Maia Estianty Ungkap 4 Kuliner Jatim Autentik Favoritnya di Jakarta
Maia Estianty yang merupakan orang Surabaya mengungkap tempat makan khas Jawa Timur enak di Jakarta yang menunya terasa autentik. Ini daftarnya!

Daftar isi: [Hide]
Maia Estianty Ungkap 4 Kuliner Jawa Timur Autentik Favoritnya di Jakarta: Rawon Setan hingga Rujak Cingur
Jakarta, 3 September 2026 – Bagi para perantau asal Jawa Timur yang menetap di ibu kota, kerinduan akan cita rasa masakan kampung halaman sering kali menjadi tantangan tersendiri. Namun, kabar baik datang dari artis sekaligus musisi Maia Estianty. Melalui unggahan terbaru di akun media sosialnya, ibu tiga anak ini membagikan pengalaman pribadinya menemukan sejumlah hidangan khas Jawa Timur yang autentik di Jakarta, lengkap dengan rekomendasi tempat yang patut dicoba.
Maia Estianty, yang dikenal aktif membagikan kesehariannya termasuk soal kuliner, mengaku terkejut dan senang karena berhasil menemukan beberapa rumah makan di Jakarta yang menyajikan hidangan Jawa Timur dengan rasa yang hampir identik dengan aslinya. Menurutnya, hal ini merupakan kabar gembira bagi siapa pun yang merindukan cita rasa Surabaya, Madiun, atau kota-kota lain di Jawa Timur tanpa harus terbang jauh ke kampung halaman.
Dalam kesempatan tersebut, Maia secara khusus menyebutkan empat kuliner Jawa Timur yang menjadi favoritnya dan layak direkomendasikan. Berikut adalah daftar lengkapnya:
1. Rawon Setan: Kuah Hitam Pekat yang Menggoda
Rawon menjadi hidangan pertama yang disebut Maia. Dikenal dengan kuah hitam pekat yang berasal dari buah kluwek, rawon yang ia rekomendasikan ini disebut memiliki cita rasa yang sangat otentik. Daging sapi yang digunakan empuk dan bumbunya meresap sempurna hingga ke serat daging. Sensasi gurih yang kuat dengan sedikit rasa gurih dari bawang goreng dan sambal terasi membuat hidangan ini terasa seperti dimasak langsung di dapur khas Surabaya. Maia menyarankan untuk menikmati rawon selagi hangat bersama nasi putih dan kerupuk udang untuk pengalaman yang lebih maksimal.
2. Pecel Madiun: Bumbu Kacang Kental yang Menggigit
Kuliner kedua yang masuk daftar favorit adalah Pecel Madiun. Berbeda dengan pecel dari daerah lain, pecel khas Madiun memiliki ciri khas pada bumbu kacangnya yang lebih kental, pedas, dan sedikit manis. Maia menyebut bahwa bumbu kacang di tempat yang ia kunjungi terasa sangat segar, tidak enek, dan memiliki aroma sangrai kacang yang kuat. Sayuran yang digunakan pun tampak segar dan renyah, mulai dari kacang panjang, tauge, bayam, hingga kangkung. Pelengkap seperti rempeyek kacang yang renyah dan tempe goreng menambah kenikmatan sajian ini.
3. Lontong Balap: Kenyal, Gurih, dan Mengenyangkan
Lontong balap, kuliner legendaris asal Surabaya, juga tidak luput dari perhatian Maia. Hidangan yang terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, dan lentho ini disiram dengan kuah santan yang gurih. Maia mengaku tekstur lontongnya sangat kenyal dan tidak mudah hancur, sementara tauge yang melimpah memberikan sensasi segar dan renyah. Kuah santannya sendiri memiliki rasa yang seimbang, tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental, dengan sentuhan petis udang yang khas. Bagi pencinta kuliner berkuah, lontong balap ini disebut-sebut sebagai pilihan yang tepat untuk sarapan atau makan siang.
4. Rujak Cingur: Perpaduan Manis, Pedas, dan Gurih yang Komplet
Terakhir, Maia menyebut rujak cingur sebagai salah satu hidangan favoritnya. Meskipun tidak semua orang familiar dengan olahan cingur (mulut sapi) ini, Maia menilai bahwa bumbu petis yang digunakan di tempat yang ia kunjungi sangat kuat dan autentik. Irisan cingur yang kenyal dipadukan dengan buah-buahan segar seperti nanas, bengkuang, dan mangga muda, lalu disiram saus petis berwarna cokelat kehitaman. Rasanya manis, pedas, dan gurih sekaligus dalam satu suapan. Bagi yang belum pernah mencoba, Maia menyarankan untuk memulai dengan porsi kecil terlebih dahulu agar lidah bisa beradaptasi dengan cita rasa khasnya.
