Ferry Salim Pamer Hobi Jajan Kaki Lima, dari Mie Ayam sampai Lupis
Di TikTok, artis senior Ferry Salim suka membagikan keseruannya saat mencicipi kuliner kaki lima. Mulai dari makan mie ayam hingga lopis, begini momennya!

Ferry Salim, aktor senior Tanah Air yang kini berusia 59 tahun, ternyata menyimpan hobi yang cukup jauh dari kesan glamor dunia hiburan. Di balik kariernya yang panjang di layar lebar dan televisi, pria kelahiran 1967 itu dikenal sebagai pemburu kuliner kaki lima yang serius. Hobinya bukan menikmati hidangan di restoran mewah berbintang, melainkan berburu jajanan pasar dan makanan gerobak yang banyak dijajakan di pinggir jalan.
Kebiasaan tersebut ia ungkapkan secara terbuka dalam sebuah sesi wawancara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Ferry Salim mengaku memang senang mencoba berbagai jenis makanan, terutama yang dijual dengan harga terjangkau dan disajikan secara sederhana. Menurutnya, makanan kaki lima memiliki daya tarik tersendiri yang tidak selalu bisa ditemukan di tempat makan kelas atas.
“Gue tuh suka banget kulineran, tapi bukan yang restoran mewah. Gue lebih suka kaki lima, jajanan pasar gitu,” ujar Ferry Salim dalam wawancara tersebut.
Dari sekian banyak pilihan kuliner, mie ayam menjadi salah satu makanan yang paling sering ia buru. Ferry Salim secara khusus menyebut mie ayam yang dijual oleh pedagang keliling sebagai favoritnya. Ia mengaku kerap membeli mie ayam dari abang-abang penjual gerobak yang biasa mangkal di berbagai sudut kota. Selain mie ayam, lupis ketan juga masuk dalam daftar makanan kesukaannya. Lupis ketan merupakan jajanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dikukus, kemudian digulirkan dan disajikan dengan taburan kelapa parut serta siraman gula merah cair. Jajanan ini umumnya dijual di pasar tradisional atau oleh pedagang keliling.
“Mie ayam, ya, mie ayam abang-abang. Itu gue suka banget. Terus lupis ketan,” tuturnya.
Bagi Ferry Salim, daya tarik makanan kaki lima bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman menikmatinya. Ia menilai hidangan yang disajikan di restoran sering kali memiliki banyak “gimmick” atau trik penyajian yang membuat pengalaman makan terasa berbeda. Sebaliknya, makanan kaki lima disajikan apa adanya, tanpa banyak polesan, namun justru memiliki cita rasa yang menurutnya sulit ditandingi.
“Kalau di restoran kan ada gimmicknya, kalau kaki lima tuh apa adanya, tapi rasanya juara,” pungkas Ferry Salim.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana selera kuliner seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan status sosial atau popularitasnya. Ferry Salim, yang telah lama dikenal sebagai figur publik dengan penampilan rapi dan gaya hidup mapan, tetap memilih makanan sederhana sebagai bagian dari kesehariannya. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kuliner kaki lima memiliki tempat istimewa di hati banyak kalangan, termasuk mereka yang terbiasa dengan fasilitas mewah.
Hobi kulineran Ferry Salim juga mencerminkan fenomena yang lebih luas dalam masyarakat Indonesia. Makanan kaki lima, seperti mie ayam, bakso, siomay, hingga jajanan pasar tradisional, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner sehari-hari. Pedagang keliling dan warung sederhana sering kali menjadi tujuan utama bagi banyak orang yang mencari cita rasa autentik dengan harga terjangkau. Keberadaan mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi penopang ekonomi kecil di berbagai daerah.
Di sisi lain, pengakuan Ferry Salim ini menambah daftar selebritas tanah air yang terbuka soal kegemaran mereka terhadap makanan rakyat. Beberapa artis lain sebelumnya juga pernah mengaku sering membeli makanan dari pedagang kaki lima, baik karena alasan rasa maupun kenangan masa kecil. Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan sederhana mampu menjembatani berbagai lapisan sosial dan generasi.
Dengan gaya bicaranya yang blak-blakan dan santai, Ferry Salim seolah ingin menegaskan bahwa menikmati makanan tidak perlu selalu mahal atau rumit. Baginya, mie ayam dari gerobak dan lupis ketan dari pasar justru menyimpan kenikmatan yang tulus. Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kuliner terbaik tidak selalu datang dari dapur restoran berbintang, melainkan bisa hadir dari gerobak sederhana di pinggir jalan.
Ferry Salim sendiri telah lama berkecimpung di industri hiburan Indonesia, baik sebagai aktor maupun presenter. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai pribadi yang ramah dan komunikatif. Namun di balik citra tersebut, ia tetap memiliki kesederhanaan dalam hal selera makan. Hobi kulineran kaki lima yang ia bagikan dalam wawancara di Menteng tersebut menjadi salah satu sisi personal yang jarang terekspos di media, sekaligus memperlihatkan bahwa seorang selebritas pun bisa menikmati hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.








