Hobi Kulineran, Givina Lukita Doyan Nongkrong di Kafe
Givina Lukita Dewi, aktris cantik yang baru saja melangsungkan pernikahan dengan Mario Caesar, member NPD. Sosoknya hobi kulineran dan nongkrong di kafe lho!

JAKARTA — Di tengah padatnya dinamika industri hiburan tanah air, aktris dan model Givina Lukita Dewi berhasil menarik perhatian publik bukan hanya melalui kepiawaiannya berakting di layar lebar, melainkan juga lewat gaya hidupnya yang dekat dengan keseharian generasi muda. Hingga Rabu, 23 September 2026, perempuan kelahiran 7 September 1996 ini dikenal memiliki antusiasme tinggi terhadap dunia kuliner dan budaya berkumpul di kafe. Di sela-sela kesibukannya menjalani berbagai proyek perfilman berskala besar, Givina kerap meluangkan waktu untuk mengeksplorasi ragam sajian makanan dan mencicipi racikan kopi di berbagai sudut kota.
Givina Lukita Dewi mengawali perjalanannya di ranah hiburan publik dengan mengikuti kontes kecantikan bergengsi Miss Indonesia 2017. Dalam ajang tersebut, ia tampil mewakili Provinsi Banten dan berhasil menunjukkan kualitas diri hingga menembus babak 15 besar. Prestasi ini menjadi batu loncatan penting yang membuka jalan baginya untuk berkiprah di industri kreatif, sekaligus membuktikan bakat serta kepercayaan dirinya di hadapan publik luas. Meskipun banyak yang mengenalnya sebagai adik bungsu dari pelawak tunggal dan pembawa acara ternama, Rizky Firdaus Wijaksana alias Uus, Givina secara konsisten membuktikan kapabilitasnya melalui kerja keras dan karya mandiri.
Langkah profesional Givina di dunia seni peran dimulai secara nyata ketika ia membintangi serial web berjudul Heart Work(s) pada tahun 2019. Proyek ini menjadi ajang pembuktian awal bahwa potensinya tidak terbatas pada panggung peragaan busana atau pemodelan semata. Kemampuan olah peran yang natural tersebut kemudian membawanya menuju panggung sinema nasional yang lebih prestisius. Pada tahun 2021, Givina mencatatkan debut film layar lebarnya lewat Kadet 1947, sebuah drama sejarah yang menuntut pendalaman karakter historis secara emosional dan teknis.
Sejak debut layar lebar tersebut, kiprah Givina di kancah perfilman Indonesia terus melesat dengan deretan proyek prestisius. Kepercayaan dari para pembuat film membawanya terlibat dalam berbagai produksi film bergenre horor dan misteri yang menorehkan pencapaian signifikan di tangga bioskop Indonesia. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian publik adalah saat ia membintangi Sewu Dino, sebuah karya horor adaptasi cerita populer yang berhasil mendulang jutaan penonton di bioskop.
Eksistensi Givina semakin kokoh ketika ia dipercaya memperkuat jajaran pemeran dalam film Siksa Kubur arahan sutradara Joko Anwar. Tak berhenti di situ, ia juga turut menjadi bagian dari serial antologi fiksi ilmiah dan supernatural Nightmares and Daydreams, yang didistribusikan secara global melalui platform penyiaran digital internasional. Keterlibatannya dalam proyek-proyek yang membutuhkan intensitas akting tinggi ini mencerminkan dedikasi profesional Givina dalam mengeksplorasi variasi peran yang kompleks, menantang, serta bervariasi secara emosional.
Aktivitas syuting film berintensitas tinggi, khususnya film bergenre horor dan cerita beralur psikologis berat, menuntut alokasi energi fisik serta kestabilan mental yang besar. Untuk menjaga keseimbangan antara ritme karier profesional dan kehidupan personal, Givina memiliki cara tersendiri dalam menyegarkan pikiran. Berkeliling mencari aneka hidangan lezat dan bersantai di kedai kopi menjadi salah satu aktivitas favorit yang rutin ia lakukan.
