Cafetiam Unik: Bakmi Bebek Asap & Pempek Kuah Mala yang Menggoda

Tak seperti kopitiam pada umumnya, di Cilandak, Jaksel hadir Cafetiam dengan menu unik dan ‘comforting’. Ada bakmi bebek asap hingga pempek mala creamy.

Cafetiam Unik: Bakmi Bebek Asap & Pempek Kuah Mala yang Menggoda

Cafetiam Unik di Cilandak: Perpaduan Bakmi Bebek Asap dan Pempek Kuah Mala yang Menggoda

Di jantung Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Cilandak, sebuah tempat makan bernama Cafetiam hadir dengan konsep yang tak lazim. Berbeda dari kopitiam pada umumnya yang identik dengan roti bakar, kopi tubruk, dan mi instan ala Malaysia, Cafetiam justru menyajikan menu-menu inovatif yang memadukan cita rasa Nusantara dengan sentuhan modern. Dua andalan utamanya, bakmi bebek asap dan pempek kuah mala creamy, langsung mencuri perhatian para pecinta kuliner yang mencari pengalaman bersantap yang unik dan comforting.

Konsep Cafetiam sendiri merupakan perpaduan antara kafe modern dan kopitiam tradisional. Kopitiam, yang berasal dari budaya Tionghoa-Melayu di Asia Tenggara, umumnya dikenal sebagai kedai kopi sederhana yang menyajikan santapan ringan. Namun, Cafetiam mengangkat konsep ini ke level yang lebih tinggi dengan interior yang lebih hangat, pencahayaan yang nyaman, dan suasana yang cocok untuk bersantai sambil bekerja atau berkumpul dengan teman. Tidak hanya sekadar tempat nongkrong, Cafetiam juga menawarkan menu yang dirancang untuk memberikan rasa nyaman dan kepuasan, baik dari segi rasa maupun penyajian.

Salah satu menu yang paling banyak dibicarakan adalah bakmi bebek asap. Hidangan ini tidak menggunakan daging ayam atau babi seperti pada bakmi pada umumnya, melainkan daging bebek yang telah melalui proses pengasapan. Proses pengasapan memberikan aroma khas yang mendalam dan tekstur daging yang lembut namun sedikit berasap. Mi yang digunakan pun dipilih dengan cermat—mi telur yang kenyal dan tidak lembek, sehingga mampu menyerap bumbu dengan baik. Bumbu yang digunakan dalam bakmi ini merupakan perpaduan kecap manis, bawang putih, dan sedikit rempah yang memberikan rasa gurih dan sedikit manis. Daging bebek asap diiris tipis dan ditata di atas mi, lalu ditaburi dengan bawang goreng, daun bawang, dan kadang-kadang dilengkapi dengan telur rebus setengah matang. Setiap suapan menghasilkan perpaduan rasa asap, gurih, dan sedikit manis yang sangat memanjakan lidah. Tidak heran jika menu ini menjadi favorit di kalangan pengunjung yang mencari variasi dari bakmi ayam biasa.

Selain bakmi bebek asap, Cafetiam juga menghadirkan pempek dengan sentuhan yang sama sekali berbeda. Pempek, makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan tenggiri dan sagu, biasanya disajikan dengan kuah cuko asam pedas manis. Namun, di Cafetiam, pempek disajikan dengan kuah mala creamy yang kental dan pedas. Kuah mala sendiri berasal dari tradisi kuliner Sichuan, Tiongkok, yang terkenal dengan rasa pedas dan efek mati rasa dari lada Sichuan. Di sini, kuah mala dipadukan dengan elemen creamy, kemungkinan dari santan atau susu, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang lebih kompleks. Pempek yang digunakan bisa berupa pempek lenjer, pempek adaan, atau pempek kulit, yang digoreng hingga garing lalu disiram dengan kuah mala creamy yang kaya akan cabai, bawang putih, jahe, dan lada Sichuan. Rasa pedas yang membakar, sensasi mati rasa yang khas, dan kelembutan kuah creamy menciptakan harmoni yang unik. Bagi penggemar makanan pedas, hidangan ini adalah surga, sementara bagi yang tidak terlalu tahan pedas, tetap bisa menikmatinya dengan menyesuaikan level kepedasan yang diminta.

