Turun 22 Kg dalam 3 Bulan, Ahli Gizi Bagikan 10 Kebiasaan Diet Efektif

Ahli gizi ini berhasil menurunkan berat badan 22 kg dalam tiga bulan. Ia membagikan 10 kebiasaan makannya, termasuk tetap makan nasi setiap hari.

Turun 22 Kg dalam 3 Bulan, Ahli Gizi Bagikan 10 Kebiasaan Diet Efektif

Judul: Turun 22 Kg dalam 3 Bulan Tanpa Lapar: Ahli Gizi Ungkap 10 Kebiasaan Diet yang Terbukti Efektif

Menurunkan berat badan sebanyak 22 kilogram dalam kurun waktu tiga bulan sering kali dianggap sebagai target yang mustahil atau hanya bisa dicapai melalui metode ekstrem yang membahayakan kesehatan. Namun, seorang ahli gizi sekaligus dosen di University of Bradford, Inggris, bernama Dr. Idrees Mughal, berhasil membuktikan sebaliknya. Ia sukses menurunkan berat badannya dari 108 kg menjadi 86 kg hanya dalam 12 minggu, tanpa pernah merasakan lapar berlebihan atau kehilangan energi sepanjang prosesnya. Kisahnya menjadi sorotan setelah dimuat di laman New York Post pada Minggu (24/11/2024), dan kini banyak dijadikan referensi bagi mereka yang ingin menjalani diet berkelanjutan.

Dr. Mughal menegaskan bahwa kunci keberhasilannya bukanlah mengurangi porsi makan secara drastis atau menerapkan disiplin yang menyiksa. Justru, ia mengandalkan perubahan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Menurutnya, pendekatan bertahap ini lebih efektif karena tidak memicu stres atau rasa bersalah yang sering menjadi penyebab kegagalan diet. Berikut adalah sepuluh kebiasaan yang ia terapkan selama periode penurunan berat badannya, yang dapat diadaptasi oleh siapa saja dengan gaya hidup berbeda.

1. Minum Air Putih Sebelum Makan

Salah satu langkah paling sederhana namun berdampak besar adalah meminum dua gelas air putih sekitar 30 menit sebelum waktu makan. Kebiasaan ini memberikan sensasi kenyang pada lambung sehingga secara alami mengurangi porsi makanan yang dikonsumsi. Dr. Mughal juga mengganti seluruh minuman manis, termasuk soda dan jus kemasan, dengan air putih sepanjang hari. Langkah ini tidak hanya memangkas asupan kalori cair yang sering luput dari perhitungan, tetapi juga meningkatkan hidrasi tubuh yang mendukung metabolisme.

2. Makan dengan Piring Kecil

Trik psikologis ini terbukti membantu mengontrol porsi tanpa membuat seseorang merasa sedang menjalani diet ketat. Dengan menggunakan piring berukuran lebih kecil dari standar, otak menerima sinyal bahwa piring tersebut penuh dan cukup. Padahal, jumlah makanan yang disajikan sebenarnya lebih sedikit dari biasanya. Metode ini efektif untuk mengurangi asupan kalori harian tanpa menimbulkan perasaan kekurangan atau depresi karena porsi yang tampak sedikit.

3. Menambah Protein di Setiap Menu

Dr. Mughal memastikan setiap kali makan, selalu ada sumber protein berkualitas di piringnya, seperti telur, ikan, dada ayam tanpa kulit, atau tahu. Protein dikenal sebagai makronutrien yang paling memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat atau lemak. Selain itu, asupan protein yang cukup membantu menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan, sehingga metabolisme basal tetap stabil. Sebagai konsekuensi, ia secara sadar mengurangi konsumsi karbohidrat olahan seperti nasi putih, roti tawar, dan pasta yang cepat dicerna dan memicu lonjakan gula darah.

4. Makan Sayur Sebelum Makan Utama

Urutan makan yang diterapkan Dr. Mughal adalah mengonsumsi sayuran terlebih dahulu sebelum menyentuh nasi atau lauk utama. Serat yang terkandung dalam sayuran memberikan volume pada lambung dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga rasa kenyang datang lebih cepat. Dengan cara ini, ia secara otomatis mengurangi porsi makanan utama yang umumnya lebih padat kalori. Ia juga kerap menambahkan sayuran ke dalam sup atau tumisan untuk memperbesar volume makanan tanpa menambah banyak kalori, menjadikan menu hariannya tetap mengenyangkan.

