5 Centenarian dengan Kebiasaan Makan Aneh, Ada yang Doyan Hot Wings!

Berusia lebih dari 100 tahun, orang-orang ini punya pola makan tak biasa. Ada yang doyan hot wings dan custard hingga masih menikmati tequila!

5 Centenarian dengan Kebiasaan Makan Aneh, Ada yang Doyan Hot Wings!

5 Centenarian dengan Kebiasaan Makan Tak Lazim: Dari Telur Mentah hingga Soda Setiap Hari

Jakarta, 23 Agustus 2026 – Selama ini, resep umur panjang selalu dikaitkan dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan menghindari makanan olahan. Namun, sekelompok individu yang berhasil menembus usia satu abad lebih justru menunjukkan fakta sebaliknya. Mereka membuktikan bahwa hidup hingga 100 tahun tidak selalu bergantung pada aturan diet yang ketat. Sebagian dari mereka bahkan memiliki kebiasaan konsumsi yang dianggap “tabu” oleh para ahli gizi, seperti makan telur mentah setiap hari, mengandalkan keripik kentang sebagai camilan utama, hingga minum minuman bersoda dalam jumlah banyak.

Fenomena ini menarik untuk dikaji karena menantang asumsi umum tentang hubungan langsung antara makanan dan usia harapan hidup. Para peneliti di bidang gerontologi (ilmu penuaan) selama bertahun-tahun menekankan bahwa faktor genetik, lingkungan sosial, dan kondisi psikologis seperti kebahagiaan memiliki kontribusi yang tidak kalah besar dibandingkan asupan nutrisi. Berikut adalah lima kisah centenarian dunia yang kebiasaan makannya jauh dari kata sehat, namun tetap mampu hidup panjang, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber internasional.

1. Emma Morano (117 Tahun) – Rutinitas Telur Mentah Selama 90 Tahun

Emma Morano dari Italia memegang rekor sebagai manusia tertua yang pernah tercatat secara resmi sebelum meninggal dunia di usia 117 tahun pada tahun 2017. Yang membuatnya unik adalah kebiasaan makannya yang dimulai sejak usia 20 tahun. Saat itu, ia didiagnosis menderita anemia, dan seorang dokter menyarankannya untuk mengonsumsi telur mentah sebagai sumber protein yang mudah diserap tubuh.

Sejak saat itu, Morano mengaku mengonsumsi tiga butir telur setiap hari, dengan dua di antaranya disantap dalam keadaan mentah. Kebiasaan ini dijalaninya secara konsisten selama lebih dari sembilan dekade. Dalam wawancara dengan The New York Times, ia pernah mengungkapkan, “Saya makan tiga telur sehari, dua mentah. Saya tidak pernah makan banyak sayur.” Ia juga jarang mengonsumsi buah dan hanya makan daging sesekali. Meskipun pola makannya minim serat dan vitamin dari sayuran, Morano tetap hidup aktif hingga usia lanjut. Para ahli menduga kombinasi genetik yang kuat dan rutinitas hidup sederhana menjadi penopang utamanya.

2. Pearl Kantrow (107 Tahun) – Keripik Kentang dan Cokelat sebagai Camilan Wajib

Pearl Kantrow, seorang wanita asal Amerika Serikat, hidup hingga usia 107 tahun dengan kebiasaan makan yang bertolak belakang dengan rekomendasi diet modern. Setiap hari, ia mengonsumsi keripik kentang dan cokelat sebagai camilan yang tidak pernah terlewatkan. Ia bahkan mengaku tidak pernah menjalani diet ketat sepanjang hidupnya.

Ketika ditanya mengenai rahasia umur panjangnya, Kantrow menjawab dengan santai bahwa kunci utamanya adalah kebahagiaan dan menikmati makanan yang disukai tanpa rasa bersalah. Sikapnya yang riang dan bebas stres dianggap menjadi faktor signifikan yang menyeimbangkan efek negatif dari makanan tinggi garam dan gula yang ia konsumsi. Kisah Kantrow sering dikutip dalam diskusi tentang pentingnya kesehatan mental dan kepuasan hidup dalam proses penuaan.

