5 Jenis Anggur Paling Populer di Dunia, Ada Favoritmu?

Anggur adalah buah primadona dengan berbagai varietas populer. Temukan lima jenis anggur terbaik, dari Sultana hingga Moon Drops, dan nikmati kesegarannya!

5 Jenis Anggur Paling Populer di Dunia, Ada Favoritmu?

Perkembangan budidaya tanaman anggur (Vitis vinifera) terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tertinggi di dunia. Berdasarkan data per Selasa, 22 September 2026, industri perkebunan anggur global mencatat bahwa dari ribuan varietas yang tersebar di lima benua, hanya segelintir varietas yang mendominasi luasan lahan tanam dunia. Tanaman merambat ini telah dibudidayakan manusia selama ribuan tahun, baik untuk konsumsi segar sebagai buah meja (table grape), dikeringkan menjadi kismis, maupun diolah melalui proses fermentasi menjadi minuman anggur berkualitas tinggi.

Keberhasilan suatu varietas anggur hingga mampu dibudidayakan secara masif lintas negara dipengaruhi oleh sejumlah faktor agronomis, mulai dari daya adaptasi terhadap iklim mikro, resistensi terhadap hama dan penyakit tanaman, hingga konsistensi hasil panen dan profil rasa yang diminati pasar global. Berikut adalah lima jenis anggur yang paling populer dan memiliki sebaran tanam terluas di berbagai negara:

1. Cabernet Sauvignon

Cabernet Sauvignon menempati posisi puncak sebagai varietas anggur merah paling populer dan paling banyak ditanam di dunia. Secara historis, varietas ini merupakan hasil persilangan alami antara Cabernet Franc dan Sauvignon Blanc yang terjadi di kawasan barat daya Prancis pada abad ke-

17. Tanaman ini memiliki karakteristik buah berkulit tebal dengan kadar tanin dan senyawa fenolik yang sangat tinggi, memberikan warna merah pekat serta struktur yang kokoh pada produk olahannya.

Popularitas global Cabernet Sauvignon didorong oleh ketahanannya yang luar biasa terhadap berbagai kondisi cuaca dan serangan jamur. Anggur ini mampu beradaptasi dengan baik di tanah berkerikil di Bordeaux (Prancis), tanah vulkanik di Lembah Napa (California, Amerika Serikat), hingga dataran beriklim sejuk-kering di Lembah Maipo (Cile) dan kawasan Coonawarra (Australia). Profil rasa khas dari Cabernet Sauvignon meliputi nuansa buah hitam seperti blackcurrant dan ceri hitam, disertai sentuhan aroma kayu cedar, tembakau, serta paprika hijau. Jika disimpan dalam tong kayu ek (oak barrel), anggur ini mengembangkan aroma vanila dan rempah yang kompleks.

2. Merlot

Merlot merupakan kerabat dekat dari Cabernet Sauvignon yang juga berasal dari kawasan Bordeaux, Prancis, khususnya kawasan tepi kanan sungai Gironde seperti Pomerol dan Saint-Émilion. Di tingkat global, Merlot menempati urutan teratas sebagai salah satu varietas yang paling disukai karena karakteristiknya yang lebih mudah didekati (approachable) oleh konsumen dari berbagai kalangan.

Berbeda dengan Cabernet Sauvignon yang memiliki tanin tegas, Merlot memiliki kulit buah yang relatif lebih tipis dengan kadar tanin yang lebih lembut dan daging buah yang berair (fleshy). Teksturnya kerap digambarkan sangat halus menyerupai beludru (velvety). Dari sisi budidaya, Merlot memiliki siklus pematangan yang lebih cepat, sehingga para petani sering menanamnya di area tanah liat yang lebih dingin di mana Cabernet Sauvignon sulit mencapai kematangan sempurna. Sentuhan rasa Merlot didominasi oleh buah prem (plum), ceri matang, cokelat hitam, dan daun teh. Varietas ini ditanam secara luas di Prancis, Italia, Amerika Serikat, Cile, hingga Selandia Baru.

3. Chardonnay

Chardonnay adalah varietas anggur putih paling terkenal dan paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Varietas ini berasal dari wilayah Burgundy di Prancis timur dan memiliki julukan “kanvas kosong” (blank canvas) di kalangan ahli vitikultur dan pembuat minuman. Julukan ini diberikan karena sifat anggur Chardonnay yang sangat netral dan responsif terhadap kondisi lingkungan (terroir) tempat ia ditanam serta teknik pengolahan yang diterapkan.