5. Tidak Melewatkan Sarapan

Sarapan adalah ritual yang tidak pernah dilewatkan oleh Dr. Mughal. Ia selalu makan dalam rentang waktu satu jam setelah bangun tidur. Pilihan sarapannya adalah makanan tinggi protein dan serat, seperti oatmeal yang dicampur buah-buahan segar dan kacang-kacangan, atau telur rebus yang disandingkan dengan roti gandum utuh. Kebiasaan ini mencegah rasa lapar berlebihan yang sering memicu makan berlebihan pada siang hari. Dengan memulai hari dengan nutrisi yang cukup, tubuh memiliki energi stabil dan keinginan untuk ngemil makanan tidak sehat pun berkurang drastis.

6. Makan dengan Perlahan dan Fokus

Di era serba cepat, banyak orang makan sambil menonton televisi, bermain ponsel, atau bekerja. Dr. Mughal menghindari distraksi ini sepenuhnya. Ia mengunyah makanan secara perlahan dan memberikan perhatian penuh pada proses makan. Kebiasaan ini memberi waktu bagi otak untuk menerima sinyal kenyang dari hormon leptin dan ghrelin, yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit sejak mulai makan. Dengan makan secara fokus, ia mampu berhenti tepat waktu sebelum merasa terlalu kenyang, sehingga total asupan kalori menjadi lebih terkendali.

7. Mengganti Camilan dengan Buah dan Kacang

Keinginan untuk ngemil di antara waktu makan adalah hal yang wajar. Namun, Dr. Mughal selalu menyiapkan alternatif sehat di dekatnya. Saat merasa ingin ngemil, ia memilih buah-buahan segar atau segenggam kacang almond daripada keripik, biskuit, atau gorengan. Camilan sehat ini memberikan energi tambahan serta serat dan lemak baik tanpa menambah banyak kalori dan lemak jenuh. Selain itu, ia menerapkan strategi lingkungan dengan menjauhkan camilan tidak sehat dari pandangan. Semakin sulit dijangkau, semakin kecil kemungkinan untuk dikonsumsi secara impulsif.

8. Tidur Cukup 7-8 Jam per Malam

Kualitas tidur memiliki hubungan erat dengan pengaturan berat badan. Kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan, sekaligus menurunkan hormon leptin yang memberikan sinyal kenyang. Akibatnya, seseorang cenderung merasa lebih lapar dan mengonsumsi lebih banyak kalori keesokan harinya. Dr. Mughal memastikan dirinya tidur setidaknya 7 hingga 8 jam setiap malam. Ia juga menerapkan kebiasaan baik dengan menghindari penggunaan layar ponsel atau gawai setidaknya 30 menit sebelum tidur, yang terbukti meningkatkan kualitas tidur dan mempercepat proses pemulihan tubuh.

9. Olahraga Ringan tapi Rutin

Berbeda dengan anggapan umum bahwa menurunkan berat badan harus diiringi latihan berat di pusat kebugaran, Dr. Mughal justru memilih aktivitas fisik yang ringan namun dilakukan secara konsisten. Ia berjalan kaki selama 30 hingga 45 menit setiap hari, dan menambahkan latihan kekuatan ringan sebanyak dua kali dalam seminggu. Kunci dari pendekatan ini adalah konsistensi, bukan intensitas. Aktivitas fisik yang teratur membantu membakar kalori ekstra tanpa membuat tubuh kelelahan atau meningkatkan risiko cedera. Yang terpenting, rutinitas ini mudah dipertahankan dalam jangka panjang karena tidak terasa membebani.

10. Tidak Menghitung Kalori Secara Ketat

Alih-alih terobsesi pada angka kalori setiap makanan yang masuk, Dr. Mughal lebih fokus pada kualitas makanan dan kontrol porsi yang wajar. Ia masih sesekali menikmati makanan favoritnya seperti pizza atau cokelat, tetapi dalam jumlah kecil dan tidak terlalu sering. Pendekatan yang fleksibel ini membuat dietnya lebih berkelanjutan dan tidak memicu stres. Menghitung kalori secara kaku sering kali membuat seseorang merasa tertekan dan akhirnya menyerah. Dengan memberikan ruang untuk makanan “cheat meal” sesekali, ia mampu menjaga keseimbangan psikologis dan motivasi jangka panjang.

Dr. Mughal menekankan bahwa penurunan berat badan yang sehat tidak harus menyiksa. Perubahan kecil yang dilakukan secara bertahap dan konsisten justru menghasilkan dampak yang signifikan dalam waktu relatif singkat. Ia juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan profesional sebelum memulai program diet tertentu, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan pencernaan. Pendekatan yang personal dan berbasis ilmiah akan menghasilkan program yang lebih aman dan efektif dibandingkan sekadar mengikuti tren diet tanpa pengawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

A+ A-
Kuliner Jawa

Live Search