Bikin Pizza Italia 4 Rasa Kreasi Sendiri di De Margo
Nikmati pizza dengan 4 rasa sekaligus di De Margo Italian Resto! Pilih dari 6 topping unik dan rasakan pengalaman kuliner yang berbeda. Reservasi disarankan!

Daftar isi: [Hide]
Menikmati hidangan khas Italia kini tidak lagi terbatas pada pilihan menu konvensional yang kaku. De Margo menghadirkan inovasi kuliner interaktif melalui konsep pembuatan pizza kreasi mandiri (make your own pizza) yang memungkinkan pengunjung meracik empat varian rasa sekaligus dalam satu loyang. Per Selasa, 22 September 2026, pengalaman bersantap ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pencinta kuliner yang mendambakan kebebasan berekspresi di atas piring saji tanpa mengorbankan keaslian cita rasa pizza tradisional khas Negeri Piza.
Konsep pizza empat rasa dalam satu loyang ini dirancang untuk menjawab tantangan klasik saat bersantap bersama, yaitu perbedaan selera antarindividu dalam satu meja. Sering kali, pemesanan satu loyang pizza utuh dengan satu profil rasa membuat sebagian orang merasa bosan atau tidak terakomodasi preferensinya. Melalui pemisahan adonan bundar menjadi empat kuadran rasa yang berbeda, setiap pengunjung dapat menentukan sendiri kombinasi bahan, keju, saus, dan protein yang diinginkan.
Karakteristik Adonan Autentik Khas Italia
Fondasi utama dari hidangan pizza di De Margo berakar pada tradisi pembuatan pizza klasik Italia. Tidak seperti pizza bergaya Amerika yang cenderung memiliki roti tebal dan padat (deep dish atau pan pizza), pizza di De Margo mengusung karakteristik kerak tipis (thin crust) dengan pinggiran yang mengembang (cornicione).
Proses pembuatan adonan (dough) membutuhkan ketelatenan tinggi. Adonan diracik menggunakan tepung gandum berprotein khusus yang diimpor untuk memastikan elastisitas dan kekuatan gluten yang tepat. Proses fermentasi dilakukan secara perlahan (slow fermentation) selama 24 hingga 48 jam pada suhu terkontrol. Fermentasi dingin berdurasi panjang ini memecah pati kompleks menjadi gula sederhana, menghasilkan aroma ragi yang harum, tekstur adonan yang renyah di luar sekaligus lembut dan berongga di dalam, serta jauh lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan.
Ketika adonan dibentangkan (stretching), staf atau pengunjung melakukannya secara manual menggunakan tangan tanpa bantuan penggiling (rolling pin). Teknik tradisional ini bertujuan untuk mendorong udara alami di dalam adonan bergerak ke arah pinggiran, sehingga saat terkena panas oven, pinggirannya akan membentuk rongga udara sempurna dan menghasilkan tekstur garing yang renyah.
Eksplorasi Empat Kuadran Rasa
Keunikan program kreasi sendiri di De Margo terletak pada kebebasan menentukan komposisi di setiap bagian loyang. Pengunjung dipandu untuk memilih lapisan dasar (base), jenis keju, hingga aneka bahan pelengkap (topping) berkualitas tinggi:
- Kuadran Pertama: Cita Rasa Tradisional Margherita
Pengunjung dapat memilih gaya klasik Neapolitan dengan saus tomat merah (pomodoro) yang dibuat dari tomat San Marzano murni. Saus bercita rasa asam segar alami ini kemudian dipadukan dengan keju mozzarella segar (fior di latte), daun basil segar, serta kucuran minyak zaitun murni (extra virgin olive oil). Pilihan ini mempertahankan cita rasa murni yang menjadi standar emas pizza dunia.
- Kuadran Kedua: Kekayaan Protein Gurih
Bagi pencinta daging, kuadran kedua dapat diisi dengan ragam olahan daging berkualitas. De Margo menyediakan irisan pepperoni daging sapi, potongan sosis artisan Italia beraroma adas manis (fennel), hingga daging asap pilihan. Keju yang digunakan pada bagian ini biasanya memiliki karakter gurih pekat untuk mengimbangi kekayaan lemak daging.
