8 Makanan Terpedas di Dunia, Sambal Indonesia Juara!

Beberapa makanan di dunia dinobatkan sebagai yang terpedas. Bahkan sambal dari Indonesia masuk dalam daftar teratas!

8 Makanan Terpedas di Dunia, Sambal Indonesia Juara!

Daftar 8 Makanan Terpedas di Dunia

Makanan pedas telah lama menjadi favorit banyak orang di berbagai belahan dunia. Sensasi panas dan terbakar di lidah sering kali justru menciptakan efek ketagihan yang membuat orang ingin mencoba lagi dan lagi. Berbagai negara memiliki hidangan khas yang menantang, bahkan beberapa di antaranya terkenal sebagai makanan terpedas di dunia. Tingkat kepedasan biasanya diukur menggunakan skala Scoville, sebuah satuan yang dikembangkan oleh ahli kimia Amerika Serikat, Wilbur Scoville, pada tahun 1912. Skala ini mengukur konsentrasi capsaicin, senyawa aktif yang menghasilkan sensasi pedas pada cabai.

Dari penggunaan cabai jenis tertentu hingga level kepedasan yang ekstrem, berikut delapan makanan terpedas di dunia. Salah satunya datang dari Indonesia, yang membuktikan bahwa kuliner Nusantara memang kaya akan cita rasa pedas.

1. Vindaloo – India

Vindaloo adalah kari pedas khas India yang berasal dari Goa, sebuah wilayah yang pernah menjadi koloni Portugis. Hidangan ini awalnya dipengaruhi kuliner Portugis dan menggunakan cuka serta bawang putih sebagai bahan dasarnya, sehingga menciptakan rasa asam yang khas. Namun, versi modernnya menambahkan cabai dalam jumlah besar sehingga rasanya menjadi sangat pedas. Di beberapa restoran India di luar negeri, vindaloo sering disajikan dengan level kepedasan yang bisa disesuaikan, tetapi versi aslinya di Goa terkenal sangat menusuk lidah. Kombinasi cuka, rempah-rempah, dan cabai membuat hidangan ini tidak hanya pedas, tetapi juga memiliki kompleksitas rasa yang mendalam.

2. Sichuan Hot Pot – China

Sichuan hot pot terkenal dengan kuahnya yang mengandung cabai dan merica Sichuan dalam jumlah melimpah. Sensasi pedasnya bukan hanya panas, tetapi juga mati rasa di lidah karena efek merica Sichuan. Merica Sichuan mengandung senyawa bernama hidroksi alpha sanshool yang menciptakan sensasi kesemutan atau getar di mulut, fenomena yang dalam bahasa Mandarin disebut “ma la” atau pedas mati rasa. Hidangan ini biasanya disajikan dengan berbagai bahan seperti irisan daging, tahu, sayuran, dan seafood yang direbus langsung di meja makan. Pengalaman menyantap Sichuan hot pot bukan sekadar makan, tetapi juga sebuah petualangan sensori yang menantang.

3. Som Tam – Thailand

Som Tam atau salad pepaya muda khas Thailand ini dibuat dengan cabai rawit, bawang putih, dan air jeruk nipis. Jumlah cabai yang digunakan bisa sangat banyak, membuat hidangan ini sangat pedas. Som Tam biasanya ditumbuk dalam lesung kayu, yang memungkinkan cabai dan bumbu lainnya tercampur sempurna dengan irisan pepaya muda. Selain pedas, hidangan ini juga memiliki rasa asam, asin, dan manis yang seimbang, menjadikannya salah satu salad paling ikonik di Asia Tenggara. Di Thailand, penjual Som Tam sering kali menanyakan berapa banyak cabai yang diinginkan pelanggan, mulai dari satu hingga lebih dari sepuluh buah.