Kedua menu ini mencerminkan tren kuliner fusion yang semakin populer di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Para koki muda tidak ragu untuk bereksperimen dengan bahan-bahan lokal dan teknik memasak dari berbagai belahan dunia. Bakmi bebek asap, misalnya, mengambil inspirasi dari mi asap ala Taiwan atau Hong Kong, tetapi disesuaikan dengan selera lidah Indonesia. Sementara itu, pempek kuah mala creamy adalah contoh nyata perpaduan antara kuliner Palembang dan Sichuan yang berani dan inovatif. Keberanian untuk mencampurkan dua tradisi kuliner yang sangat berbeda inilah yang membuat Cafetiam menonjol di antara tempat makan lainnya.

Selain dari segi rasa, Cafetiam juga memberikan perhatian pada suasana dan pelayanan. Tempat ini dirancang dengan gaya industrial yang dipadukan dengan sentuhan vintage, menciptakan lingkungan yang fotogenik dan nyaman. Meja-meja kayu, kursi besi, dan dekorasi dinding yang menampilkan mural makanan serta kutipan motivasi membuat pengunjung betah berlama-lama. Tersedia pula area semi-outdoor yang cocok untuk merokok atau sekadar menikmati udara segar. Dari segi pelayanan, staf Cafetiam dikenal ramah dan sigap. Mereka juga siap merekomendasikan menu dan memberikan penjelasan tentang bahan-bahan yang digunakan, terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.

Cafetiam juga menawarkan berbagai minuman yang mendukung menu utama. Kopi tetap menjadi andalan, dengan pilihan espresso, cappuccino, latte, dan manual brew. Namun, ada juga minuman non-kopi seperti teh tarik, cokelat panas, dan minuman kekinian seperti red velvet latte atau matcha latte. Bagi yang ingin sesuatu yang segar, tersedia es buah dan aneka jus. Kehadiran minuman-minuman ini melengkapi pengalaman bersantap, baik untuk menemani bakmi bebek asap yang gurih maupun untuk meredakan pedasnya pempek kuah mala creamy.

Dari segi lokasi, Cafetiam berada di kawasan Cilandak yang cukup strategis. Cilandak sendiri dikenal sebagai salah satu daerah di Jakarta Selatan yang padat dengan hunian, perkantoran, dan pusat perbelanjaan. Tempat ini mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Tersedia area parkir yang cukup luas, meskipun pada jam sibuk mungkin perlu sedikit kesabaran. Bagi pengunjung yang menggunakan transportasi umum, terdapat halte TransJakarta dan angkutan kota yang melewati kawasan tersebut. Jam operasional Cafetiam biasanya dimulai dari pagi hingga malam hari, cocok untuk sarapan, makan siang, atau makan malam.

Harga menu di Cafetiam tergolong terjangkau untuk kualitas dan porsi yang ditawarkan. Bakmi bebek asap dibanderol sekitar Rp45.000 hingga Rp55.000 per porsi, tergantung tambahan topping seperti telur atau pangsit. Sementara itu, pempek kuah mala creamy dihargai sekitar Rp35.000 hingga Rp45.000. Untuk minuman, harga berkisar antara Rp20.000 hingga Rp40.000. Bandingkan dengan harga di kafe-kafe lain di Jakarta Selatan yang bisa mencapai Rp70.000 untuk semangkuk mi, Cafetiam menawarkan nilai yang kompetitif. Apalagi dengan konsep fusion yang unik, pengunjung mendapatkan pengalaman yang tidak akan ditemukan di tempat lain.

Tidak hanya menu utama, Cafetiam juga menyediakan beberapa menu pendamping seperti dimsum, siomay, atau camilan ringan lainnya. Namun, yang menjadi bintang tetaplah bakmi bebek asap dan pempek kuah mala creamy. Keduanya sudah menjadi ikon tempat ini dan sering dibagikan di media sosial oleh para pengunjung. Banyak food blogger dan influencer yang datang khusus untuk mencoba dan mereview kedua hidangan tersebut. Hal ini tentu menjadi promosi gratis yang efektif bagi Cafetiam.

Dalam beberapa bulan terakhir, tren kuliner fusion di Indonesia semakin berkembang. Banyak restoran dan kafe yang berlomba-lomba menciptakan menu baru yang menggabungkan elemen tradisional dan modern. Cafetiam adalah salah satu contoh sukses dari tren ini. Mereka tidak hanya mengandalkan satu jenis hidangan, tetapi memberikan variasi yang cukup untuk memuaskan berbagai selera. Pengunjung yang datang bersama teman atau keluarga bisa memesan beberapa menu berbeda dan berbagi, sehingga pengalaman bersantap menjadi lebih berkesan.