- Kuadran Ketiga: Nuansa Bumi dan Aroma Truffle
Untuk variasi rasa yang lebih elegan, kuadran ketiga dapat menggunakan dasar saus putih (bianca) berbasis krim atau keju ricotta. Di atasnya, ditaburkan aneka jamur seperti champignon, portobello, atau jamur tiram yang telah ditumis ringan dengan mentega dan bawang putih. Tambahan tetesan minyak truffle dan daun peterseli segar menghadirkan aroma tanah (earthy) yang memikat serta tekstur jamur yang kenyal gurih.
- Kuadran Keempat: Eksplorasi Keju dan Sayuran Panggang
Kuadran terakhir sering dimanfaatkan untuk variasi segar atau kombinasi aneka keju (quattro formaggi). Pengunjung dapat memadukan keju mozzarella, gorgonzola (keju biru beraroma tajam), parmigiano-reggiano yang berumur panjang, dan keju provolone. Sebagai alternatif, sayuran panggang seperti paprika, bawang bombai terkaramelisasi, zukini, zaitun hitam, dan daun arugula segar dapat ditambahkan untuk memberikan kontras tekstur yang segar dan renyah.
Proses Pemanggangan Suhu Tinggi
Setelah seluruh permukaan pizza dipenuhi dengan empat kombinasi rasa yang telah dirancang, pizza kemudian dipindahkan ke area pemanggangan. De Margo menggunakan tungku pemanggang khusus bersuhu tinggi yang mencapai temperatur 400 hingga 450 derajat Celsius.
Teknik memanggang pada suhu setinggi ini memerlukan waktu yang sangat singkat, berkisar antara 60 hingga 90 detik saja. Perpindahan panas radiasi yang intens dari dinding oven dan konduksi langsung dari lantai batu tungku menghasilkan fenomena leopard spotting, yaitu bintik-bintik gosong kehitaman berukuran kecil di area pinggiran pizza. Bintik ini menjadi penanda kematangan pizza artisan yang sempurna, menghadirkan aroma asap khas (smoky flavor) tanpa membuat topping di atasnya menjadi kering atau hangus. Keju meleleh merata dengan gelembung-gelembung minyak yang menggoda, sementara sayuran dan daging tetap mempertahankan kelembapan alaminya.
Daya Tarik Kuliner Interaktif
Tren kuliner modern menunjukkan pergeseran signifikan dari sekadar mengonsumsi makanan menjadi menikmati keseluruhan proses penyajian (experiential dining). Pengalaman meracik sendiri menu yang akan disantap memberikan rasa kepemilikan dan kepuasan tersendiri bagi pengunjung. Aktivitas ini sangat digemari oleh kelompok keluarga yang membawa anak-anak, karena menjadi sarana edukasi mengenali aneka bahan pangan sekaligus melatih kreativitas.
Bagi kalangan muda dan komunitas pencinta kuliner, pizza empat rasa kreasi sendiri ini menjadi objek visual yang sangat menarik untuk didokumentasikan. Perbedaan warna dan tekstur dari keempat kuadran yang berpadu di atas piring kayu saji memberikan kontras estetika yang kuat, menjadikannya sajian yang populer untuk dibagikan di media sosial.
De Margo mengemas pengalaman ini dengan standar higienitas yang ketat. Seluruh bahan makanan disimpan dalam wadah pendingin khusus sebelum ditata, memastikan kesegaran bahan mentah tetap terjaga optimal hingga saat masuk ke dalam tungku pembakaran. Staf dapur yang berpengalaman turut mendampingi para pengunjung untuk memberikan saran takaran topping agar adonan tidak terlalu basah atau terlalu berat, sehingga pizza matang dengan struktur yang tetap kokoh saat diangkat per potong.








