5 Makanan India Ini Bikin Turis Geleng-Geleng: Ada Ulat hingga Kodok!

Banyak makanan India dibuat dari bahan tidak biasa. Turis jadi takut untuk mencoba karena olahannya pakai ulat hingga kaki kodok!

5 Makanan India Ini Bikin Turis Geleng-Geleng: Ada Ulat hingga Kodok!

Judul: 5 Kuliner Ekstrem India yang Bikin Turis Asing Bergidik: Dari Ulat Sagu hingga Daging Kambing Mentah

Tanggal Publikasi: 25 Agustus 2026

India selalu menjadi surga bagi para pecinta kuliner dunia. Dari rempah-rempah yang kaya hingga teknik memasak yang diwariskan turun-temurun, gastronomi Negeri Bollywood menawarkan pengalaman sensorik yang sulit ditandingi. Namun, di balik popularitas kari ayam mentega (butter chicken) dan naan yang lembut, terdapat sisi lain dari lanskap kuliner India yang jauh dari kata nyaman bagi lidah kebanyakan turis asing.

Sejumlah hidangan tradisional di berbagai penjuru India menggunakan bahan-bahan yang dianggap tidak lazim, bahkan menakutkan, oleh standar internasional. Mulai dari serangga, amfibi, hingga bagian hewan yang biasanya dibuang, makanan-makanan ini bukan sekadar uji nyali, melainkan bagian integral dari identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah lima makanan khas India yang kerap membuat para wisatawan menggeleng-geleng kepala sebelum akhirnya memberanikan diri untuk mencicipi.

1. Ulat Sagu Goreng: Camilan Renyah dari Timur Laut

Di negara bagian Assam dan Nagaland, yang terletak di ujung timur laut India, ulat sagu atau yang dikenal dengan sebutan khajur merupakan camilan yang sangat digemari. Ulat ini biasanya digoreng kering hingga garing atau ditumis bersama bumbu rempah lokal seperti bawang putih, jahe, dan cabai merah. Hasilnya adalah tekstur yang renyah di bagian luar namun tetap lembut dan sedikit berlemak di dalam.

Bagi masyarakat lokal, ulat sagu adalah sumber protein alternatif yang murah dan mudah didapat, terutama selama musim panen sagu. Rasanya digambarkan mirip dengan campuran gurih dan sedikit manis, hampir menyerupai kulit ayam goreng yang renyah. Namun, bagi turis yang baru pertama kali menginjakkan kaki di India, melihat puluhan ulat utuh yang digoreng di atas piring sering kali cukup untuk membuat mereka bergidik dan kehilangan nafsu makan. Reaksi ini wajar, mengingat secara visual hidangan ini sangat jauh dari gambaran makanan modern yang biasa mereka konsumsi.

2. Kari Kodok: Kelezatan Protein dari Kerala

Berpindah ke India Selatan, tepatnya di negara bagian Kerala, terdapat hidangan kari kodok yang menjadi favorit warga setempat. Kodok dimasak perlahan dalam kuah santan yang kental, dicampur dengan cabai hijau, daun kari, dan rempah-rempah khas Kerala seperti lada hitam dan biji sawi. Proses memasak yang lama membuat daging kodok menjadi sangat empuk dan mudah terlepas dari tulangnya.

Para penikmatnya mengklaim bahwa rasa daging kodok hampir mirip dengan daging ayam kampung, namun dengan tekstur yang lebih halus dan sedikit kenyal. Hidangan ini dianggap sebagai sumber protein tinggi yang baik, terutama di daerah pedesaan. Meskipun demikian, masalah utama bagi turis bukanlah rasanya, melainkan penyajiannya. Dalam banyak resep tradisional, kodok dimasak dalam keadaan utuh, sehingga bentuk tubuhnya yang khas masih terlihat jelas saat disajikan. Pemandangan ini sering menjadi ujian mental yang berat bagi mereka yang tidak terbiasa.