4. Sambal Indonesia

Sambal dari Indonesia masuk dalam daftar makanan terpedas di dunia. Sambal dibuat dari cabai rawit, bawang putih, terasi, dan bahan lainnya. Setiap daerah di Indonesia memiliki variasi sambal dengan tingkat kepedasan yang berbeda. Sambal terasi, sambal matah, dan sambal ijo menjadi beberapa yang paling terkenal. Sambal terasi umumnya dibuat dengan cabai merah besar, cabai rawit, terasi bakar, dan tomat, lalu digoreng hingga matang. Sementara itu, sambal matah dari Bali disajikan mentah dengan irisan bawang merah, serai, dan cabai rawit. Sambal ijo dari Sumatera Barat menggunakan cabai hijau yang ditumbuk kasar. Keberagaman sambal ini mencerminkan kekayaan budaya kuliner Indonesia yang tidak hanya pedas, tetapi juga penuh variasi rasa dan aroma.

5. Piri Piri Chicken – Mozambik dan Portugal

Ayam piri piri menggunakan saus dari cabai piri piri Afrika. Cabai kecil ini memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi dan membuat hidangan ayam bakar ini terasa sangat pedas. Nama “piri piri” berasal dari bahasa Swahili yang berarti “cabai-cabai.” Hidangan ini pertama kali dikembangkan di Mozambik, yang pernah menjadi koloni Portugal, sebelum akhirnya menyebar ke Portugal dan berbagai negara lainnya. Saus piri piri biasanya dibuat dari cabai piri piri yang dihaluskan bersama bawang putih, lemon, minyak, dan rempah-rempah lainnya. Ayam yang telah dilumuri saus ini kemudian dibakar hingga matang, menciptakan kombinasi rasa pedas, asam, dan smoky yang menggugah selera.

6. Jerk Chicken – Jamaika

Jerk chicken adalah ayam bakar khas Jamaika yang dibumbui dengan campuran cabai Scotch bonnet, allspice, dan rempah lainnya. Cabai Scotch bonnet termasuk salah satu cabai terpedas di dunia, dengan tingkat kepedasan yang dapat mencapai 350.000 unit Scoville. Teknik memasak jerk sendiri merupakan tradisi yang berasal dari suku Maroon di Jamaika, yang awalnya memasak daging dengan cara menguburnya di bawah tanah dengan bara panas. Bumbu jerk biasanya juga mencakup thyme, bawang bombai, jahe, dan cuka. Kombinasi bumbu ini menciptakan cita rasa yang khas dan kuat, sekaligus memberikan sensasi pedas yang membakar.

7. Kimchi Jjigae Pedas – Korea

Kimchi jjigae adalah sup kimchi khas Korea. Jika ditambah dengan cabai bubuk gochugaru dan cabai segar, sup ini bisa menjadi sangat pedas dan menghangatkan tubuh. Sup ini biasanya dimasak dalam pot tanah liat yang disebut ttukbaegi, dengan bahan utama kimchi yang sudah difermentasi, tahu, dan irisan daging babi atau tuna. Kimchi yang telah lama difermentasi akan menghasilkan rasa asam yang dalam, yang dipadukan dengan gochugaru untuk menciptakan kuah merah yang pekat. Hidangan ini sering dianggap sebagai makanan comfort food di Korea, terutama saat musim dingin, karena kemampuannya menghangatkan tubuh sekaligus menggugah selera makan.

8. Phaal – Inggris

Phaal adalah kari yang dikembangkan di restoran India di Inggris. Hidangan ini menggunakan cabai terpedas dan sering disebut sebagai kari terpedas di dunia. Beberapa restoran bahkan meminta pelanggan menandatangani pernyataan sebelum menyantapnya, sebagai bentuk penolakan tanggung jawab jika terjadi reaksi ekstrem akibat kepedasan. Phaal biasanya dibuat dengan campuran cabai seperti habanero, Scotch bonnet, dan kadang-kadang cabai naga atau ghost pepper. Meskipun asal-usulnya tidak sepenuhnya jelas, Phaal diyakini dikembangkan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang menginginkan tantangan kuliner ekstrem. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi atau roti naan untuk membantu meredam kepedasan.

Itulah delapan makanan terpedas di dunia. Sambal Indonesia menjadi salah satu yang masuk daftar, membuktikan bahwa kuliner Nusantara memang kaya akan cita rasa pedas. Masing-masing hidangan ini tidak hanya menantang batas toleransi pedas, tetapi juga mencerminkan budaya dan tradisi kuliner dari negara asalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search