Kucing Prengki Jadi ‘Kasir’ Viral di Kedai Nasi Goreng Bandung

Kucing oren bernama Prengki viral setelah jadi ‘kasir’ warung nasi goreng. Ia bertugas membawa barcode QRIS yang dipindai pelanggan saat membayar.

Kucing Prengki Jadi ‘Kasir’ Viral di Kedai Nasi Goreng Bandung

Kucing Prengki Jadi ‘Kasir’ Dadakan di Kedai Nasi Goreng Bandung, Warganet Gemas

Sebuah kedai nasi goreng di kawasan Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namun, yang menjadi pusat perhatian bukanlah cita rasa menu andalannya, melainkan seekor kucing berbulu oranye bernama Prengki yang dengan tenang duduk di kursi kasir, seolah-olah sedang menjalankan tugas profesionalnya.

Video yang memperlihatkan Prengki “bekerja” sebagai kasir telah tersebar luas di berbagai platform, memicu gelak tawa dan rasa gemas dari ribuan warganet. Dalam unggahan yang direkam oleh pemilik akun TikTok @sansansansan_17, Prengki terlihat duduk manis di depan mesin kasir dengan pose yang sangat mirip dengan manusia yang sedang fokus bekerja. Ia tidak bergeming sedikit pun meskipun para pembeli mengantre di depannya untuk melakukan pembayaran, seolah-olah ia benar-benar memahami alur transaksi di kedai tersebut.

Penampilan Prengki yang tenang dan penuh wibawa itu kontras dengan kelucuan situasinya. Alih-alih menekan tombol mesin kasir, Prengki hanya duduk dengan tatapan mata yang teduh, sesekali mengedipkan matanya saat pengunjung berusaha berinteraksi dengannya. Banyak pengunjung yang tak kuasa menahan senyum dan justru sengaja memperlama antrean hanya untuk sekedar mengelus bulu oranye Prengki yang tampak bersih dan terawat.

Pemilik kedai nasi goreng yang akrab disapa Kang Agus membenarkan fenomena tersebut. Ia menjelaskan bahwa Prengki sebenarnya bukanlah karyawan resmi yang digaji, melainkan kucing liar yang sering singgah di kedainya. Namun, kedekatan Prengki dengan kursi kasir sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang membuat suasana kedai menjadi lebih hidup.

“Prengki itu kucing liar, sudah sering main di sini. Dia suka banget duduk di kursi kasir, mungkin karena di situ paling adem atau dekat dengan pembeli,” ujar Kang Agus saat ditemui di kedainya, Selasa (25/2/2025). Pernyataan ini menunjukkan bahwa posisi kasir yang strategis dan nyaman ternyata juga menjadi tempat favorit bagi Prengki untuk beristirahat sambil mengamati aktivitas para pengunjung.

Kang Agus menambahkan bahwa Prengki telah menjadi maskot tidak resmi yang memberikan dampak positif bagi usahanya. Kehadiran kucing tersebut tidak hanya menghibur pengunjung, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang datang dari luar daerah hanya untuk melihat aksi Prengki secara langsung. “Banyak yang datang cuma untuk melihat Prengki. Ada yang sekadar foto-foto, ada juga yang mengelus-elusnya. Lumayan, bisa menarik pengunjung,” tambahnya sambil tertawa.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana interaksi antara manusia dan hewan di ruang publik dapat menciptakan nilai tambah yang tidak terduga. Bagi banyak orang, kehadiran Prengki menjadi hiburan sederhana yang mampu memecah kebosanan di tengah rutinitas harian. Apalagi di era digital seperti sekarang, konten-konten yang menampilkan tingkah laku hewan yang menggemaskan memang selalu berhasil menarik perhatian publik secara luas.

Meskipun tidak menerima gaji seperti karyawan lainnya, Prengki mendapatkan fasilitas yang tidak kalah nyaman. Kang Agus mengaku memberikan makanan secara rutin dan menyediakan tempat tinggal yang aman di area kedai. Perlakuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara Kang Agus dan Prengki sudah melampaui sekadar hubungan antara manusia dan hewan liar; mereka telah membangun ikatan emosional yang kuat. “Ya sudah saya rawat saja, kasih makan. Dia juga tidak merepotkan, malah bikin ramai. Semoga saja dengan viral ini, kedai kami semakin dikenal,” pungkasnya.

Fenomena kucing kasir ini juga memunculkan diskusi menarik di kalangan warganet mengenai etika memelihara hewan di tempat usaha. Banyak yang memuji Kang Agus karena dianggap telah memberikan perlakuan yang baik terhadap hewan liar, sementara yang lain berharap agar fenomena serupa dapat menginspirasi pemilik usaha lain untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan di sekitar mereka.

Selain itu, viralnya Prengki juga membuka peluang baru bagi kedai nasi goreng tersebut. Beberapa warganet bahkan mengusulkan agar kedai tersebut membuat merchandise bertema Prengki, seperti gantungan kunci, stiker, atau bahkan kaos, mengingat popularitas kucing tersebut yang terus meningkat. Usulan ini tentunya bisa menjadi strategi pemasaran yang cerdas untuk meningkatkan omzet kedai sekaligus memperkuat branding yang sudah terbangun secara organik.

Dari perspektif psikologi, kehadiran hewan seperti kucing di tempat umum memang telah terbukti dapat mengurangi stres dan menciptakan suasana yang lebih rileks. Hal ini sejalan dengan penelitian-penelitian yang menunjukkan bahwa interaksi dengan hewan dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin yang berhubungan dengan perasaan bahagia dan nyaman. Dengan demikian, keberadaan Prengki tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat psikologis bagi para pengunjung yang mungkin sedang lelah setelah beraktivitas seharian.

Kedai nasi goreng di Buah Batu tersebut kini menjadi salah satu destinasi kuliner yang ramai diperbincangkan, tidak hanya karena kelezatan makanannya, tetapi juga karena kehadiran sang “kasir” berbulu yang menggemaskan. Bagi Anda yang kebetulan sedang berada di Bandung dan ingin merasakan pengalaman membayar dengan ditemani seekor kucing yang tenang, mengunjungi kedai tersebut bisa menjadi pilihan yang menarik. Namun, perlu diingat untuk selalu menghormati hewan tersebut dan tidak mengganggu kenyamanannya, karena Prengki tetaplah seekor kucing yang memiliki hak untuk beristirahat kapan pun ia mau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search