Lokasi dan Tips Menemukan Kuliner Jawa Timur Autentik di Jakarta
Maia juga membagikan informasi bahwa keempat kuliner tersebut dapat ditemukan di sejumlah rumah makan yang tersebar di berbagai penjuru Jakarta, dengan konsentrasi terbesar di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Menurutnya, area-area tersebut menjadi semacam “kantong” perantau asal Jawa Timur, sehingga banyak warung makan yang menyajikan masakan sesuai resep asli keluarga.
Lebih lanjut, Maia memberikan sejumlah tips praktis bagi para pembaca yang ingin berburu kuliner Jawa Timur autentik di ibu kota. Pertama, carilah tempat makan yang dikelola langsung oleh orang asli Jawa Timur. Hal ini penting karena biasanya mereka mempertahankan resep turun-temurun dan tidak banyak mengubah rasa agar sesuai dengan lidah orang Jakarta. Kedua, perhatikan usia tempat makan tersebut. Warung yang sudah berdiri lama cenderung memiliki pelanggan setia yang sebagian besar merupakan perantau asal Jawa Timur, yang menjadi indikasi bahwa rasanya memang tidak jauh berbeda dengan aslinya.
Selain itu, Maia mengingatkan bahwa beberapa hidangan seperti rawon dan rujak cingur sebaiknya dinikmati selagi hangat. Suhu panas akan membantu mengeluarkan aroma rempah dan membuat bumbu terasa lebih pekat. Untuk rawon, kuah yang panas juga membuat daging terasa lebih empuk. Sedangkan untuk rujak cingur, bumbu petis yang hangat akan lebih mudah tercampur dengan buah-buahan.
Harapan untuk Kekayaan Kuliner Nusantara
Dalam unggahannya, Maia menuliskan, “Buat yang kangen masakan Jawa Timur, ini wajib dicoba. Rasanya benar-benar seperti di Surabaya atau Madiun.” Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi para perantau yang selama ini mungkin kesulitan menemukan makanan yang benar-benar mengingatkan mereka pada rumah.
Lebih dari sekadar berbagi rekomendasi, Maia juga mengungkapkan harapannya agar semakin banyak kuliner daerah yang bisa ditemukan di Jakarta. Menurutnya, keberagaman kuliner Nusantara adalah salah satu kekayaan budaya yang patut dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda. Dengan adanya rumah makan yang menyajikan masakan autentik dari berbagai daerah, masyarakat Jakarta yang multikultural bisa semakin mengenal dan mengapresiasi cita rasa khas dari seluruh penjuru Indonesia.
Fenomena menjamurnya kuliner daerah di Jakarta sebenarnya sudah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai platform digital dan media sosial turut mendorong popularitas makanan khas seperti rawon, pecel, hingga rujak cingur. Para pengusaha kuliner pun semakin sadar bahwa pasar perantau adalah segmen yang sangat loyal dan potensial. Mereka tidak hanya mencari makanan, tetapi juga pengalaman nostalgia yang membawa mereka kembali ke masa-masa di kampung halaman.
Bagi Maia Estianty sendiri, kemampuan untuk menemukan kuliner Jawa Timur yang autentik di Jakarta adalah sebuah kemewahan tersendiri. Sebagai seorang publik figur yang memiliki jadwal padat, ia tidak selalu memiliki waktu untuk pulang ke Surabaya. Oleh karena itu, keberadaan rumah makan-rumah makan ini menjadi solusi praktis untuk memenuhi kerinduan akan masakan rumah. Ke depannya, ia berencana untuk terus mengeksplorasi lebih banyak lagi tempat makan khas daerah lain di Jakarta dan membagikannya kepada para pengikutnya di media sosial.
Dengan semakin terbukanya akses informasi dan mobilitas masyarakat, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, seluruh kuliner khas dari 38 provinsi di Indonesia dapat dengan mudah ditemukan di Jakarta. Hal ini tentu akan memperkaya lanskap kuliner ibu kota dan menjadikannya sebagai destinasi gastronomi yang lengkap bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sementara itu, rekomendasi dari figur publik seperti Maia Estianty diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk berani mencoba dan menghargai keunikan rasa dari setiap daerah.