3. Telur Semut: Chutney Musiman dari Suku Adivasi

Di wilayah India Tengah, khususnya di antara komunitas suku Adivasi, terdapat makanan unik bernama kai chutney yang terbuat dari telur semut. Telur-telur kecil berwarna putih ini dipanen langsung dari sarang semut merah di hutan. Proses pemanenan ini sendiri merupakan keterampilan turun-temurun yang membutuhkan ketelitian, karena telur harus diambil tanpa merusak koloni semut.

Telur semut biasanya diolah dengan cara ditumbuk halus bersama bawang, cabai, dan asam jawa, lalu dijadikan chutney atau lauk pendamping nasi hangat. Rasanya asam dan sedikit gurih, dengan sensasi ledakan cairan di dalam mulut saat telur pecah. Bagi suku Adivasi, hidangan ini adalah makanan musiman yang sangat dinanti-nanti dan dianggap sebagai simbol keberuntungan. Namun, teksturnya yang kecil, berair, dan jumlahnya yang banyak sering membuat wisatawan merasa tidak nyaman, bahkan sebelum mencicipinya.

4. Kepala Ikan Kari: Kelezatan Tersembunyi dari Bengal dan Kerala

Berbeda dengan tiga hidangan sebelumnya, kepala ikan kari menggunakan bahan yang lebih umum, yaitu ikan. Namun, bagian yang digunakan adalah bagian yang sering dihindari oleh banyak orang di dunia Barat. Di Bengal dan Kerala, kepala ikan (biasanya ikan air tawar seperti ikan rohu atau ikan karimeen) diolah secara terpisah menjadi kari yang sangat kaya rempah.

Bagian kepala ikan dianggap sebagai bagian paling lezat karena mengandung otak, mata, dan tulang rawan yang memiliki tekstur unik dan menyerap bumbu dengan sempurna. Kari ini biasanya dimasak dengan kuah yang pekat, menggunakan pasta mustard atau santan, serta berbagai macam rempah utuh. Bagi warga lokal, menyedot otak ikan dari dalam tengkoraknya adalah kenikmatan yang tiada tara. Sebaliknya, bagi turis yang tidak terbiasa makan bagian kepala hewan, melihat mata ikan yang melotat di dalam kuah kari sering kali menjadi penghalang psikologis yang sulit diatasi, meskipun aroma harumnya menggoda.

5. Daging Kambing Mentah: Tradisi Tartare Ala India Utara

Di beberapa komunitas di India Utara, terutama di kalangan kelompok tertentu yang memiliki tradisi kuliner kuat, terdapat hidangan daging kambing mentah yang dikenal dengan nama kacchi atau tartare ala India. Daging kambing segar dicincang halus, lalu dicampur dengan bumbu-bumbu kuat seperti jahe parut, bawang putih, cabai hijau, garam hitam, dan perasan lemon.

Hidangan ini sering dianggap sebagai makanan mewah dan hanya disajikan pada acara-acara khusus atau perayaan tertentu. Para penggemarnya percaya bahwa daging mentah yang dibumbui dengan cara ini memiliki rasa yang lebih murni dan tekstur yang sangat lembut. Namun, risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi daging mentah, seperti kontaminasi bakteri atau parasit, menjadi kekhawatiran utama yang membuat banyak turis menolak mentah-mentah untuk mencobanya. Meskipun demikian, bagi masyarakat yang telah terbiasa, kacchi adalah simbol kejantanan dan warisan budaya yang dijaga keasliannya.

Kelima hidangan di atas hanyalah sebagian kecil dari kekayaan kuliner India yang sangat luas dan beragam. Setiap daerah memiliki bahan-bahan lokal yang unik dan cara pengolahan yang khas, yang sering kali lahir dari kondisi geografis dan kebutuhan bertahan hidup di masa lampau. Meskipun terkesan ekstrem bagi sebagian orang, penting untuk melihat makanan-makanan ini bukan sebagai sesuatu yang menjijikkan, melainkan sebagai ekspresi budaya yang layak dihormati. Bagi para pelancong yang berani keluar dari zona nyaman, mencicipi hidangan-hidangan ini bisa menjadi pintu masuk untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan dan tradisi masyarakat India yang autentik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search