Iseng Jualan Kopi di Depan Kantor, Raup Rp Segini!

Seorang konten kreator di India mencoba peruntungan baru. Ia kini jualan kopi di depan gedung perkantoran dan mendapat penghasilan segini!

Iseng Jualan Kopi di Depan Kantor, Raup Rp Segini!

Kisah seorang pria yang iseng berjualan kopi di depan kantor tempatnya bekerja menjadi viral di media sosial. Meski awalnya hanya dilakukan sebagai kegiatan coba-coba untuk mengisi waktu luang, omzet yang ia dapatkan ternyata cukup menggiurkan dan mampu menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan.

Cerita ini dibagikan melalui akun TikTok @ramadhanilham28. Dalam video yang diunggah, pria tersebut mengaku bahwa ia awalnya hanya iseng membuka lapak kopi sederhana di depan kantor tempatnya bekerja. Motivasi utamanya bukanlah untuk membangun bisnis serius, melainkan karena rasa bosan yang ia rasakan setelah pulang kerja.

“Awalnya cuma iseng, soalnya bosan aja gitu pulang kerja cuma rebahan,” ujarnya, sebagaimana dikutip detikcom pada Jumat (13/6/2025).

Modal yang dikeluarkan untuk memulai usaha kecil-kecilan ini pun terbilang sangat kecil. Ia hanya menyiapkan meja lipat, termos, beberapa gelas plastik, serta bahan-bahan kopi sederhana. Tidak ada peralatan mahal atau investasi besar yang diperlukan. Pendekatan minimalis ini justru menjadi salah satu daya tarik dari kisahnya, karena menunjukkan bahwa untuk memulai sebuah usaha tidak selalu membutuhkan modal besar.

Yang mengejutkan, pada hari pertama berjualan, ia sudah mendapatkan pembeli dari rekan-rekan kantornya. Antusiasme tersebut terus berlanjut, dan lama-kelamaan pembeli bertambah tidak hanya dari kalangan karyawan kantornya sendiri, tetapi juga dari karyawan gedung lain di sekitar lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi strategis di depan kantor, ditambah dengan kebutuhan kopi sebagai minuman penunjang aktivitas kerja, menjadi kombinasi yang menguntungkan.

“Nggak nyangka aja, hari pertama langsung laku 30 cup,” ungkapnya.

Seiring waktu, ia mulai menjadikan aktivitas berjualan kopi sebagai rutinitas harian sepulang kerja. Dalam kurun waktu satu bulan, ia mengaku bisa menjual ratusan cup kopi. Konsistensi dan kehadiran rutin di lokasi yang sama membuat pelanggan setia mulai terbentuk, terutama mereka yang menjadikan kopi sebagai bagian dari rutinitas harian.

Ia kemudian membandingkan pendapatannya dari berjualan kopi dengan gajinya sebagai karyawan. Dari hasil iseng tersebut, ia bisa mengantongi omzet jutaan rupiah per bulan. Perbandingan ini menjadi poin menarik dalam ceritanya, karena menunjukkan bahwa penghasilan tambahan dari usaha sampingan bisa mendekati atau bahkan melampaui ekspektasi awal seseorang.

“Segini penghasilannya,” tulisnya dalam video sambil menunjukkan catatan penjualan.

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat bahwa pendapatan kotor selama sebulan mencapai Rp 6,8 juta. Jumlah tersebut diperoleh dari penjualan sekitar 340 cup kopi dengan harga Rp 20 ribu per cup. Dengan perhitungan sederhana, angka itu menunjukkan rata-rata penjualan lebih dari 11 cup per hari selama sebulan penuh.

Keuntungan bersihnya diperkirakan sekitar Rp 4 juta setelah dikurangi modal bahan dan biaya operasional. Angka ini tentu sangat signifikan bagi seorang karyawan yang mencari penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya. Selisih antara pendapatan kotor dan bersih juga mencerminkan bahwa margin keuntungan dari usaha kopi sederhana ini masih cukup sehat, terutama karena modal awal yang dikeluarkan tidak besar.

“nggak sampai 3 jam jualan, tapi hasilnya lumayan banget buat nambah-nambah,” katanya.

Durasi berjualan yang singkat, yaitu kurang dari tiga jam per hari, menjadi salah satu faktor yang membuat ide bisnis ini menarik. Ia tidak perlu mengorbankan waktu istirahat secara berlebihan, namun tetap mendapatkan hasil yang memadai. Model usaha seperti ini cocok bagi mereka yang ingin mencoba peruntungan di dunia wirausaha tanpa harus langsung terjun sepenuhnya.

Video ini pun menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang tertarik untuk mencoba ide serupa, terutama karena modal yang dibutuhkan relatif kecil dan waktu yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya konsistensi dan kualitas rasa kopi yang enak agar pelanggan mau kembali lagi.

“Ide bisnis yang bagus, modal kecil tapi hasilnya maksimal,” komentar salah satu warganet.

“Yang penting konsisten, kalau enak pasti pelanggan balik lagi,” tambah yang lain.

Komentar-komentar tersebut mencerminkan dua aspek penting dalam menjalankan usaha kecil: modal yang terjangkau dan pentingnya kualitas produk. Tanpa rasa yang enak dan konsistensi dalam berjualan, pelanggan cenderung tidak akan kembali, meskipun harga yang ditawarkan terjangkau. Sebaliknya, jika rasa kopi memuaskan dan penjual hadir secara rutin, pelanggan akan dengan sendirinya membentuk kebiasaan untuk membeli.

Dari kisah ini, beberapa pelajaran dapat diambil. Pertama, ide usaha tidak harus selalu rumit atau membutuhkan modal besar. Kedua, lokasi dan waktu berjualan yang tepat dapat menjadi faktor penentu keberhasilan. Ketiga, konsistensi dan kualitas produk merupakan kunci untuk mempertahankan pelanggan. Keempat, usaha sampingan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan jika dijalankan dengan serius, meskipun awalnya hanya didasari oleh rasa iseng.

Fenomena ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di masyarakat, di mana semakin banyak orang mencari penghasilan tambahan melalui usaha kecil-kecilan yang dapat dijalankan di sela-sela pekerjaan utama. Dengan memanfaatkan waktu luang, modal kecil, dan lokasi yang strategis, siapa pun memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memberikan pengalaman berwirausaha yang berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search