3. Jeanne Calment (122 Tahun) – Minyak Zaitun, Cokelat, dan Anggur Port

Jeanne Calment dari Prancis adalah manusia tertua yang pernah tercatat dalam sejarah dengan usia 122 tahun. Ia meninggal pada tahun 1997 dan hingga kini rekor tersebut belum terpecahkan. Calment dikenal memiliki gaya hidup yang jauh dari kata sehat menurut standar medis. Ia mengaku menghabiskan satu kilogram cokelat setiap minggu dan rutin meminum anggur port manis.

Selain itu, Calment memiliki kebiasaan unik mengoleskan minyak zaitun ke seluruh tubuhnya sebagai bagian dari perawatan kulit. Ia juga mengaku tidak pernah berolahraga dan bahkan merokok hingga usia 117 tahun. Meskipun demikian, ia tetap memiliki mobilitas yang baik hingga usia sangat tua. Para peneliti berspekulasi bahwa kandungan antioksidan dalam minyak zaitun dan cokelat, dikombinasikan dengan gaya hidup yang santai dan tanpa stres, mungkin berkontribusi pada vitalitasnya.

4. Misao Okawa (117 Tahun) – Sushi Tuna dan Mie Instan

Misao Okawa dari Jepang sempat dinobatkan sebagai manusia tertua di dunia pada tahun 2014 hingga 2015. Kebiasaan makannya menarik perhatian karena menggabungkan makanan tradisional Jepang dengan makanan modern yang sering dianggap kurang sehat. Okawa sangat menyukai sushi, terutama jenis tuna, dan dikabarkan mampu menghabiskan porsi yang sangat banyak dalam sekali makan.

Namun, yang mengejutkan adalah kegemarannya pada mie instan, makanan yang kerap dikaitkan dengan kandungan natrium dan pengawet tinggi. Ia juga selalu minum teh hijau setiap hari. Okawa percaya bahwa menikmati makanan enak adalah bagian penting dari kebahagiaan hidup. Kombinasi antara protein dari ikan, antioksidan dari teh hijau, dan kepuasan batin dari makanan favoritnya dinilai menjadi resep umur panjangnya.

5. Kane Tanaka (119 Tahun) – Soda dan Cokelat Setiap Hari

Kane Tanaka dari Jepang, yang lahir pada tahun 1903 dan meninggal pada tahun 2022, memegang rekor sebagai manusia tertua di dunia saat itu dengan usia 119 tahun. Kebiasaan makannya sangat kontras dengan budaya makan sehat yang umumnya dianut masyarakat Jepang. Tanaka mengaku sangat menyukai minuman bersoda, terutama Coca-Cola, dan cokelat.

Keluarganya mengungkapkan bahwa Tanaka minum setidaknya satu kaleng soda setiap hari dan selalu meminta cokelat sebagai camilan. Ia juga diketahui makan mie dan nasi dalam porsi besar. Meskipun asupan gulanya tergolong tinggi, Tanaka tetap memiliki kondisi fisik yang relatif baik hingga usia lanjut. Para ahli mencatat bahwa faktor genetik dan kemauan kuat untuk terus hidup aktif, seperti bermain papan permainan dan bersosialisasi, menjadi penyeimbang utama dari pola makannya yang tidak konvensional.

Kisah-kisah di atas memberikan perspektif baru tentang kompleksitas umur panjang. Para ahli gerontologi menekankan bahwa meskipun kebiasaan makan tidak sehat pada para centenarian ini tampak luar biasa, faktor genetik, lingkungan tempat tinggal, dukungan sosial, dan tingkat kebahagiaan memainkan peran yang sangat besar. Gen yang kuat dapat memberikan toleransi terhadap efek negatif makanan tertentu, sementara kondisi psikologis yang positif dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan jantung.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kasus-kasus ini adalah pengecualian, bukan aturan. Mayoritas penduduk dunia tidak memiliki keunggulan genetik yang sama. Oleh karena itu, para ahli kesehatan mengingatkan agar kisah-kisah ini tidak dijadikan justifikasi untuk meninggalkan pola makan sehat yang sudah terbukti secara ilmiah. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan mengelola stres tetap menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia harapan hidup bagi kebanyakan orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search