Melalui platform media sosial pribadinya, Givina kerap mendokumentasikan rutinitas santainya saat menyambangi berbagai kafe dengan konsep visual yang estetik. Hobi kulineran ini bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan bentuk apresiasi personal terhadap cita rasa dan atmosfer unik yang ditawarkan oleh industri kuliner perkotaan. Menikmati secangkir kopi hangat di tengah interior kedai yang nyaman memberikan ruang jeda yang tenang baginya di sela-sela kepadatan jadwal produksi film. Givina tampak sangat menikmati variasi menu yang disajikan, mulai dari seduhan kopi manual hingga racikan kopi kontemporer yang tengah diminati.
Kesenangan Givina dalam menjelajahi dunia kuliner tidak terbatas pada minuman kopi semata. Ia juga dikenal menyukai aneka hidangan pendamping yang menggugah selera, seperti berbagai jenis pastry, olahan roti artisanal, dan aneka hidangan penutup manis (dessert). Pilihan camilan manis ini kerap menemani waktu santainya, baik saat membaca naskah proyek baru, berdiskusi santai, maupun sekadar menikmati momen istirahat secara berkualitas.
Kecintaan Givina terhadap dunia kuliner memiliki dimensi yang sangat membumi dan fleksibel. Meski gemar mengunjungi kafe-kafe kekinian dengan interior modern dan atmosfer artistik, ia tidak ragu untuk berburu kuliner kaki lima. Eksplorasi makanan jalanan lokal dengan cita rasa autentik khas nusantara tetap menjadi bagian dari agenda kulinernya. Perpaduan antara kenyamanan kafe modern dan dinamika kuliner kaki lima menunjukkan bahwa Givina merupakan seorang penikmat makanan yang lebih mengedepankan kelezatan rasa dan pengalaman makan yang tulus ketimbang sekadar mempertahankan citra formal.
Bagi Givina, kegiatan kulineran dan berkumpul di kafe juga berfungsi sebagai sarana untuk merawat koneksi sosial dan menjaga kehangatan hubungan antarpribadi. Momen-momen santai tersebut jarang ia habiskan seorang diri; ia lebih sering terlihat menghabiskan waktu bersama lingkaran pertemanan terdekat, rekan seprofesi, serta keluarga inti.
Hubungan Givina dengan sang kakak, Uus, beserta keluarga besarnya dikenal sangat harmonis dan saling mendukung. Kebersamaan mereka kerap tercermin saat berkumpul mengitari meja makan, baik di restoran dengan sajian modern maupun saat menikmati santapan sederhana di warung makan lokal. Percakapan santai yang tercipta saat menikmati makanan bersama menjadi momen penting untuk saling bertukar cerita, melepas tawa, serta mempererat ikatan kekeluargaan di luar hiruk-pikuk industri panggung hiburan.
Unggahan-unggahan kuliner Givina di media sosial menampilkan pendekatan yang santai, segar, dan tanpa kepura-puraan. Di tengah era digital di mana tampilan visual kerap kali dipoles secara berlebihan untuk membangun citra glamor, Givina memilih membagikan ekspresi yang wajar dan apa adanya saat menyantap hidangan favoritnya. Sikap bersahaja ini membuat konten yang ia bagikan terasa relevan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas.
Aktivitas Givina dalam menggemari budaya berkumpul di kafe dan berburu makanan kaki lima sekaligus mencerminkan gaya hidup urban modern. Ruang-ruang kuliner kini tidak lagi dipandang semata-mata sebagai tempat pengisi kebutuhan nutrisi harian, melainkan telah berkembang menjadi medium interaksi sosial, ruang bertukar gagasan kreatif, serta sarana rekreasi sederhana yang efektif di tengah kesibukan masyarakat perkotaan.








