5 Makanan Indonesia yang Punya Kembaran di Luar Negeri
Serupa, tapi tak sama. Lima makanan Indonesia ini punya kemirpan dengan kuliner di luar negeri, mulai dari bakwan dan kakiage hingga kwetiau dan pad thai.

Kuliner Indonesia dikenal luas karena kekayaan rempah, keragaman teknik memasak, dan cita rasanya yang sangat kompleks. Namun, di tengah keunikan dan identitas kuat tersebut, terdapat sejumlah hidangan nusantara yang memiliki kembaran atau versi serupa di negara lain. Fenomena ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari pertukaran budaya, sejarah perdagangan maritim, migrasi, serta kesamaan bahan dasar yang tersedia secara global. Meskipun bentuk fisik, bahan utama, atau teknik memasaknya terlihat sangat mirip, penggunaan bumbu lokal dan cara penyajiannya memberikan karakter yang sangat berbeda. Prinsip serupa tapi tak sama ini sangat terlihat dalam dunia kuliner. Mengeksplorasi kembaran makanan ini memberikan kita perspektif yang lebih luas tentang sejarah makanan global. Berikut adalah lima makanan Indonesia yang memiliki kembaran di luar negeri, beserta penjelasan mendalam mengenai persamaan dan perbedaan di antara keduanya.
- Bakwan (Indonesia) dan Kakiage (Jepang)
Bakwan adalah salah satu gorengan paling populer di Indonesia, terbuat dari campuran sayuran seperti wortel, kol, dan taoge yang dicelupkan ke dalam adonan tepung terigu berbumbu, kemudian digoreng hingga kecokelatan. Di Jepang, terdapat hidangan yang sangat mirip bernama Kakiage. Kakiage merupakan salah satu jenis tempura yang terbuat dari irisan sayuran seperti bawang bombay, wortel, dan terkadang udang cincang, yang dicampur dengan adonan tepung lalu digoreng dengan metode deep-fry. Persamaan mendasar keduanya terletak pada konsep menggoreng sayuran dalam balutan adonan. Perbedaan utamanya ada pada tekstur dan bumbu. Adonan kakiage menggunakan tepung tempura khusus yang dicampur air es, menghasilkan lapisan yang sangat tipis, ringan, dan renyah. Kakiage biasanya disajikan dengan saus tentsuyu yang gurih dan lobak parut. Sebaliknya, bakwan memiliki adonan yang lebih tebal dan berbumbu kuat, biasanya dinikmati dengan cabai rawat hijau atau saus kacang.
- Kwetiau Goreng (Indonesia) dan Pad Thai (Thailand)
Kwetiau goreng dan Pad Thai sama-sama menggunakan flat rice noodles atau tepung beras yang dipipihkan dan dipotong lebar. Keduanya juga dimasak menggunakan teknik stir-fry atau tumis cepat di atas wajan panas dengan api besar. Kwetiau goreng khas Indonesia identik dengan penggunaan kecap manis, bawang putih, sayuran, serta tambahan daging sapi, ayam, atau seafood, menghasilkan cita rasa yang manis, gurih, dan sedikit beraroma asap. Di sisi lain, Pad Thai dari Thailand juga menggunakan flat rice noodles yang ditumis, tetapi profil rasanya sangat berbeda. Pad Thai mengandalkan perpaduan air asam jawa, kecap ikan, dan gula aren untuk menciptakan rasa asam, manis, dan gurih yang seimbang. Pad Thai juga wajib disajikan dengan taburan kacang tanah sangrai, telur orak-arik, tauge mentah, dan perasan jeruk nipis di sampingnya, menjadikannya hidangan yang lebih kompleks secara tekstur dan rasa dibandingkan kwetiau goreng biasa.
- Risoles (Indonesia) dan Croquette (Belanda/Eropa)
Risoles adalah kudapan favorit di Indonesia yang terdiri dari lapisan kulit crepe tipis yang diisi dengan ragout kental berisi campuran sayuran, ayam, atau daging, lalu dibalut tepung panir dan digoreng. Hidangan ini memiliki akar sejarah dari Eropa, khususnya Belanda, dan memiliki kembaran terdekat bernama Croquette atau Kroket. Baik risoles maupun croquette sama-sama menggunakan isian ragout yang creamy dan dibalut dengan remah roti sebelum digoreng. Perbedaan mencolok terletak pada proporsi kulit dan isian serta jenis remah roti. Risoles Indonesia memiliki kulit yang sangat tipis dan rasio isian yang lebih banyak, menggunakan tepung panir yang halus sehingga menghasilkan tekstur yang renyah namun tidak terlalu keras. Croquette Eropa, khususnya versi Belanda dan Prancis, memiliki lapisan tepung panir yang lebih tebal dan kasar, dengan isian ragout yang lebih didominasi oleh daging sapi cincang dan biasanya disajikan dengan saus mustard sebagai pelengkapnya.
- Soto (Indonesia) dan Pho (Vietnam)
Soto dan Pho sama-sama merupakan hidangan berkuah hangat yang sangat mengandalkan kaldu aromatik, mi atau bihun, serta berbagai macam sayuran pelengkap. Soto di Indonesia memiliki ratusan varian, mulai dari Soto Ayam hingga Soto Daging, yang kuahnya dibangun dari rebusan rempah lokal seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, dan daun jeruk. Soto sering kali disajikan dengan nasi putih, perkedel, dan kerupuk, serta beberapa varian seperti Soto Betawi menambahkan santan atau susu untuk membuat kuahnya lebih kental dan gurih. Pho dari Vietnam juga merupakan sup mi yang kaya akan rempah, tetapi profil bumbunya lebih mengarah pada bunga lawit, kayu manis, cengkeh, dan bawang yang dibakar terlebih dahulu untuk mengeluarkan aroma smoky. Kuah Pho haruslah bening namun sangat dalam rasanya. Pho selalu disajikan dengan mi beras, irisan daging sapi mentah yang matang oleh panas kuah, serta tauge dan berbagai herbs segar seperti kemangi thai dan ketumbar.
- Martabak Telur (Indonesia) dan Murtabak (India/Timur Tengah)
Martabak telur adalah jajanan kaki lima legendaris di Indonesia yang terbuat dari adonan tipis yang direntangkan, diisi dengan campuran telur bebek atau ayam, daging cincang, dan daun bawang, lalu dilipat menjadi persegi dan digoreng di atas wajan datar. Hidangan ini memiliki akar dari Murtabak atau Mutabaq, yang berasal dari Timur Tengah dan sangat populer di India serta negara-negara Asia Selatan. Kata murtabak sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti dilipat. Keduanya memiliki konsep yang persis sama, yaitu melipat adonan datar yang berisi telur dan daging. Perbedaan utamanya ada pada jenis adonan dan pendampingnya. Adonan martabak telur Indonesia direntangkan sangat tipis hingga hampir transparan dan digoreng dengan banyak minyak hingga kulitnya berblister dan sangat renyah, selalu disajikan dengan acar timun dan cabai. Murtabak di India atau Timur Tengah sering kali menggunakan adonan yang lebih mirip dengan roti paratha atau naan, dan disajikan dengan kuah kari kental atau chutney yang pedas.








