90 Tahun Toko Oen Semarang, Es Krim Klasik Rp35 Ribuan!

Berdiri sejak 1936, Toko Oen dikenal sebagai kedai es krim tertua di Semarang. Usianya kini 90 tahun, bahkan lebih tua dibandingkan usia Indonesia.

90 Tahun Toko Oen Semarang, Es Krim Klasik Rp35 Ribuan!

Toko Oen Semarang Rayakan 90 Tahun: Es Krim Klasik Harga Rp35 Ribuan Masih Jadi Primadona

Semarang, 22 Agustus 2026 – Sebuah perjalanan menembus waktu dapat Anda rasakan hanya dengan melangkahkan kaki ke dalam Toko Oen, ikon kuliner legendaris yang telah menemani denyut nadi Kota Semarang sejak tahun 1936. Kini, di usianya yang menginjak 90 tahun, tempat ini bukan sekadar tujuan wisata kuliner, melainkan sebuah museum hidup yang menyimpan memori kolektif warga Semarang dan para pelancong dari masa kolonial Belanda hingga era digital saat ini.

Berdiri kokoh di sudut Jalan Jenderal Soeprapto, bangunan Toko Oen memancarkan aura historis yang kuat. Begitu pintu kaca klasiknya dibuka, pengunjung akan langsung disambut oleh deretan meja marmer yang dingin dan kursi rotan antik yang masih setia digunakan hingga hari ini. Lampu gantung kristal yang menggantung rendah memancarkan cahaya temaram, menciptakan atmosfer romantis yang seolah membawa setiap orang kembali ke dekade 1930-an. Detail interior yang nyaris tidak berubah sejak pertama kali didirikan menjadi daya tarik utama; papan nama tua beraksara Belanda, kipas angin kayu yang berputar pelan di langit-langit, serta lukisan-lukisan bergaya Eropa yang terpajang rapi di dinding, semuanya berpadu menjadi satu kesatuan estetika yang otentik dan langka.

Keunikan tempat ini tidak hanya berhenti pada urusan visual. Aroma khas es krim vanilla dan cokelat yang legit langsung tercium begitu hidangan diantarkan ke meja. Menu andalan yang menjadi primadona selama hampir satu abad adalah es krim klasik yang disajikan dengan cara tradisional. Es krim tersebut dituang ke dalam gelas kaca tebal yang terasa berat di genggaman, lengkap dengan sendok perak berukir halus yang telah menjadi ciri khas tersendiri. Yang paling mengejutkan, di tengah tren kuliner modern dengan harga yang melambung tinggi, es krim legendaris ini masih dibanderol dengan harga yang sangat bersahabat, mulai dari Rp35 ribuan saja per porsi. Teksturnya yang lembut, creamy, dengan rasa manis yang autentik dan tidak berlebihan, berhasil mempertahankan cita rasa orisinal yang sama seperti saat pertama kali dijual puluhan tahun silam.

Meskipun es krim klasik menjadi bintang utama, Toko Oen juga menyimpan kekayaan menu lain yang tak kalah legendaris. Para pengunjung dapat mencicipi hidangan ala Eropa-Indonesia seperti nasi campur dengan lauk pauk yang melimpah, bistik ayam yang empuk dengan saus kental, hingga roti bakar dengan olesan selai dan mentega yang harum. Setiap menu memiliki ceritanya sendiri dan tetap dimasak dengan resep turun-temurun yang dijaga ketat. Namun demikian, es krim klasik tetaplah pilihan nomor satu yang paling banyak dipesan, baik oleh generasi tua yang ingin bernostalgia maupun generasi muda yang baru pertama kali mengenal sejarah kuliner Semarang.

Bagi para pecinta fotografi dan sejarah, Toko Oen adalah lokasi yang sempurna untuk berburu spot estetik. Setiap sudut ruangan menawarkan latar belakang yang instagramable tanpa perlu filter tambahan. Suasana tempo dulu yang kental menjadikan tempat ini sering dikunjungi untuk sekadar bersantai, berdiskusi, atau bahkan merayakan momen spesial bersama keluarga. Di tengah gempuran kafe-kafe modern dengan desain minimalis, keberadaan Toko Oen adalah sebuah penanda bahwa keaslian dan warisan budaya tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke Kota Semarang, menyempatkan diri untuk mampir ke Toko Oen di Jalan Jenderal Soeprapto No. 15 adalah sebuah keputusan yang tidak akan Anda sesali. Selain menikmati kelezatan es krim klasik yang melegenda dengan harga terjangkau, Anda akan membawa pulang pengalaman bersantap yang tak ternilai—sebuah perjumpaan langsung dengan sejarah yang masih hidup dan berdenyut. Di usianya yang ke-90, Toko Oen membuktikan bahwa kualitas, konsistensi, dan sentuhan nostalgia adalah resep abadi yang tidak lekang oleh zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search