Dari segi bahan baku, Cafetiam tampaknya sangat memperhatikan kualitas. Daging bebek yang digunakan untuk bakmi bebek asap didatangkan dari pemasok lokal yang terpercaya. Proses pengasapan dilakukan sendiri di dapur, sehingga kesegaran dan kualitas rasa dapat terjaga. Demikian pula dengan pempek, yang dibuat dengan resep khusus untuk memastikan tekstur kenyal dan rasa ikan yang kuat. Kuah mala creamy juga dibuat dari campuran rempah-rempah asli yang diimpor langsung dari Tiongkok, sehingga cita rasa otentik tetap terjaga meskipun sudah dimodifikasi.

Bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung, disarankan untuk mencoba kedua menu andalan tersebut. Namun, jika masih ragu, pengunjung bisa meminta rekomendasi dari staf. Mereka biasanya akan menanyakan preferensi rasa—apakah suka pedas, gurih, atau manis—dan kemudian menyarankan menu yang sesuai. Selain itu, Cafetiam juga sering mengadakan promosi atau program loyalitas, misalnya diskon untuk pembelian kedua atau minuman gratis setelah beberapa kali kunjungan. Informasi terbaru tentang promosi dapat ditemukan di akun media sosial resmi mereka.

Perlu dicatat juga bahwa Cafetiam menyediakan opsi untuk memesan secara takeaway atau melalui layanan pesan antar. Bagi yang tinggal di sekitar Cilandak atau Jakarta Selatan, bisa memesan melalui aplikasi food delivery seperti GoFood atau GrabFood. Namun, untuk menikmati suasana dan penyajian yang maksimal, datang langsung ke tempatnya tetap menjadi pilihan terbaik. Suasana hangat dan ramah di Cafetiam sulit ditiru oleh layanan pesan antar.

Dari segi kebersihan dan keamanan pangan, Cafetiam menerapkan standar yang baik. Dapur terbuka memungkinkan pengunjung melihat proses memasak secara langsung, sehingga transparansi terjaga. Semua bahan baku disimpan dalam kondisi higienis, dan peralatan masak dibersihkan secara rutin. Hal ini penting mengingat meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kebersihan makanan, terutama pasca pandemi. Cafetiam juga menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer di beberapa titik.

Kehadiran Cafetiam di Cilandak semakin memperkaya pilihan kuliner di Jakarta Selatan. Kawasan ini memang dikenal sebagai surga kuliner, dari yang tradisional hingga modern, dari yang murah hingga mahal. Namun, dengan konsep yang unik—bakmi bebek asap dan pempek kuah mala creamy—Cafetiam berhasil menempatkan diri sebagai destinasi yang layak dikunjungi. Tidak hanya untuk makan, tetapi juga untuk mencari inspirasi kuliner baru atau sekadar bersantai bersama teman.

Bagi para penggemar makanan pedas, pempek kuah mala creamy adalah sajian yang wajib dicoba. Sensasi pedas dari cabai dan lada Sichuan yang berpadu dengan creamy dari santan atau susu menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan. Sementara itu, bagi yang lebih menyukai rasa gurih dan asap, bakmi bebek asap adalah pilihan yang tepat. Keduanya sama-sama menawarkan rasa comforting yang membuat pengunjung ingin kembali lagi.

Cafetiam juga sering menjadi tuan rumah bagi acara kecil seperti meet-up komunitas, live music akustik, atau pameran seni lokal. Ini menunjukkan bahwa Cafetiam tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mendukung kreativitas. Kombinasi antara makanan unik, suasana nyaman, dan kegiatan komunitas inilah yang membuat Cafetiam terus ramai dikunjungi.

Dengan segala keunggulannya, tidak heran jika Cafetiam menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta kuliner Jakarta. Ulasan positif dari berbagai platform seperti Google Maps, Zomato, dan media sosial semakin memperkuat reputasinya. Banyak pengunjung yang memuji kreativitas menu, kualitas rasa, serta pelayanan yang ramah. Beberapa bahkan menyebut Cafetiam sebagai hidden gem di Cilandak yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi Anda yang tinggal di Jakarta atau sekitarnya, terutama yang gemar menjelajahi kuliner unik, menyempatkan diri untuk mampir ke Cafetiam bisa menjadi pilihan yang tepat. Nikmati seporsi bakmi bebek asap yang hangat, atau tantang lidah Anda dengan pempek kuah mala creamy yang pedas menggigit. Jangan lupa untuk mengabadikan momen bersantap Anda dan membagikannya di media sosial, karena tampilan hidangan di Cafetiam juga sangat instagramable.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search