung saat melihat gerai Ayam Goreng Suharti dan Ayam Goreng Ny. Suharti. Apakah keduanya benar berbeda?

Ayam Goreng Suharti vs Ny. Suharti, Ternyata Ini Bedanya

Nama Suharti di dunia kuliner Indonesia ternyata bukan hanya merujuk pada satu merek saja. Ada dua merek ayam goreng legendaris yang sama-sama memakai nama Suharti, yaitu Ayam Goreng Suharti dan Ny Suharti. Keduanya sering dianggap sama oleh sebagian masyarakat, padahal keduanya merupakan entitas yang berbeda. Pertanyaan soal perbedaan keduanya kembali mencuat setelah Ayam Goreng Suharti menggelar konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan itu, pihak keluarga memberikan penjelasan mengenai sejarah dan identitas masing-masing merek.

Kuasa hukum Ayam Goreng Suharti, Andi Ryanto, menjelaskan bahwa cikal bakal kedua merek berasal dari resep ayam goreng milik Hj Suharti yang dikenal sebagai pionir. Resep tersebut kemudian menyebar di lingkungan keluarga dan kerabat dekat. “Ibu Hj Suharti itu punya resep ayam goreng yang kemudian dikenal luas. Dari situ kemudian berkembang di keluarga dan kerabat,” kata Andi saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).

Menurut Andi, perbedaan muncul ketika resep tersebut dibawa dan dikembangkan oleh pihak keluarga yang berbeda. Satu cabang kemudian dikenal sebagai Ayam Goreng Suharti, sementara cabang lainnya memakai nama Ny Suharti. “Awalnya satu resep, satu keluarga. Tapi dalam perjalanannya ada yang mengembangkan dengan nama Suharti, ada juga yang memakai nama Ny Suharti,” ujarnya.

Andi menegaskan bahwa Ayam Goreng Suharti yang ia dampingi merupakan badan usaha yang dikelola oleh keluarga inti Hj Suharti. Sementara Ny Suharti dikembangkan oleh pihak keluarga lain yang juga memiliki kaitan sejarah. “Jadi memang ada dua entitas yang berbeda. Masyarakat sering menyamakan, tapi secara pengelolaan dan badan usaha itu berbeda,” jelas Andi.

Ia menambahkan, perbedaan ini bukan soal siapa yang paling asli, melainkan soal identitas merek dan pengelolaan usaha yang berjalan masing-masing. Keduanya memiliki sejarah yang sama-sama bersumber dari resep keluarga. Dengan kata lain, tidak ada klaim bahwa salah satu pihak lebih otentik dibandingkan pihak lainnya, karena keduanya sama-sama tumbuh dari akar yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, pihak keluarga menegaskan tidak mempermasalahkan keberadaan Ny Suharti sebagai bagian dari dinamika usaha kuliner. Namun, mereka menyoroti pentingnya kejelasan identitas merek agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. “Kami tidak dalam posisi memusuhi. Yang penting masyarakat tahu bahwa ini dua hal yang berbeda,” kata Andi.

Hingga berita ini diturunkan, detikcom masih berupaya menghubungi pihak Ny Suharti untuk mendapatkan penjelasan terkait hubungan sejarah dan pengelolaan usaha. Artinya, keterangan resmi dari sisi Ny Suharti mengenai hubungan historis maupun struktur pengelolaan usahanya belum sepenuhnya terjawab dalam pemberitaan ini, sehingga penjelasan yang tersedia baru berasal dari satu pihak.

Dari penjelasan keluarga, dapat disimpulkan bahwa Ayam Goreng Suharti dan Ny Suharti bukanlah dua merek yang sepenuhnya terpisah tanpa keterkaitan. Keduanya berakar dari resep yang sama, namun berkembang melalui jalur keluarga dan pengelolaan yang berbeda. Bagi konsumen, perbedaan ini lebih pada identitas merek dan pengalaman rasa yang masing-masing miliki. Sementara bagi keluarga, keduanya merupakan warisan yang tumbuh dari satu sejarah yang sama.

Perlu dipahami bahwa persoalan dua merek dengan nama serupa bukan hal yang jarang terjadi di industri kuliner Indonesia. Banyak usaha makanan yang lahir dari resep keluarga lalu berkembang melalui cabang-cabang keluarga yang berbeda, sehingga muncul merek-merek dengan nama yang mirip namun dikelola oleh badan usaha yang terpisah. Dalam konteks Ayam Goreng Suharti dan Ny Suharti, persoalan yang disorot bukanlah soal persaingan rasa atau kualitas, melainkan soal kejelasan identitas agar konsumen tidak salah memahami.

Pihak Ayam Goreng Suharti menekankan bahwa langkah mereka menjelaskan perbedaan ini bukan untuk menyerang pihak lain, melainkan untuk memberikan pemahaman kepada publik. Mereka ingin memastikan bahwa masyarakat mengetahui bahwa ada dua entitas usaha yang berbeda, masing-masing dengan pengelolaan dan badan usaha sendiri, meskipun keduanya memiliki keterkaitan sejarah melalui resep Hj Suharti.

Bagi masyarakat luas, informasi ini penting terutama ketika hendak memilih tempat makan atau melakukan pemesanan. Mengetahui bahwa ada dua merek dengan nama serupa dapat membantu konsumen memahami bahwa pengalaman bersantap di Ayam Goreng Suharti dan Ny Suharti mungkin berbeda, meskipun keduanya berangkat dari akar resep yang sama. Perbedaan tersebut mencakup aspek identitas merek, pengelolaan usaha, hingga pengalaman rasa yang disajikan masing-masing pihak.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Ny Suharti terkait penjelasan yang disampaikan keluarga Ayam Goreng Suharti. Namun, apa pun perkembangannya, fakta yang terungkap dalam konferensi pers tersebut menunjukkan bahwa kedua merek memiliki sejarah yang saling berkaitan melalui resep keluarga Hj Suharti, dan perbedaan yang ada lebih pada jalur pengembangan serta pengelolaan usaha yang berjalan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search