Cicip Gigi Susu & Heavenly Chocolate Bali Viral di Foodphoria
Foodphoria cocok dikunjungi jika ingin mencoba aneka kuliner Bali viral dalam satu tempat. Tak perlu jauh-jauh lagi untuk mencoba Gigi Susu hingga Heavenly.

Festival kuliner tahunan Foodphoria kembali menjadi magnet utama bagi para penikmat kuliner di Tanah Air pada Senin, 28 September 2026. Mengusung konsep pesta rasa yang merangkul berbagai kreasi makanan kekinian dan legendaris, ajang ini sukses menyedot ribuan pengunjung sejak hari pertama dibuka. Di antara deretan puluhan gerai makanan dan minuman yang menyajikan inovasi rasa dari berbagai penjuru, terdapat dua stan yang mencatat antrean paling padat dan menyita perhatian publik, yaitu gerai sajian penutup Gigi Susu serta jenama cokelat artisan kenamaan asal Pulau Dewata, Heavenly Chocolate Bali.
Kehadiran kedua jenama kuliner ini membuktikan bahwa tren makanan manis berbasis bahan baku berkualitas masih memegang peranan penting dalam menarik minat masyarakat. Gelaran Foodphoria menjadi wadah strategis yang mempertemukan para produsen kuliner kreatif dengan konsumen urban yang senantiasa berburu pengalaman gastronomi baru. Fenomena viral di berbagai platform media sosial turut mendorong rasa penasaran publik, yang rela mengantre berjam-jam demi mencicipi kelezatan sajian yang selama ini kerap menjadi perbincangan hangat di linimasa.
Gigi Susu hadir sebagai salah satu sajian penutup yang menawarkan karakteristik unik, memadukan cita rasa manis yang lembut dengan sentuhan rasa gurih susu yang khas. Kreasi ini menghadirkan tekstur yang memanjakan lidah, di mana perpaduan lapisan luar yang lembut berpadu sempurna dengan isian krim susu beraroma harum. Bagi para pencinta olahan susu murni, menu yang disuguhkan oleh Gigi Susu memberikan sensasi rasa yang seimbang tanpa rasa manis yang berlebihan atau membuat enek (giung). Inovasi penyajian dan penamaan yang unik menjadi daya tarik tersendiri, menjadikannya salah satu kudapan yang paling banyak dibagikan pengunjung melalui unggahan visual di media sosial.
Di sisi lain, antusiasme yang tidak kalah luar biasa terlihat di stan Heavenly Chocolate Bali. Jenama yang telah lama menjadi salah satu oleh-oleh premium paling dicari dari Bali ini membawa atmosfer kelezatan khas Pulau Dewata langsung ke panggung Foodphoria. Heavenly Chocolate Bali dikenal luas melalui kreasi nama chocolate atau cokelat lumer bergaya Jepang yang dibuat menggunakan biji kakao lokal pilihan berkualitas tinggi. Teksturnya yang sangat lembut dan langsung meleleh di mulut menjadi ciri khas yang membedakannya dari produk cokelat konvensional di pasaran.
Dalam gelaran Foodphoria kali ini, Heavenly Chocolate Bali menghadirkan jajaran varian rasa andalannya yang lengkap. Pengunjung dapat memilih varian Dark Chocolate dengan profil rasa kakao yang intens dan sedikit pahit elegan, Milk Chocolate yang lembut dan manis berpadu susu murni, hingga varian unik seperti Matcha dengan aroma teh hijau Jepang yang pekat, serta Taro yang gurih manis. Keberadaan varian spesial dengan sentuhan cita rasa lokal maupun aroma khas minuman tertentu turut menjadi incaran para penikmat cokelat artisan. Keunggulan Heavenly Chocolate Bali tidak hanya terletak pada cita rasa cokelatnya yang kaya, melainkan juga pada penggunaan bahan baku segar tanpa bahan pengawet berlebih, sehingga mempertahankan kesegaran rasa di setiap potongannya.
Bagi banyak pengunjung, kehadiran stan resmi Heavenly Chocolate Bali di ajang Foodphoria menjadi momentum istimewa. Selama ini, para penikmat cokelat di luar Bali kerap harus mengandalkan layanan jasa titip (jastip) atau memesan melalui pengiriman jarak jauh yang memerlukan perhatian khusus pada rantai pendingin agar produk tidak meleleh di perjalanan. Melalui festival kuliner ini, pengunjung dapat membeli produk tersebut secara langsung dalam kondisi dingin yang ideal, siap untuk langsung disantap bersama keluarga atau teman.
Antusiasme terhadap Gigi Susu dan Heavenly Chocolate Bali tidak lepas dari pergeseran gaya hidup konsumen muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z, yang memandang aktivitas berburu kuliner bukan sekadar pemenuhan kebutuhan konsumsi, melainkan bentuk apresiasi terhadap seni rasa dan estetika visual. Setiap kemasan dirancang menarik dan elegan, mendukung kebutuhan dokumentasi gaya hidup digital. Pengunjung tampak antusias mengabadikan momen saat membuka kemasan kotak cokelat bertabur bubuk kakao halus atau saat membelah porsi lembut Gigi Susu untuk memperlihatkan tekstur krim di dalamnya.
Manajemen alur pengunjung di kedua stan tersebut berlangsung dinamis. Penyelenggara Foodphoria bersama perwakilan pengelola stan memberlakukan sistem antrean teratur guna memastikan seluruh pengunjung terlayani dengan baik dan kesegaran produk tetap terjaga. Pada stan Heavenly Chocolate Bali, kotak-kotak cokelat disimpan dalam lemari pendingin berstandar khusus sebelum diserahkan kepada pembeli bersama kantong pendingin (cool bag) dan es gel, menjaga stabilitas suhu cokelat agar tidak kehilangan tekstur lembutnya saat dibawa berkeliling area festival.
Eksplorasi rasa yang dihadirkan Gigi Susu dan Heavenly Chocolate Bali di Foodphoria turut memberikan dampak positif bagi ekosistem kuliner lokal secara lebih luas. Keberhasilan kedua jenama ini membuktikan bahwa produk pangan olahan berbasis bahan lokal mampu bersaing dan memiliki daya tarik yang setara dengan jenama internasional. Pemanfaatan kakao lokal oleh produsen cokelat Bali sekaligus memberikan nilai tambah bagi para petani kakao di daerah, sementara kreasi inovatif seperti Gigi Susu menunjukkan bahwa diversifikasi produk susu segar masih memiliki potensi pasar yang sangat luas.
Penyelenggaraan acara kuliner seperti Foodphoria menjadi sarana efektif dalam menjembatani inovasi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan pasar urban modern. Di tengah dinamika industri makanan dan minuman yang bergerak cepat, konsistensi rasa, kualitas bahan baku, serta kemampuan membangun narasi visual yang kuat menjadi faktor penentu keberlanjutan sebuah jenama kuliner viral di hati masyarakat.








