Jason Mraz Ubah Kebun Alpukat Tua Jadi Pertanian 7 Hektar
Penyanyi Jason Mraz mengubah kebun alpukat tua menjadi pertanian regeneratif seluas hampir 7 hektar. Ia menanam alpukat organik, kopi, dan buah musiman.

Daftar isi: [Hide]
Penyanyi Jason Mraz ternyata tidak hanya dikenal sebagai musisi dengan lagu-lagu hits. Di balik kesibukannya di panggung musik, ia menekuni dunia pertanian secara serius dan mengelola lahan seluas hampir 7 hektar di Encinitas, California, Amerika Serikat. Kebun tersebut diberi nama Mraz Family Farms dan menjadi salah satu proyek jangka panjang yang ia kembangkan bersama istrinya, Christina Carano.
Lahan yang kini menjadi kebun produktif itu disebut-sebut berawal dari kebun alpukat tua. Alih-alih membiarkannya terbengkalai, Jason Mraz mengubahnya menjadi pertanian yang dikelola dengan prinsip pertanian regeneratif, yaitu pendekatan bercocok tanam yang menekankan pemulihan kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan lingkungan. Di lahan itu, ia menanam berbagai tanaman pangan, mulai dari alpukat, kopi, hingga aneka buah dan sayuran.
“Kami menanam alpukat, kopi, dan banyak buah-buahan serta sayuran,” ujar Jason Mraz, seperti dikutip dari People.
Ketertarikan Jason Mraz pada dunia pertanian bukan hal yang muncul tiba-tiba. Ia mengaku sudah lama menyukai kegiatan bercocok tanam, bahkan sebelum namanya dikenal luas sebagai penyanyi. Pada masa itu, ia sempat bekerja di kebun dan belajar banyak hal tentang cara menanam, merawat tanaman, hingga memahami siklus alam yang memengaruhi hasil panen. Pengalaman tersebut tampaknya menjadi fondasi yang kuat ketika ia akhirnya memiliki lahan sendiri dan mengelolanya secara lebih serius.
Kopi dan Alpukat sebagai Komoditas Utama
Salah satu komoditas yang cukup serius digarap Jason Mraz adalah kopi. Ia tidak sekadar menanam kopi sebagai tanaman pelengkap, tetapi juga memproduksi biji kopi sendiri. Menurutnya, kopi merupakan tanaman yang menarik untuk dibudidayakan, meski membutuhkan perhatian khusus agar dapat tumbuh dengan baik di lingkungan kebunnya.
“Kopi adalah tanaman yang menarik. Kami mencoba menumbuhkannya di sini,” katanya.
Selain kopi, alpukat menjadi komoditas utama lain di Mraz Family Farms. Perjalanan menanam alpukat tidak selalu mulus. Jason Mraz bahkan pernah mengalami gagal panen saat pertama kali mencoba menanamnya. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga baginya. Alih-alih menyerah, ia terus belajar dan memperbaiki cara pengelolaan lahan. Kini, kebunnya tergolong produktif. Hasil panennya dinikmati sendiri bersama keluarga, sekaligus dibagikan kepada komunitas sekitar.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa bertani bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses belajar yang panjang. Kegagalan panen yang dialami Jason Mraz menjadi gambaran bahwa menekuni pertanian membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terus menyesuaikan diri dengan kondisi alam.
Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Bagi Jason Mraz, bertani bukan sekadar hobi atau kegiatan sampingan. Ia memandangnya sebagai bagian dari gaya hidup yang ingin lebih dekat dengan alam sekaligus mengurangi jejak karbon. Pendekatan pertanian regeneratif yang diterapkannya sejalan dengan prinsip tersebut, karena berupaya menjaga kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada input kimia.
Ia juga berharap apa yang dilakukannya dapat menginspirasi orang lain untuk mulai menanam tanaman sendiri, meski hanya di halaman rumah atau lahan terbatas. Menurutnya, menanam makanan sendiri memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan.
“Menanam makanan sendiri itu menyenangkan dan menyehatkan,” pungkasnya.
Dengan mengelola lahan hampir 7 hektar di Encinitas, Jason Mraz menunjukkan bahwa seorang musisi pun dapat berkontribusi pada praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Mraz Family Farms menjadi contoh bagaimana lahan yang awalnya berupa kebun alpukat tua dapat diubah menjadi pertanian produktif yang menanam alpukat, kopi, serta berbagai buah dan sayuran, sekaligus menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang ia jalani bersama keluarga.








