Intip Momen Manis Maudy Koesnaedi Kulineran Bareng Keluarga
Maudy Koesnaedi memiliki lebih dari 1 juta followers Instagram. Ia kerap membagikan aktivitas seru lewat unggahannya, termasuk ketika kulineran. Intip yuk!

Menjaga kehangatan dan keharmonisan rumah tangga di tengah padatnya kesibukan dunia hiburan serta ranah profesional menjadi komitmen yang konsisten diperlihatkan oleh aktris Maudy Koesnaedi. Bersama sang suami, Frederik Johannes Meijer atau yang akrab disapa Erik Meijer, serta putra semata wayang mereka, Eddy Maliq Meijer, keluarga kecil ini kerap membagikan momen kebersamaan yang penuh kehangatan. Pada Minggu, 27 September 2026, potret kebersamaan mereka saat menikmati waktu santai sembari berburu aneka sajian kuliner kembali memperlihatkan bagaimana kebersamaan di meja makan menjadi salah satu kunci eratnya ikatan emosional di antara mereka.
Aktris yang melejit lewat perannya sebagai Zaenab dalam serial legendaris Si Doel Anak Sekolahan ini memang dikenal sangat dekat dengan keluarganya. Di sela-sela aktivitas seni, kebudayaan, dan berbagai proyek sosial yang ia geluti, Maudy selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama suami dan anaknya. Kegiatan kulineran atau sekadar makan bersama di luar rumah menjadi salah satu agenda rutin yang dinanti. Bagi keluarga ini, menjelajahi aneka cita rasa makanan bukan sekadar urusan memanjakan lidah, melainkan juga wadah untuk berdiskusi, bertukar cerita, dan mempererat komunikasi setelah sepekan disibukkan oleh rutinitas masing-masing.
Pernikahan Maudy Koesnaedi dan Erik Meijer yang telah berlangsung lebih dari dua dekade senantiasa jauh dari kabar miring. Keharmonisan tersebut tercermin jelas dari cara mereka menikmati hal-hal sederhana dalam keseharian. Saat berkumpul untuk menikmati hidangan, baik di restoran bergaya kasual, kafe modern, hingga kedai kuliner tradisional, raut kebahagiaan tampak alami terpancar dari wajah ketiganya. Maudy kerap memperlihatkan senyum ramahnya sembari mendampingi sang putra yang kini telah tumbuh dewasa dan memiliki postur tinggi semampai menuruni darah sang ayah.
Sebagai keluarga dengan latar belakang budaya yang beragam—Maudy dengan kekayaan tradisi Nusantara berdarah Sunda serta kepedulian tingginya pada budaya Betawi, sementara Erik berdarah Belanda—meja makan keluarga ini menyajikan perpaduan selera yang menarik. Mereka tidak canggung menikmati santapan khas Indonesia yang kaya rempah, seperti aneka olahan soto, nasi liwet, ikan bakar, hingga aneka sambal tradisional yang menggugah selera. Di sisi lain, mereka juga terbiasa menikmati hidangan khas Barat atau Eropa, seperti olahan pasta, hidangan panggang, hingga roti dan kudapan manis yang menjadi teman minum teh atau kopi di sore hari.
Perbedaan preferensi kuliner justru memperkaya pengalaman bersantap mereka. Erik Meijer, yang telah menetap lama di Indonesia, dikenal sangat mengapresiasi dan menyukai ragam kuliner Nusantara. Dalam berbagai kesempatan berkumpul, Maudy kerap membagikan momen ketika mereka mencoba tempat-tempat makan baru, mulai dari rumah makan legendaris yang menyajikan resep turun-temurun hingga tempat kuliner kekinian yang sedang populer. Keterbukaan terhadap berbagai cita rasa makanan ini juga diturunkan kepada putra mereka, Eddy, yang selalu antusias mencicipi sajian baru bersama kedua orang tuanya.
Pertumbuhan Eddy Maliq Meijer yang aktif menggeluti bidang olahraga bola basket serta sempat terjun ke dunia permodelan turut memengaruhi pola pemilihan makanan dalam keluarga. Sebagai atlet muda yang membutuhkan asupan nutrisi optimal, pemilihan menu makan keluarga sering kali tetap memperhatikan keseimbangan gizi. Maudy memastikan bahwa porsi protein, serat, dan karbohidrat yang dikonsumsi keluarganya tetap terjaga dengan baik, terutama saat memesan makanan di luar rumah. Makanan bergizi seperti daging panggang berkualitas, sayuran segar dalam bentuk salad atau tumisan khas lokal, serta buah-buahan segar sering menjadi pilihan pelengkap di meja makan mereka.
Aktivitas kulineran keluarga Maudy Koesnaedi juga tidak terbatas pada lingkungan sekitar tempat tinggal mereka di ibu kota. Ketika memiliki kesempatan bepergian atau berlibur bersama, baik di dalam negeri maupun saat berkunjung ke mancanegara, eksplorasi rasa selalu masuk ke dalam agenda perjalanan. Menjelajahi pasar tradisional, mencicipi jajanan kaki lima yang higienis dan autentik, hingga mencoba restoran lokal yang direkomendasikan warga setempat menjadi sarana edukasi budaya yang menyenangkan bagi sang anak. Melalui makanan, mereka belajar mengenai identitas, sejarah, serta kearifan lokal dari tempat yang dikunjungi.
Interaksi di meja makan memiliki nilai filosofis tersendiri bagi Maudy Koesnaedi. Dalam era perkembangan teknologi digital yang begitu masif, momen makan bersama sering kali terganggu oleh keberadaan gawai atau ponsel pintar. Namun, dalam berbagai dokumentasi kebersamaan yang dibagikan, keluarga ini tampak memprioritaskan percakapan tatap muka secara langsung. Meja makan dijadikan ruang yang aman dan nyaman untuk mendengarkan cerita keseharian anak, membahas perkembangan pendidikan dan karier, serta saling memberikan dukungan emosional atas rencana masa depan masing-masing anggota keluarga.
Tradisi meluangkan waktu untuk santap bersama ini membuktikan bahwa kualitas hubungan keluarga dapat terus dipupuk melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang dilakukan secara berkesinambungan. Kedekatan antara Maudy, Erik, dan Eddy memperlihatkan potret keluarga modern yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan tradisional. Melalui kehangatan yang tercipta di setiap sesi makan bersama, mereka berhasil menciptakan fondasi keluarga yang kokoh, saling memahami, dan penuh dengan apresiasi terhadap peran satu sama lain.