Di daerah beriklim dingin seperti Chablis di Prancis, Chardonnay menghasilkan buah dengan kadar keasaman tinggi, profil mineral yang tajam, serta aroma apel hijau dan buah sitrus. Sebaliknya, ketika ditanam di kawasan beriklim hangat seperti California, Australia Selatan, atau Mendoza di Argentina, Chardonnay menghasilkan buah beraroma tropis seperti nanas, mangga, dan persik matang. Jika melalui proses fermentasi malolaktik dan pematangan dalam tong kayu ek, anggur ini memperoleh tekstur kental yang lembut dengan aroma mentega (butter) dan roti panggang yang khas. Keunggulan agronomis Chardonnay terletak pada kemampuannya untuk berproduksi dengan baik di berbagai jenis tanah, terutama tanah berkapur (limestone) dan lempung berpasir.

4. Tempranillo

Tempranillo merupakan varietas anggur hitam asli Semenanjung Iberia yang menjadi ikon utama sektor perkebunan anggur di Spanyol. Nama “Tempranillo” berakar dari kata bahasa Spanyol temprano, yang berarti “lebih awal”, merujuk pada kebiasaan varietas ini yang mencapai kematangan panen beberapa pekan lebih awal dibandingkan mayoritas varietas anggur merah lainnya.

Tanaman ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap iklim kontinental dengan fluktuasi suhu ekstrem antara siang dan malam hari, seperti yang ditemukan di kawasan Rioja dan Ribera del Duero di Spanyol. Karakteristik ini membuat Tempranillo mampu mempertahankan tingkat keasaman alami yang menyegarkan sembari mengembangkan kadar gula dan warna buah yang optimal. Di luar Spanyol, varietas ini dibudidayakan secara masif di Portugal (dikenal dengan nama lokal Tinta Roriz atau Aragonez), Argentina, Australia, dan sebagian wilayah barat Amerika Serikat. Profil rasa Tempranillo menyajikan perpaduan antara buah merah ceri, plum kering, kulit samak, cengkih, dan tembakau.

5. Syrah (Shiraz)

Syrah, yang dikenal dengan nama Shiraz di Belahan Bumi Selatan, adalah varietas anggur berkulit tebal dengan pigmen warna ungu kehitaman yang sangat pekat. Varietas ini memiliki sejarah panjang di kawasan Lembah Rhône Utara di Prancis sebelum akhirnya dibawa ke Australia pada abad ke-19, di mana varietas ini berkembang menjadi komoditas perkebunan paling penting di benua tersebut.

Perbedaan penamaan antara Syrah dan Shiraz sering kali mencerminkan gaya dan kondisi geografis perkebunannya. Syrah gaya Dunia Lama (seperti di Prancis) cenderung menghasilkan profil rasa dengan kadar tanin terstruktur, keasaman segar, serta aroma khas lada hitam, buah beri hitam liar, dan rempah kering. Sementara itu, Shiraz gaya Dunia Baru yang ditanam di kawasan beriklim panas seperti Lembah Barossa dan McLaren Vale di Australia menghasilkan buah dengan kandungan gula tinggi, menghasilkan profil yang lebih tebal, kaya rasa buah matang (jammy), likoris, dan cokelat. Tanaman ini memiliki keunggulan agronomis berupa daya tahan yang sangat kuat terhadap kekeringan dan paparan sinar matahari intensif, menjadikannya pilihan utama di kawasan beriklim mediterania dan semi-kering di berbagai belahan dunia.

Faktor Pendorong Dominasi Varietas Anggur Global

Keberhasilan kelima varietas anggur tersebut dalam mempertahankan popularitas dan luasan lahannya tidak lepas dari dinamika industri vitikultur pasca-krisis filoksera (Phylloxera) pada akhir abad ke-

19. Ketika wabah kutu akar tersebut menghancurkan sebagian besar perkebunan anggur di Eropa, proses penanaman kembali (replanting) dilakukan secara selektif menggunakan metode penyambungan (grafting) dengan batang bawah asal Amerika Utara. Varietas-varietas yang terbukti memiliki kompatibilitas sambungan yang stabil, produktivitas tinggi, serta nilai jual terjamin di pasar ekspor adalah yang diprioritaskan untuk ditanam kembali secara massal.

Selain itu, standarisasi pasar global dan pengenalan nama varietas pada label produk (varietal labeling) yang dipelopori oleh produsen Dunia Baru mempermudah konsumen untuk mengenali profil rasa yang diinginkan. Varietas seperti Cabernet Sauvignon, Merlot, Chardonnay, Tempranillo, dan Syrah/Shiraz telah memiliki identitas rasa yang mapan di benak konsumen internasional, sehingga para pemilik perkebunan di negara-negara produsen baru, seperti Cile, Afrika Selatan, dan Selandia Baru, secara konsisten mengalokasikan persentase lahan terbesar mereka untuk kelima varietas unggulan ini guna memenuhi permintaan rantai pasok global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search