5 Kawasan Kuliner Hits Seoul yang Wajib Masuk Itinerary
Liburan ke Seoul, Korea Selatan, foodies bisa mampir ke 5 kawasan kuliner ini! Ada jajanan kaki lima di Myeongdong hingga kafe estetik dan roti viral di Seongsu

Daftar isi: [Hide]
Liburan ke Seoul rasanya kurang lengkap jika belum menjelajahi kawasan kuliner hits-nya. Kota ini memang terkenal dengan makanan yang menggugah selera, mulai dari street food hingga restoran legendaris. Bagi kamu yang sedang menyusun itinerary ke Seoul, lima kawasan kuliner berikut wajib masuk daftar kunjungan. Setiap kawasan punya karakter dan sajian khas yang berbeda, sehingga pengalaman kulinermu akan terasa lebih kaya dan beragam.
Sebelum membahas satu per satu, ada baiknya memahami dulu pola kawasan kuliner di Seoul. Kota ini terbagi menjadi beberapa kluster kuliner yang masing-masing memiliki identitas kuat. Ada kawasan yang berfokus pada street food dengan harga terjangkau, ada pasar tradisional yang menyajikan resep turun-temurun, ada pula kawasan hanok yang memadukan nuansa klasik dengan tren kafe modern. Memahami karakter tiap kawasan akan membantumu mengatur waktu kunjungan agar tidak kelelahan dan bisa menikmati setiap tempat dengan maksimal. Berikut ulasan lengkapnya.
1. Myeongdong
Myeongdong adalah surga street food di Seoul. Sepanjang jalan, deretan pedagang kaki lima menawarkan aneka camilan menggoda seperti tteokbokki, odeng, hotteok, hingga lobster panggang. Aroma makanan yang mengepul dari gerobak-gerobak pedagang menjadi pemandangan sehari-hari yang khas di kawasan ini.
Kawasan ini juga dipenuhi restoran dan kafe, sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin mencicipi banyak makanan dalam satu kunjungan. Suasananya paling ramai pada sore hingga malam hari. Jika kamu datang saat sore, kamu bisa menyusuri gang-gang sempit yang dipenuhi gerobak makanan sambil mencicipi satu per satu camilan. Untuk menghemat budget, sebaiknya siapkan uang tunai dalam pecahan kecil karena sebagian besar pedagang kaki lima tidak menerima kartu. Myeongdong juga terhubung langsung dengan stasiun subway, sehingga mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota.
2. Gwangjang Market
Gwangjang Market merupakan pasar tradisional tertua di Seoul yang terkenal dengan makanan khasnya. Di sini kamu bisa mencicipi bindaetteok (pancake kacang hijau), mayak gimbap, dan yukhoe (daging sapi mentah). Pasar ini telah berdiri sejak awal abad ke-20 dan hingga kini masih mempertahankan atmosfer autentiknya.
Suasana pasar yang autentik membuat pengalaman kuliner di sini terasa berbeda. Datanglah lebih awal untuk menghindari keramaian, terutama pada akhir pekan ketika pengunjung lokal dan wisatawan memadati lorong-lorong pasar. Salah satu daya tarik utama Gwangjang Market adalah deretan warung makan yang dikelola langsung oleh para pedagang senior, banyak di antaranya telah berjualan selama puluhan tahun. Duduk di bangku panjang berhadapan langsung dengan dapur terbuka menjadi pengalaman tersendiri. Pastikan kamu mencoba bindaetteok yang digoreng fresh di tempat, disajikan hangat dengan saus khusus.
3. Ikseon-dong
Ikseon-dong adalah kawasan hanok (rumah tradisional Korea) yang disulap menjadi deretan kafe dan restoran kekinian. Gang-gang sempitnya dipenuhi spot foto instagramable. Deretan rumah beratap genting tradisional kini berfungsi sebagai kedai kopi, toko dessert, dan restoran dengan desain interior yang memadukan unsur klasik dan modern.
Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari dessert tradisional Korea hingga kopi spesialti. Kawasan ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati kuliner sambil merasakan nuansa klasik Seoul. Karena gang-gangnya sempit dan berbatu, disarankan memakai alas kaki yang nyaman saat menjelajah. Ikseon-dong juga lokasinya dekat dengan istana dan kawasan wisata utama lainnya, sehingga bisa disisipkan dalam rute jalan kaki sehari. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hingga siang, saat kafe-kafe masih relatif sepi dan cahaya matahari masuk indah ke sela-sela gang.
4. Hongdae
Hongdae dikenal sebagai kawasan anak muda dengan kehidupan malam yang hidup. Di sini banyak restoran, bar, dan kafe yang buka hingga larut malam. Kawasan ini berpusat di sekitar universitas seni, sehingga atmosfernya penuh energi kreatif dan budaya jalanan.
Pilihan kulinernya sangat variatif, mulai dari Korean BBQ, ayam goreng Korea, hingga makanan fusion. Suasana jalanannya juga diramaikan oleh pertunjukan musik jalanan. Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman makan malam yang meriah, Hongdae adalah pilihan tepat. Banyak restoran Korean BBQ di sini menawarkan paket all-you-can-eat dengan harga bersahabat, cocok untuk rombongan. Setelah makan, kamu bisa melanjutkan dengan berjalan-jalan menikmati pertunjukan musisi jalanan atau mampir ke kafe dessert yang buka hingga tengah malam.
5. Gangnam
Gangnam menawarkan pengalaman kuliner yang lebih premium. Kawasan ini dipenuhi restoran fine dining, kafe mewah, dan tempat makan hits yang sering dikunjungi selebriti. Deretan gedung tinggi dan pusat perbelanjaan menjadi latar yang kontras dengan suasana kawasan kuliner lainnya.
Meski identik dengan gaya hidup mewah, Gangnam juga punya banyak pilihan makanan terjangkau di gang-gang kecilnya. Cocok untuk melengkapi itinerary kuliner kamu di Seoul. Di sela-sela gedung pencakar langit, terdapat warung dan restoran kecil yang menyajikan masakan rumahan dengan harga wajar. Untuk pengalaman yang seimbang, kamu bisa memulai hari dengan sarapan di kafe artisan, makan siang di restoran fine dining, lalu menutup hari dengan jajanan malam di gang belakang. Gangnam juga mudah dijangkau dengan subway dan memiliki banyak halte taksi, sehingga memudahkan perpindahan antar lokasi.
Dengan memahami karakter masing-masing kawasan, kamu bisa menyusun itinerary kuliner yang seimbang antara pengalaman autentik, tren kekinian, dan suasana malam yang meriah. Perhatikan juga jam operasional tiap tempat, karena sebagian pedagang pasar tutup lebih awal sementara kawasan seperti Hongdae baru benar-benar hidup setelah matahari terbenam.








