8 Hidangan Kuah Terenak Dunia, No. 7 dari Indonesia!
Selain sup, banyak hidangan berkuah yang tak kalah enak seperti semur atau gulai. Taste Atlas mencatat makanan berkuah terbaik di dunia, termasuk Indonesia.

Daftar isi: [Hide]
Daftar 50 hidangan berkuah terbaik dunia kembali dirilis oleh World’s 50 Best Foods, berdasarkan hasil voting ratusan juri dari berbagai negara. Dari daftar tersebut, tercatat ada delapan hidangan kuah yang berhasil menembus posisi 10 besar, dan salah satunya merupakan kuliner asli Indonesia, yakni Soto Betawi. Pemeringkatan ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana berbagai negara mengolah kaldu, rempah, dan bahan lokal menjadi hidangan berkuah yang digemari lintas budaya. Delapan hidangan berikut menempati urutan teratas dalam daftar tersebut.
1. Ramen (Jepang)
Ramen menempati posisi teratas dalam daftar hidangan kuah terbaik dunia. Hidangan mi khas Jepang ini disajikan dengan kuah kaldu yang kaya rasa, mulai dari shoyu, miso, hingga tonkotsu. Setiap jenis kuah memiliki karakter tersendiri: shoyu memberikan rasa gurih dan ringan, miso menghadirkan cita rasa fermentasi kedelai yang kuat, sedangkan tonkotsu terkenal dengan kuahnya yang pekat dan keruh akibat perebusan tulang babi dalam waktu lama. Topping seperti chashu, telur setengah matang, dan nori melengkapi kelezatannya. Kombinasi mi kenyal, kuah panas, dan aneka pelengkap inilah yang membuat ramen konsisten digemari di banyak negara, termasuk Indonesia.
2. Tom Yum Goong (Thailand)
Tom Yum Goong menjadi wakil Thailand di posisi kedua. Sup udang yang pedas dan asam ini memadukan aroma serai, daun jeruk, dan galangal yang khas, menciptakan cita rasa segar dan menggugah selera. Rasa pedasnya biasanya berasal dari cabai, sementara asamnya datang dari perasan jeruk nipis yang ditambahkan menjelang akhir proses memasak agar aromanya tetap terjaga. Kombinasi udang segar, jamur, dan bumbu rempah dalam kuah bening menjadikan Tom Yum Goong sebagai salah satu sup paling dikenal dari Asia Tenggara.
3. Pho (Vietnam)
Pho, sup mi berkuah kaldu sapi khas Vietnam, berada di posisi ketiga. Aroma rempah seperti kayu manis dan adas, serta irisan daging sapi tipis dan mi beras, menjadikan Pho sebagai hidangan yang ringan namun kaya rasa. Proses pembuatan kaldunya memakan waktu berjam-jam agar sari daging dan rempah larut sempurna, sehingga kuah yang dihasilkan bening tetapi tetap penuh cita rasa. Penyajiannya biasanya dilengkapi tauge, daun mint, ketumbar, dan irisan cabai sesuai selera penyantapnya.
4. Bouillabaisse (Prancis)
Bouillabaisse, sup ikan khas Marseille, Prancis, menempati posisi keempat. Hidangan ini dibuat dari berbagai jenis ikan dan seafood, dimasak dengan tomat, rempah, dan herba, disajikan dengan roti panggang dan saus rouille. Secara tradisional, bouillabaisse menggunakan ikan-ikan lokal dari perairan Mediterania yang sebelumnya dianggap kurang bernilai jual, lalu diolah menjadi sup kaya rasa. Saus rouille yang berbahan dasar minyak zaitun, bawang putih, cabai, dan kunyit memberikan sentuhan pedas dan gurih saat disantap bersama roti panggang.
5. Laksa (Malaysia/Singapura)
Laksa, hidangan berkuah dengan kuah santan pedas ini masuk lima besar. Perpaduan rempah, santan, dan mi yang kenyal menjadikan Laksa hidangan yang kaya dan mengenyangkan. Terdapat sejumlah variasi laksa di kawasan Asia Tenggara, mulai dari laksa dengan kuah kari yang pekat hingga versi kuah asam yang lebih segar. Meskipun sama-sama berasal dari tradisi kuliner peranakan, setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam hal bumbu dan bahan pelengkapnya.
6. Goulash (Hungaria)
Goulash, sup daging khas Hungaria, berada di posisi keenam. Daging sapi dimasak lambat dengan paprika, kentang, dan sayuran, menghasilkan kuah yang pekat dan hangat. Paprika bubuk merupakan bumbu inti dalam goulash dan memberikan warna merah khas serta aroma yang kuat. Proses memasak yang lama membuat daging menjadi empuk dan kuah semakin kaya rasa, sehingga hidangan ini cocok disantap pada musim dingin.
7. Soto Betawi (Indonesia)
Soto Betawi menjadi wakil Indonesia yang masuk daftar ini di posisi ketujuh. Hidangan khas Jakarta ini memiliki kuah santan atau susu yang gurih, berisi potongan daging sapi, jeroan, kentang, dan tomat, disajikan dengan emping dan bawang goreng. Penggunaan santan atau susu membuat kuahnya lebih kental dan creamy dibandingkan soto dari daerah lain di Indonesia. Perpaduan rempah seperti kayu manis, cengkih, dan pala menghasilkan aroma yang khas, sementara emping menambahkan tekstur renyah pada setiap suapan. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki daya tarik yang diakui oleh juri internasional.
8. Phở Bò (Vietnam)
Phở Bò, variasi Pho dengan daging sapi, melengkapi daftar delapan hidangan kuah terbaik dunia. Kuah kaldu yang jernih dan aromatik menjadi ciri khasnya, disajikan dengan mi beras, irisan daging sapi, dan aneka herba segar. Kemunculan Phở Bò di posisi kedelapan sekaligus menegaskan dominasi Vietnam dalam daftar ini, dengan dua hidangan berkuah yang berhasil masuk peringkat teratas. Bagi penyantapnya, Phở Bò sering dianggap sebagai hidangan sarapan yang memberi energi sekaligus menghangatkan tubuh.
Secara keseluruhan, daftar delapan hidangan ini menunjukkan keragaman pendekatan dalam mengolah kuah, mulai dari kaldu tulang yang direbus berjam-jam, kuah santan berbumbu, hingga sup seafood dengan rempah khas Mediterania. Kehadiran Soto Betawi di posisi ketujuh menjadi catatan penting bagi kuliner Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa cita rasa lokal mampu bersaing dengan hidangan berkuah yang mendunia.








