Pesan Steak Rp538 Ribu tapi Dapat Sirloin, Pria Ini Protes!
Seorang pria di Amerika Serikat kecewa saat pesan steak seharga Rp538 ribu. Ia merasa potongan daging yang disajikan tak sesuai pesanannya.

Seorang pria membagikan pengalaman makan malam yang mengecewakan di sebuah restoran steak melalui media sosial Reddit. Ia merasa pesanannya tidak sesuai dengan yang dipesan. Ia memesan steak mahal, tetapi mendapat potongan daging yang berbeda dari yang seharusnya. Kisah ini kemudian menjadi perbincangan ramai warganet setelah diunggah dan dikutip oleh World of Buzz pada 23 Juni 2025.
Dilansir dari laporan tersebut, pria itu mengaku memesan steak seharga 42 dolar Singapura atau setara sekitar Rp538 ribu. Pada saat memesan, ia secara khusus memilih potongan tenderloin, salah satu bagian daging sapi yang dikenal paling lembut dan biasanya dihargai lebih mahal dibandingkan potongan lain. Namun, saat pesanan tiba di mejanya, ia mendapati daging yang disajikan bukan tenderloin, melainkan sirloin. Perbedaan ini dianggapnya bukan perkara kecil karena kualitas dan harga kedua potongan daging tersebut berbeda.
Pria tersebut menyebut dirinya cukup paham soal steak. Menurut penjelasannya, sirloin memiliki serat yang lebih kasar dan lapisan lemak yang khas, sementara tenderloin jauh lebih lembut. Pengetahuan ini membuatnya langsung menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan pesanannya begitu daging itu disajikan. Ia pun memprotes dan mengklaim telah memanggil pelayan untuk menanyakan soal potongan daging yang disajikan.
Namun, pelayan yang melayani meja tersebut bersikeras bahwa daging yang disajikan adalah tenderloin. Merasa tidak puas dengan jawaban itu, pria tersebut meminta bertemu dengan manajer restoran. Pada pertemuan itu, manajer restoran kemudian mengakui kesalahan tersebut. Ia menyebut daging yang disajikan memang sirloin, bukan tenderloin seperti yang dipesan pelanggan.
Pihak restoran pun menawarkan penggantian daging sebagai bentuk tanggung jawab. Akan tetapi, pria itu menolak tawaran tersebut karena mengaku sudah kehilangan selera makan setelah kejadian itu. Sebagai kompensasi, restoran tersebut akhirnya membebaskan biaya pesanan steak yang salah tersebut. Meski begitu, pria itu mengaku tetap kecewa dengan pengalaman tersebut dan membagikannya ke media sosial agar menjadi pelajaran bagi orang lain.
Kasus ini pun ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang menyayangkan pelayanan restoran tersebut. Mereka menilai restoran seharusnya lebih teliti dalam menyajikan pesanan sesuai dengan yang diminta pelanggan, terutama untuk menu berharga tinggi yang dipilih secara spesifik. Sebagian warganet juga menyoroti pentingnya transparansi restoran ketika terjadi kesalahan, termasuk sikap pelayan yang sempat bersikeras sebelum manajer mengakui kekeliruan.
Dari sisi kuliner, perbedaan antara tenderloin dan sirloin memang signifikan. Tenderloin berasal dari bagian pinggang sapi yang jarang digunakan untuk bergerak sehingga teksturnya sangat lembut dan minim lemak. Sementara itu, sirloin berasal dari bagian punggung yang lebih banyak bekerja, sehingga seratnya lebih kasar dan biasanya memiliki lapisan lemak yang lebih terlihat. Perbedaan karakteristik ini turut memengaruhi harga di pasaran, sehingga kekeliruan potongan daging dapat dianggap merugikan konsumen, terutama ketika harga yang dibayar sudah disesuaikan dengan potongan premium yang dipesan.
Kisah ini menjadi pengingat bagi konsumen untuk lebih teliti memeriksa pesanan, khususnya pada menu dengan harga tinggi, serta bagi pelaku usaha kuliner untuk memastikan ketepatan pesanan dan kesiapan staf dalam menangani keluhan pelanggan secara profesional.








